Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 20


__ADS_3

Stelah sampai rumah amel trus saja trmenung akan smua prkataan randi.


" Haai sayang.. Sudah pulang kamu nak? Gimana randi, sehat?" Laily datang dari atas saat Amel baru saja masuk rumah.


" Oh hai ma, iya dia sehat tapi.."


Amel menjeda ucapanya


" tapi apa sayang?" Laily terlihat penasaran dengan apa yang hendak Amel ucapkan


"Randi sudah tau soal pernikahanku dengan mas Bayu mah." Terang Amel dengan wajah lesu


" Terus? Bukankah itu lebih baik, apa dia marah? Bersikap kasar sama kamu?"


Laily bertanya dengan nada hawatir, Laily paham perangai Randi seperti apa kala marah.


"Marah, ya dia bgitu marah mah, tapi entah apa dan dari siapa dia tau kebenaran ini mah. Gak mungkin mamah fatimah ataupun papah Bambang? Jawab Amel dengan lirih


Amel trlihat memikirkan itu, membuat dugaan siapa yang skiranya jadi tersanganya.


" Ya sudah nak jangan difijirkan lagi soal itu! Emm nak,, boleh mama bertanya satu hal?" Tanya Laily pada putrinya


Kening amel nampak berkerut, " mama mau tanya apa si ko kaya srius bgt mah?"


" Eng, Bagaimana hubungan kamu sama Bayu nak? Mama liat sikapnya begitu hangat, emm ap selalu seprti itu? Atau itu hanya saat ada mama dan papa? " Cecar Laily pada Amel. Laily ingin memastikan perihal hubungan putri dan menantunya.


Amel nampak menghela nasfas sbelum menjawab prtanyaan yang laily lontarkan.. Senyum terbit dibibirnya.


"Aku dan mas bayu baik-baik saja mah, awalnya memang kita sma-sama kesal. Tapi stelah kita brbicara kita memutuskan untuk berteman mah, mungkin prnikahan aku dengan dia karna ketrepaksaan demi menutupi rasa malu dan reputasi keluarga, tapi ahirnya kita memutuskan untuk mencoba menerima pernikahaan ini." Jelas Amel panjang lebar agar ibunya tak lagi hawatir


" Heeem, syukurlah nak. Mamah si berharap kalian bisa menerima dan bisa mencintai satu sama lain.


Pernikahan itu bukanlah permainan atau kesepakatan nak, itu ikatan suci yang sudah disaksikan oleh Tuhan. " Ucap Laily seraya mendekat kearah putrinya


"Saat ijab qobul terjadi saat itulah kamu dan Bayu sudah trikat didalamnya. Bukan hanya itu bahkan kamu harus melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri.


Layani suamimu dengan baik, saat kamu ihlas menjalaninya maka itu pahala yang besar untukmu dan surga sebagai hadiahnya. Meskipun rasa cinta belum ada atau bahkan tidak ada, tapi kewajiban merupakan kewajiban. "


Kamu akan berdosa saat kamu melalaikanya. Uruslah suamimu dengan baik, jadilah istri yang baik heeem. Laily berbicara dengan penuh kasih sayang, menatap lekat wajah ayu sang anak.


" Emm, Baik ma,aku akan selalu ingat pesan mama. " Amel mengangguk patuh akan nasihat sang ibu.


" Semoga anak mama bahagia selalu ya nak.


Ibu dan anak itu berpelukan, dalam hati Laily memanjatkan doa-doa trbaik untuk sang putri mengharap kbaikan dalam hubungan putri dan menantunya.


*******


Dikantornya kini Bayu kedatangan tamu, orang yang perah mengisi relung hatinya kendati itu belum sedalam palung.


Tok tok tok


Nana sekertaris Bayu mengetuk pintu ruangan Bayu..


" masuuk! " perintah Bayu masih dengan duduk dikursi kebesaranya


Pak ada tamu yang mencari bapak


" Tamu? Siapa? Apa saya ada janji temu dengan klien atau siapa?" heran Bayu karna merasa tak ada janji dengan siapapun


" Bukan pak, dia bukan klien atau rekan bisnis bapak." Jelas Nana


" lantas, siapa dia?" tanya Bayu masih saja penasarab

__ADS_1


" Dia seorang wanita pak." Ucap Nana masih menunggu perintah selanjutnya.


" istriku?"


Bayu nampak brfikir pasalnya amel belum tau dimana kantor bayu.


" Bukan pak, dia mengaku bernama jesica teman bapak." Terang Nana lagi


" jeje? "


Ya sudah suruh dia masuk."


Titah Bayu pada ahirnya


Nana mengangguk dan mninggalkan ruangan bayu, berjalan menuju lobi karna tadi dia menyuruh jesica untuk menunggunya dilobi.


Stelahnya dia memanggil Jesica dan menyuruhnya untuk menemui bayu diruanganya.


Jesica lantas berjalan menuju tempat dimana ruangan sang persdir muda itu.


Tok tok tok


Ckleek


Jesica tersenyum kearah laki-laki dengan stelan jas warna hitam didepanya.


" Jeje " Sapa Bayu


" Apa aku bisa masuk?" Tanya Jesica yang berdiri diamabang pintu


Bayu hanya mengangguk


" Maaf mengganggu waktumu, apa kabar?" Jesica nampak berbasa basi


" Kamu mau minum apa biar nanty ob datang ksni membawakanya untukmu." tawar Bayu


" Eeem tidak usah, aku tidak haus."


