Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 30


__ADS_3

Amel masih dibuat penasaran dengan siapa orang yang sudah mengirim amplop itu padanya. Bahkan saking penasaranya Amel menelfon semua sepupu perempuanya.


Amel hanya berbasa-basi menanyakan kabar dan posisi. Berharao salah satu dari mereka pelaku pengirim surat misterius itu.


" Semua sodara udah aku telfon tapi, tak ada satupun diantara mereka yang mengarah ke pengirim amplop ini." ucap samel sembari mengetuk ngetuk kepalanya sengan jari, berharap satu nama terlintas diotaknya.


" Duuuh, buka aja kali yaa. Kalau gini kan aku justru makin penasaran. " gumam Amel sembari membolak balik lagi amplop yang ada ditanganya.


Setelah menimang dan menimbang ahirnya Amel memutuskan untuk membuka itu. Amel berjalan ke tangga, naik kekamarnya. Ia akan membuka itu dikamar.


Deg deg deg


Degup jantung Amel terdengar dengan jelas, tentunya ditelinga Amel sendiri.


" Waduuh mau buka ginian aja serasa mau dibuka celananya sama mas Bayu. Uuups!" Amel membekap mulutnya sendri dan ia justru cekikikan dalam kamar. Bicara sendiri, geli sendiri dan malu sendiri rasanya berbicara seprti itu.


Bismillah Bismillah Bismillah


Bahkan Amel mengucap Bismillah hingga tiga kali, seakan dia mau mengikuti lomba uji nyali.


Perlahan Amel membuka bagian atas dari Amplop itu. Tanganya sedikit menelusup.


" Eeh ini ko kaya kertas sii, ini foto ternyata. Mungkin foto nikahan aku kali yaa! Amel sama sekali masih belum menaruh curiga bahkan Amel dengan antusias mengeluarkan semua lembaran kertas itu dari dalam amplop.


Perlahan Amel melihat, awalnya tak merasa ada yang aneh. Namun saat Amel sangat familiar dengan seseorang yang ada didalam foto itu matanya membulat sempurna.


" Mas Bayu, ini benar-benar mas Bayu atau hanya Editan siih! " Amel berusaha mengamati foto itu, sesaat Amel melihat jas yang dikenakan pria dalam foto itu.


" Tes tes tes

__ADS_1


Ini beneran mas Bayu, gak mungkin kan ini orang lain. Jas ini mas Bayu pesan khusus dari Luar negri. Kalaupun ada yang punya bukan orang Indonesia.


Siapa wanita ini, apa ini kekasih mas Bayu. Tapi ini bukan Jesica, aku ingat betul seprti apa wajahnya."


Hiks hiks hiks


" Tega kamu mas, kalau kamu memang tak bisa menerimaku harusnya bilang. Jangan seprti ini." Amel sesegukan menangis, dadanya terasa sangat sesak bah dihimpit batu besar.


" Tunggu tunggu, ini berati yang kirim foto perempuan itu? Tapi mana mungkin dia menyuruh orang memotretnya dan mengirimkan padaku. Seharusnya mereka merahasiakan ini bukan. " Amel berusha menduga duga, Amel merasa ada yang janggal dengan Si pengirim amplop.


Sementara dikantornya Bayu baru saja sampai diruanganya. Tadi Bayu menerima telfon dari orangtuanya yang menyuruh Bayu dan Amel untuk segera berbulan madu.


Cukup lama Bayu melakukan negosiasi bersama Fatimah melalui sambungan telfon hingga Bayu sedikit terlambat.


Satpam memutuskan untuk meletakan Amplop itu langsung keruangan kerja Bayu, takut jika hilang atau rusak karna itu penting.


" Looh apa ini? " Bayu menyengritkan dahinya saat melihat sebuah amplop coklat berukuran sedang tergletak dimejanya.


Bagaiman tidak, Bayu melihat Amel tengah dipeluk laki-laki lain saat tidur dikamarnya dan itu sangat tetlihat bukan Bayu.


" Ameeeeel! " ucap Bayu dengan gigi menggerutuk.


Dengan tergesa-gesa Bayu keluar dari ruanganya, dia memutuskan untuk langsung pulang dan mempertanyakan hal itu pada Amel.


" Siapa yang meletakan amplop ini meja kerjaku? " teriak bayu dengan lantang dilobi kantornya.


Semua orang nampak mematung, tak biasanya ia melihat sang Bos terlihat begitu marah. Sekertaris Bayu memang sedang izin pagi ini untuk mengantar ibunya berobat kerumah sakit. Jadi Bayu memutuskan menanyakan itu langsung keresepsionis didepan.


" Maaf pak saya yang meletakan itu. " satpam tadi menghampiri Bayu dengan kepala tertunduk.

__ADS_1


" Siapa yang mengirim ini kemari?" tanya Bayu dengan tatapan menguliti, Bayu terlihat seprti srigala yang siap menerkam siapa saja mangsa didepanya.


" Anu pak katanya tukang kebun tetangga bapak yang dimintai bu Amel mengantar ini. " Jelas satpam itu masih dengan kepala tertunduk.


Tanpa menjawab Bayu langsung pergi dengan cepat.


Karena diliputi amarah Bayu bahkan membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Hingga tak butuh waktu lama bagi Bayu sampai kerumahnya.


Bayu sangat tergesa-gesa dan setengah berlari saat turum dari mobil.


" Siapa yang trahir kali berkunjung kerumah ini? " tanya Bayu pada satpam rumahnya.


Satpam itu nampak berfikir sejenak, kemudian menjawab dengan jelas. " Mertua dan orangtua bapak kemarin. Setelahnya tidak ada lagi. " satpam melupakan perempuan misterius yang datang pagi tadi.


" Sebelum mereka. " Bayu berbicara dengan nada sedikit meninggi


Satpam itu nampak berfikir..


Tanpa menunggu jawaban darinya Bayu bergegas lari kedalam rumah.


Ckleek


Bayu membuka pintu dan tak melihat pergerakan Amel sama sekali. Hanya ada simbok yang tengah membersihkan ruang tamu.


" Mana Amel mbok? " tanya bayu dengan wajah yang terlihat sangat marah.


" Di-di atas mas. " Simbok hanya menjawab itu saja, ia tak berani berkata apa-apa lagi saat sudah melihat raut wajah Bayu yang seprti Srigala lapar.


Bayu bergegas naik keatas.

__ADS_1


Ameeeeeeeeel!!!!


Teriak Bayu sambil berlari, bahkan suara Bayu terdengar hingga kedepan. Satpam mendengar itu dan bergidik ngeri. Sudah bisa membayangkan betapa murkanya sang majikan.


__ADS_2