Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 50


__ADS_3

Stelah berhasil mendapatkan kunci kost oca Jeje dan vita tak mau membuang waktu lebih lama lagi. Mereka langsung membuka pintu kost itu dengan tidak sbar.


" Widiih gilaa ini gudang apa tempat tidur berntakan banget! " wita melihat seisi kamar yang dipenuhi banyak barang yang berceceran dimana-mana.


Mata jesica memicing kala melihat benda yang sangat familiar baginya. " ini kan. " jesica mengingat saat dia membrikan kado berupa jam tangan pada bastian dihari ulangtahunya satu tahun lalu.


" lo nemu apaan mbak? " vita mendekat kala melihat jeje yang masih memprhatikan jam itu.


Jesica tak menjawab apapun dia semakin penasaran dan mencari benda lain yang mungkin saja ia kenali.


Disitu jeje melihat barang-barang yang biasa bastian kenakan saat bertemu denganya. Beberapa barang memang dia beli bersama jesica. Karna bastian memang selalu meminta apa saja yang dia inginkan saat bersama jesica.


" Brengsek! Ini sebenarnya si oca sepupunya bastian atau kekasihnya si. Kenapa mereka tinggal satu atap begini? " Mata jesica membulat sempurna saat membuka koper yang ada disitu dan isinya adalah foto-foto oca dan bastian dengan berbagai pose mesra.


" vit sini deh bentaran! " jesica memanggil vita yang sibuk melihat-lihat barang-barang oca.


Vita mendekat dengan membawa beberapa potong baju yang masih berbandrol. Kemungkinan itu milik oca yaang blum sempat oca pakai.


" Gilaa mbaa, semua barang-barang mahal nih. Pantesan si oca betah digenjot terus orang lakinya tajir. " gumam vita merasa kagum dengan koleksi baju-baju mahal yang oca miliki.


" Vit, apa dia kekasih oca? " tunjuk jeje pada sebuah foto yang ia temukan didalam koper.


" Naaah iya mbak betul ini pacarnya kalau gak salah namanya bas, bas siapa gitu! " vita berusha mengingat saat oca memprknalkan kekasihnya pada vita.


" Siaa, jadi selama ini bastian udah boongin gue! Awas aja lo bas, lo bakal membusuk dipenjara. " jehe meremas foto-foto itu dan mengajak vita untuk pergi dari kamar kost mendiang oca.


" Eh mbak lo gak jadi cari bukti? " tanya vita saat mereka keluar dari kamar itu.


" Gue udah dapt buktinya vit, mksh ya. Oya gue lngsung cabut aja ya. Trimakasih vit, next time lo gue tlaktir nyalon. " jesica terburu-buru hingga ia tak lagi memprdulikan vita yang sedang jingkrak-jingkrak, " mbaak beneran yaa tlaktir nyalon. Makasih mbakuuuu! "

__ADS_1


******


Stelah pulang dari acara jalan-jalan dadakn mereka kemudian Bayu pergi kekantor.


" Mamah jangan pulang temani Amel dirumah! " titah bayu saat sblum dia pergi kekantor.


" Maas, apaan si. Aku gapapa mamah pasti sibuk! "Seru Amel merasa tak enak hati jika harus membuat mertuanya bertahan hanya untuk menemaninya.


" Gak sayang, suamimu benar kamu harus dijaga dengan baik. Emm mulai hari ini kalau bayu kekantor mamah akan disini nemenin Amel sampe bayu pulang kantor. " Ucpan fatimah semakin membuat Amel merasa tak enak hati.


Smenjak mendengar berita kehamilan Amel, apa lagi karna Amel hamil kembar semua keluarga mendadak menjadi posesif. Bahkan mereka tak mngizinkan Amel melakukan apapun. Amel jadi merasa bosan lantaran dia hanya diizinkan duduk dan tiduran saja.


" Ingat sayang jangan lakukan appun yang membuatmu lelah. Jika perlu kamu tidak usah turun dari tempat tidur! " mendengar larangan bayu amel mencebikam bibirnya. Ia merasa semua orang terlalu berlebihan.