Jesica kmudian menjatuhkan bokongnya disofa panjang diruangan Bayu.


Bayu duduk disebelahnya dia memandang Jesica sejenak kmudian melihat kearah lain lagi.


" Bagaimana keadaanmu jeje?" Bayu bertanya namun tatapan matanya entah kearah mana, bukan kearah seseorang yang dia tanyai


"Aku, Tak sebaik kamu tentunya." Dusta Jeje demi menarik simpati Bayu


" Benarkah? " Tanya Bayu dan melihat iris mata Jeje melihat apa ada kebenaran didalamnya.


" Bagaimana bisa kamu brtanya aku baik atau tidak, apa kamu lupa?" Ucap Jesica dengan wajah sendu


Huuuft! Bayu menghela nafas kasar


" Jangan membuatku merasa menjadi orang jahat jee. Aku sama trluknya, namun aku tak berdaya je! Aku tak mau membuat orangtuaku terluka, cukup Randi yang melukainya aku tidak! Aku rela melakukan appun untuk orangtuaku jee." ucap Bayu pada ahirnya


" Termasuk kebahagiaanmu? " Tanya Jeje seolah meragukan ucapan Bayu


" Ya, appun itu je.


Ayo lah je, Mengrtilah! "


Bayu berusha membuat Jesica mengerti


" Kamu yang tak mengrti aku bay, " Ucap Jesica seolah ia sangat terluka. ,

__ADS_1


"Oh yaa? Ada apa kamu kesini tumben? Biasanya kamu meminta brtemu diluar." Bayu berusha mengalihka pembicaraan


" Aku tau kamu sibuk bay. " jawab Jesica dengan wajah yang masih dibuat sendu


" Tidak jee! Jangan sungkan, katakan ada apa hum?" Bayu seolah tau Jesica ada maksud lain


"Bayu aku tau kamu menikah hanya karna orangtuamu, aku nggak bisa gini trus yu. Ayolah aku tak masalah. Aku mencintaimu sayang."


Jesica melancarkan aksinya, memasang wajah manja dan manisnya. Kini Jesica bahkan memeluk Bayu dari arah samping.


"Jangan begini jee! "


Bayu menyingkirkan tangan jesica darinya.


" Aku hanya memintamu berbagi bayu." ucap Jesica semakin tak tau diri


" Jeeeee! " bentak Bayu


" ah sudahlah. Kamu memang tak mencintaiku kan? Aku tau, aku tak sepdan dengamu, aku selalu merepotkanmu dengan smua masalh keluargaku. Mungkin kamu."


Hiks hiks


Jesica pura-pura terisak agar Bayu tersentuh hatinya.


" Maaf je, kamu sudah tau alasanya. Tolonglah jee, Bukan itu maksudku." Bayu mulai nampak frustasi


" Yw ya yaaa sudah aku tak mau mendengar appun lagi. " Jesica mengambil tasnya dan mas meningglkan Bayu.


" Jeje! " Panggil Bayu saat melihat Jesica keluar dari ruanganya.


Huuuft


" Ma'afkan aku jeee." Bayu kembali kekursi kebesaranya ia melanjutjan pekerjaanya. Mencoba untuk tak memikirkan ucpan Jesica.


****


Ditmpat lain Fatimah sedang menangis, ia sangat sedih karna Randi tak mau menemuinya saat Fatimah dan Bambang berkunjung.


"Hiks hiks


Apa salah kita ya pah?" tanya Fatimah pada suaminya


" Sudahlah mah mungkin Randi sedang ingin sendri dan tidak mau bertemu siappun. Biarkan saja kalau dia sudah tenang dan baik-baik saja pasty dia mau menemui kita lagi, besok kita keseni lagi ya mah." Bambang berusha menengkan istrinya


" Tapi pah, mamah rindu ingin melihat wajahnya, mamah sudah masak makanan kesukaan dia. Mamah ingin menyuapinya dengan tangan mamah Huhuuuuu. "


Fatimah tergugu dalam pelukan suaminya.


" Kita pulang ya mah, biar sipir yang membrikan makananya pada randi." Bambang meninggalkan istrinya, membawa rantang yang ia bawa untuk sang putra.


" Pak titip ini untuk anak saya! " Ucap Bambang pada sipir penjaga.


" Baik pak nanti saya sampaikan pada sodara Randi." sipir itu menerima Rantang yang Bambang berikan.


Dibalik jeruji besi Randi hanya melihat orangtuanya dari celah, tanganya mengepal bahkan matanya merah dan memanas.


" Aku sangat menyayangi kalian mah pah, tapi sikap kalian sangat menyakitiku.Ma'afkah Randi mah pah." Air mata pria itu bahkan menetes, meskipun ia begitu marah tapi tak bisa dipungkiri ia sangat menyayangi orangtuanya.


*****


Dirumahnya kini Amel sedant bersiap karna sbentar lagi suaminya pulang, sebenarnya Amel tak seantusias itu menyambut kepulangan suaminya. Namun Laily memaksa Amel untuk mandi bahkan berdandan secantik mungkin.


" Suami pulang itu harus dandan yang cantik biar dia betah dirumah dan merasa dihargai dan biar makin sayang sama kamu."

__ADS_1


Ucap Laily sembai pada membantu Amel bersiap.


__ADS_2