
Cklek
Bayu membuka pintu terlihat Amel tengah meringkuk diatas ranjang. Dia memeluk lututnya sendri dan trisak dalam kamar seorang diri.
Disamping Amel sudah ada koper, ternyata Amel sudah mengemasi smua pakaianya dan siap untuk pergi.
" Mau kemana kamu? Mau pergi bersama laki-laki yang sudah menidurimu? Rupanya seprti itu kelakuanmu saat aku dikantor, memasukan laki-laki lain kekamarku dan tidur bersamanya?" Bayu berkata dengan tatapan yang sangat menunjukan betapa marahnya dia.
Amel mendongak, melihat kearah Bayu sejenak.
" Apa maksud kamu? Kamu menduduhku? Ck, maling teriang maling." Ucap Amel seraya mengusap airmatanya.
Bukan Bayu tak melihat keadaan Amel yang nampak kacau dengan matanya yang sembab. Bayu berfikir Amel menangis dan hendak pergi lantaran ia takut karna sudah berhianat dengan orang lain dikamarnya sendiri.
" Tak usah berkilah dan pura-pura sedih Amel, dramamu tak bisa membuatku goyah. " Ucap Bayu sembari melempar foto-foto Amel yang tengah dipeluk laki-laki lain.
Amel terkejut saat melihat foto-foto itu.
" Foto siapa ini mas? Bukaknah ini dikamar kita? Apa ini aku? Tapi laki-laki ini bukan kamu aku rasa, lalu siapa dia? Siapa yang masuk kekamarku saat aku tidur dan memeluku?" Amel mencecear Bayu dengan begitu banyak pertanyaan
Bayu tertawa tanpa humor.
" Bagus sekali Aktingmu Amelia Fransisca. Apa kamu pernah sekolah Artis? Kamu bersikap seolah ada laki-laki masuk saat kamu tidur kemudian dia memelukmu dan kamu tidak tau begitu?"
__ADS_1
Prok prok prok Bayu bertepuk tangan setelah mengatakan semua itu pada Amel.
" Kamu tidak percaya sama aku mas? Kamu menuduhku memasukan laki-laki kdalam rumah begitu?" Amel bangkit dari duduknya dan menuding Bayu dengan jarinya.
" Lalu? Apa kamu pikir aku percaya dengan ucapanmu hah! Mana ada orang dipeluk tapi tidak tau? Kamu sengaja mel melakukan ini? Berani kamu memasukan laki-laki kerumahku? Rupanya begini kelakuan kamu?" Bayu bahkan meninggikan suaranya.
" Maas kamu berteriak kepadaku? Kamu menduhku, apa ini cuman akal-akalan kamu untuk menutupi perselingkuhanmu diluar sana. Kamu menyuruh orang untuk menjebaku agar smua terlihat jika aku yang berselingkuh begitu?" Amel tak kuasa lagi menahan amarahnya. Sejak tadi dia berusaha untuk tak berteriak, namun Bayu sudah sangat keterlaluan.
" Apa maksud kamu Amel? Aku? Berselingkuh? Apa lagi yang coba kamu buktikan Amel. Bayu heran ia merasa Amel memutar balikan fakta.
" Sudah lah mas, percuma aku ngomong sama kamu." Amel mengambil koper dan pergi meninggalkan Bayu dengan air mata yang menetes deras.
Art yang kebtulan tengah membrsihkan ruang tamu kaget melihat Amel pergi membawa koper sambil menangis.
Dari atas Bayu berteriak
" Mau kemana kamu Ameeel? Jangan pergi!" triak Bayu dari atas sambil berlari menghmpiri Amel.
Simbok mundur dan pergi kebelakang. Ia urung bertanya karna tak mau dianggap lancang karna ikut campur urusan majikan.
" Gusti, ada apa sama mereka. Ko Amel sampe bawa-bawa koper segala. Semoga mereka bisa menyelesaikan masalh mereka dengan baik." gumam simbok lirih dan pergi kebelakang.
" Apa mas apa? apa aku harus tinggal ditempat suami yang berselingkuh lalu menuduhku berselingkuh agar dia tak terlihat kebusukanya hah?" Amel mendongak menatap tajam suaminya.
__ADS_1
" Kamu menuduhku Amel? Kamu yang berselingkuh!" teriak bayu sembari menuding wajah Amel.
Hiks hiks
"Teganya kamu mas, kamu menuduhku hanya karna fitnah foto yang tak jelas itu." Amel makin terisak
"Fitnah kamu bilang? Ameel Amel, kamu yang memfitnahku. Kamu menduduhku tanpa bukti. Aku jelas memiliki bukti perselingkuhanmu." Bayu berucap seraya duduk menyilangkan kakinya dengan santai disofa.
" Bukti? Ini buktinya." ucap Amel seraya melempar amplop yang berisi foto-foto Bayu tepat diwajah Bayu stelahnya Amel lari dan kebetulan ada taxi yang lewat Amel langsung menyetopnya.
" Mau kemana bu? Tanya sopir taxi itu
" Em jalan aja dulu pak, nanti saya beritahu." Ucap Amel, sbeenarnya Amel bingung hendak keman ia pergi. Ia tak mungkin pergi kerumah Aswatama dan Laily dia tak mau membuat mereka hawatir dengan masalah Amel. Kerumah Fatimah dan Bambang juga tak mungkin.
" Kemana aku harus pergi. Hiks hiks"
Sopir hanya memperhatikan Amel tanpa ingin bertanya.
Stelah berfikir panjang Amel memutuskan untuk pergi kesalah satu penginapan terdekat untuk menenangkan hatinya dulu. Stelah itu baru ia fikirkan langkah kedepanya.
Sementara Bayu nampak mematung saat melihat foto-fotonya kala dia menolong perempuan dicafe.
" Ini kan perempuan yang dicafe?" Sjenak Bayu berfikir.
__ADS_1
" Apa maksudnya ini, apa jangan-jangan.., siaal" Bayu baru menyadari jika ada yang janggap dengan foto-foto yang Bayu dapatkan dan foto-foto yang Amel berikan padanya.