
" Ada apa dengan Amel nak? " tanya laily saat mendengar teriakan bayu.
" A-amel hilang mah, pah! " ucap bayu dengan kepala tertunduk.
" Bagaiman bisa hilang, bukankah dia dirumah bersama dengan ibumu? " tanya aswatama yang juga terkejut dengan apa yang bayu sampaikan.
" Iya pah dia dirumah tadi mama mereka sempat menelfonku dan mereka ada dikamar. " Ucap bayu
" Astaga, jangan-jangan dia menyusul kita kesni! Ck, anak itu memang keras kepala. Sudah diingatkan untuk tetap dirumah dia pasti ngotot untuk pergi saat jeng fat ketiduran. Awas ya kamu Amel! " Laily terlihat sangat kesal dan mengira amel akan datang.
Amel memang berniat datang kerumah sakit namun orang yang bersamanya akan membawanya ketempat lain.
" Ya Ampun, apa yang dikatakan mama benar. Pasti amel datang kesni, ya sudah kita tunggu saja. Sbentar lagi mungkin sampai. " Ujar bayu pada ahirnya dia duduk kembali sembari menunggu istrinya datang. Namun entah kenapa perasaannya merasa tidak enak dan gelisah.
Hal yang sama pun dirasakan oleh laily, sebagai seorang ibu dia begitu perasa. Ikatan batinya antara seorang ibu dan anak begitu kuat. Laily sangat mencemaskan putrinya namun dia bersikap seolah dia tidak apa-apa karna tak mau membuat kondisi suaminya memburuk.
" Semoga kamu baik-baik saja nak! Kamu kenapa keras kepala sekali amel. " Gumam laily dalam hati.
Sementara dirumahnya fatimah tengah mondar mandir didepan pintu sembari menggenggam ponselnya berharap ada kabar baik mengenai putrinya.
" Mama, mama ngapain jam segini diluar! Ini udah malem ma! " tanya bambang saat baru saja turun dari mobil. Karna kehawatiraya fatimah sampai tidak menyadari saat mobil suaminya masuk kehalaman dan berhenti didepanya.
" Papah! Kapan papah sampai? " fatimah justru bertanya balik pada suaminya yang kini sudah berdiri didepanya.
__ADS_1
" Ck, mamah ini ngelamunin apa si mah sampai gak tau kalau papah pulang. " Ujar bambang sumbari mrangkul istrinya masuk kedalam rumah karna udara diluar trasa begitu dingin.
" Hiks hiks amel pah amel. " mendapat pertanyaan dari suaminya malah membuat fatimah trisak.
" Amel kenapa mah? " Bambang memutar tubuh fatimah menjadi menghadap kearahnya.
" Amel pergi dari rumah, amel hilang! " ucap fatimah yang membuat mata bambang membulat dengan sempurna.
" Apaaaaa?! Mana mungkin amel hilang maah, dia sudah dewasa, dia bukan anak kcil lagi. " Bambang merasa kaget dan merasa tidak masuk akal jika putrinya hilang begitu saja. Kemudian fatimah mencritakan apa yang terjadi pada aswatama sampai hilangnya amel. Fatimah makin triisak smentara bambang menghela nafas panjang.
Bambang merasa janggal dengan hilangya amel, kemudian bambang yang memang sudah tau ada cctv dirumah putranya langsung pergi keruang rahasia putranya. Selama ini fatimah memang tidak tau jika dirumah ini dipasangi cctv diberbagai sudut.
" Paaah, papah mau kemna? " tanya fatimah saat suaminya meninggalkanya.
Bambang tak menjawab, tapi mengkode fatimah agar mengikuti langkahnya.
" Sudah diam dan duduk dengan tenang, sbentar lagi kita akan tau apa yang membuat amel meninggalkan rumah.
******
" Randii kita dimana ini, ini bukan rumahsakit kan? " Tanya amel saat mereka sudah sampai didepan gedung apartmen yang sudah jesica siapkan untuk mereka.
Randi memang meminta jesica menyiapkan apartmen karna tak mau membawa amel ketempat kotor apa lagi gudang permesmbunyian randi. Randi ingin amel merass nyaman dan tak terlihat sperti sedang disandra.
__ADS_1
" Iya ini apartmenku mel, ayo turun dulu ada yang harus aku ambil dulu sbelum kita krumahsakit. Tadi saat kamu tidur ka bayu menelfonku untuk membawakan dia barang " Ujar randi meyakinkan amel semntara menunggu amel yang masih brusha mencerna ucapanya randi memprsiapkan dirinya dengan memakai hodie dan makser. Semua serba hitam, randi sengaja melakukan itu agar tak ada yang bisa mengenali wajahnya.
" Randi kenapa kamu memakai itu? Aku disni saja ran aku tetap disni dan menunggu kamu dari sini. " Ucap amel merasa mulai glisah.
" No Amel, jangn disni sendrian takutnya aku lama. Aku memang tinggal disni smentara. Aku memakai ini karna aku malu jika ora mengenaliku yang mantan narapidana. " Randi trus meyakinkan amel agar mau turun.
Stelah randi meyakinkan amel dengan berbagai cara ahirnya amel mau mengikuti randi turun dan randi menyingrai dibalik maskernya.
Mereka berjalan dengan cepat namun amel tak bisa mengimbangi langkah randi yang tentu lebih cepat.
" Meeel kamu lambat sekali buruan amel. " Ucap randi sembari menoleh kearah amel.
Semnetara amel tengah brhenti dan nafasnya terlihat begitu memburu. Randi merasa amel kini tampak lain.
" Kamu lelah mel? " tanya randi
" Iya ran, aku gak mampu jalan jauh apa lagi begitu cepat dalam kondisi ku yang... "
" Yang apa mel? Kamu kenapa? " tanya randi trlihat penasaran.
" Aduuh hampir keceplosan, aku tak ingin membritau randi kalau aku sedang hamil. Kalau randi tau saat ini aku hamil dia pasti akan melarangku pergi dan akan mengantarku pulang kembali. " gumam amel dalam hati.
" Amel, kamu malah diam. Kamu kenapa, apa kamu sakit? " randi lebih dekat kearah amel dan amel mundur satu langkah dari randi.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja. " ucap amel kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan randi.
" Trahir aku bertemu dia tak segemuk ini. Kenapa aku merasa dia lebih berisi sekarang. Apa jangan-jangan dia! Tidak-tidak, dia tidak mungkin hamil. " Gumam randi lirih kemudian dia berjalan menyusul amel.