" Sayang, dedy kerja dulu ya. Baik-baik dalam perut momy. Dedy janji dedy akan pulang lebih cepat stelah kerjaan dedy selesai. Cup cup cup. " bayu membisikan itu diperut istrinya kemudian mencium perut istrinya berkali-kali.


Fatimah tersnyum melihat tingkah putranya, dia jadi teringat saat dia hamil dulu suaminya memperlakukan dia hal yang sama seprti apa yang putranya lakukan pada istrinya.


Mengingat kehamilan dia jadi teringat akah Randi, mendadak fatimah rindu dengan putranya itu. Tanpa dikomando airmata fatimah menetes dan itu trlihat oleh Amel dan bayu.


" Maah, kenapa nangis? Mamah sakit, atau kenapa? " Bayu mendekati ibunya. Fatimah langsung menghapus airmatanya.


" Mamah nangis bahagia nak, mamah mau punya cucu kembaar. Ini masih berasa sprti mimpi. " Fatimah berusha tersenyum saat menyampaikan itu.


"Mafiin mamah ya nak, mamah tak mau merusak kebahagiaan kalian dengan mengatakan kebenaranya. Mamah memang sangat merindukan randi. Ya Tuhan, kenapa nasib kedua anakku berbanding terbalik begini. "Gumam fatimah dalam hatinya.


" ooh kirain mamah kenapa, ya udah mah bayu berangkat dulu. Titip Amel ya mah, bayu janji akan pulang lebih cepat. " Bayu menyalami fatimah dan mencium pipi ibunya kemudian pergi kekantor dengan penuh semangat dan bahagia.


" Bayu sudah pergi mah? " tanya bambang saat masuk kedalam kamar putrinya. Bambang baru saja menerima telfon dari kantor polisi dia sengaja menjauh dari putra dan menantunya karna tak ingin menganggu kebahagiaan mereka.

__ADS_1


" Iya pah, siapa yang telfon? " fatimah bertanya pada suaminya karna dia juga sama sekali tak tau siapa yang menelfon suaminya.


" Eng, temen papah mah. Ngajakin ketemuan satu jam lagi. Mungkin ada proyek baru, lumayan kan nanti papah alihkan sama bayu. " Bambang terpaksa berbohong pada istrinya didepan Amel.


Bambang tau saat berbicara tentang Randi itu membuat amel sangat sensitif.


" Biar gak kejebak macet papah berangkat sekarang ya mah, Amel papah tinggal dulu. Baik-baik dirumah sama mamah. Cucu-cucu oppa yang pinter, oppa pergi dulu ya. Baik-baik diperut momy, jangan rewel ya biar momy bisa istirahat! " Bambang melakukan hal yang sama seprti bayu, berbisik diperut Amel dan mengusapnya dengan lembut.


" Iya oppa, oppa hati-hati dijalan. " ucap Amel sambil menirukan suara khas bayi. Itu membuat mereka bertiga tertawa karna lucu dengan apa yang Amel lakukan.


Bambang pergi dari kamar Amel dan bersiap untuk kekantor polisi. Fatimah merasa jika suaminya sedang Menyembunyikan sesuatu darinya dan dia ingin memastikan itu sblum suaminya pergi.


" Amel kamu tunggu sbentar ya nak, mamah kebawah dulu mau bikin jus. Tadi mamah liat ada mangga dikulkas. Sbentar ya nak! " karna tak mau membuat Amel curiga fatimah sampai berbohong dengan mengatakan akan membuat jus.


" Iya mah, jangan terlalu banyak gula mah. " Pinta Amel sbelum fatimah pergi dan fatimah hanya menjawabya dengan anggukan kepala.


Saat sudah turun dari tangga fatimah berlarian menuju pintu menyusul suaminya.


" Paaah tunggu! " teriak fatimah dari dalam saat bambang hendak menuju mobilnya.


" Iya mah, kenapa? " tanya bambang dengan lembut. Sbenarnya bambang sudah tau jika fatimah meenemuinya untuk mennyakan perihal seseorang yang menelfonya.


" Anu pah, mamah..


Bambang mengambil nafas panjang dan menghmbuskanya perlahan.


" Mamah mau tau kan siapa yang nelfon papah tadi? " fatimah hanya menjawab dengan anggukan kepala.


" Itu dari kantor polisi mah, Randi...

__ADS_1


__ADS_2