
" Randi kenapa pah? " fatimah terlihat penasaran saat mendengar hal yang menyangkut putra bungsunya.
Bambang menghela nafas panjang sbelum menyampaikan berita tentang Randi.
" Apaaa pah, jelasin sama mamah! " Tanya fatimah sambil mengguncang bahu suaminya.
" Randi kabur dari penjara mah. " Ucap bambang dengan penuh Amarah dan kekecewaan.
" Astaga Randii! " fatimah hampir limbung mendengar hal itu, untung saja bambang sigap menangkap hingga fatimah tak sampai terjatuh.
Fatimah memegangi dadanya yang terasa nyeri. " Anak ituu, kenapa selalu saja membuat masalah. Kabur kemana dia, kenapa bisa kabur? "
" Sabar mah, mamah duduk dulu tenangin diri mamah. " Bambang memberikan air mineral yang ada didalam mobil.
" Bagaimana mamah bisa tenang pah! Hiks hiks Randii. "
" Maah, papah akan kekantor polisi sekarang. Papah mau mencaritau semuanya, polisi meminta papah datang kesana. Papah minta mamah harus tenang, jangan katakan apapun didepan Amel. Ingat mah, amel lagi hamil dia tidak boleh stres! " Bambang trus saja menenangkan istrinya yang terlihat begitu syok dengan fakta mengenai Randi.
" Mamah ikut ya pah! " rengek fatimah, namun langsung mendapat penolakan oleh bambang.
" Jangan mah, inget Amel sendirian dirumah. Papah takut kaburnya randi karna dia masih mengincar Amel. Kadang rasa cinta itu membuat seseorang menghalalkan segala cara mah. "
" Tapi pah,
" Maaah, tolong percaya sama papah. Randi memang putra kita. Tapi saat ini dia buronan, keslamatan Amel itu lebih penting mah. Jangn hanya karna satu orang anak kita membahayakan tiga nyawa. Mah Amel hamil dua cucu kita. " Ucapan bambang membuat fatimah tersadar dan mengusap airmatanya dengan kasar.
__ADS_1
" Iya pah, mamah lupa ada Amel dan calon cucu-cucu kita. Pergilah pah, mamah akan jaga Amel dengan baik. Hubungi bayu biar bisa bantu papah. " kali ini fatimah terlihat lebih tegar dan tegas.
" Naah gitu dong, jaga putri dan calon cucu-cucu kita. Papah pergi dulu ya mah. Cup " bambang mencium kening fatimah dan stelahnya pergi karna sudah sangat terlambat. Bambang langsung membritahukan pada bayu jika randi jadi buronan sekarang. Mereka memutuskan untuk langsung bertemu dikantor polisi.
*****
Haaaah haaah haaah
" Sial harus kemana lagi nih, mana masih jauh tuh apartmen jeje. " Randi merogoh sakunya untung saja dia masih menyimpan kartu nama Jesica. Saat ini Randi masih mengenakan baju tahanan dia bersembunyi disemak-semak ditengah hutan. Entah dimana dia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah.
" Gimana caranya gue menghubungi si jeje, ini ditengah hutan. Mana mungkin gue keluar dengan pakaian seprti ini. " Ditengah kebingunganya randi menemukan sebuah pondok yang tak jauh dari tempatnya bersembunyi saat ini.
Randi mengedar pandangan takut jika tiba-tiba ada yang mengintai atau mengikutinya. Saat sampai dipondok itu randi kbingungan karna ternyata pondok itu dilengkapi dengan pintu yang tergembok.
" Sial, pake digembok lagi. Gimana mau masuknya nih. " Randi memikirkan cara bagaimana bisa membuka gembok itu dan matanya melihat batu yang lumayan besar. Dengan usaha yang cukup keras ahirnya randi bisa membuka gembok itu, matanya melebar kala melihat isi dalam pondok itu. Entah sbuah kebtulan atau keberuntungan. Dalam pondok terdapat ranjang kecil dan yang membuatnya bruntung adalah ada beberapa helai pakaian.
*****
" Siang pak, bagaimana kejadianya pak? Kenapa randi sampai bisa melarikan diri? " tanya bambang dengan wajah yang memerah menahan amarah dan kekecewaan.
" Begini pak jam 2 malam randi mengeluh sakit dan dia pingsan ahirnya kami memutuskan untuk membawahnya kerumah sakit karna taku terjadi sprti sbelumnya. Hingga dalam perjalanan tiba-tiba randi memukul petugas yang menjaganya kemudian melukai sopir kami. Petugas kami satu terluka dan satu pingsam dan kesmpatan itu digunakan randi untuk melarikan diri. Kemungkinan randi sudah merencanakan ini jauh-jauh hari. " Mendengar penjelasan itu bambang memegangi dadanya.
" Sabar pak sabar, tenangkan diri anda. Tarik nafas perlahan lalu hembuskan. " Petugas itu menengkan bambang yang terlihat sangat syok.
" Sa-saya tidak apa-apa pak. Lantas bagaimana apakah sudah ada titik temu apa sudah bisa ditemukan? " meskipun marah bambang juga menghawtirkan kondisi putranya.
__ADS_1
" Belum pak, tim kami sama sekali belum menemukan keberadaan sodara randi. Saat ini tim kami tengah menyusuri daerah-daerah plosok yang memungkinkan menjadi tempat persembunyian randi. Ada kemungkinan juga sodra randi bersembunyi dihutan. Namun jarak dari tempat kejadian kehutan sangat jauh jikapun sodra randi lari kesana kemungkinan belum terlalu dalam masuk kedalam hutan. "
Tiba-tiba terdengar suara langkah seseorang semua yang ada disitu menengok keblakang.
" Maaf saya terlambat, pah gimana dengan Randi? " bayu terlambat datang karna harus menemui salah satu tamunya dari luar kota.
Kemudian petugas itu menjelaskan ulang mengenai kaburnya randi. Bayu tak kalah tetkejutnya, tak habis fikir kenapa ransi bisa berbuat sejauh itu.
" Kami minta dengan sangat bantuan dari kalian. Jika mendengar atau melihat keberadaan sodra randi segera laporkan. Jika anda melindungi atau menyembunyikan buronan maka anda akan terkena pidana terjerat pasal. Anda bisa mendekam dipenjara. " ucap petugas itu dan stelah semuanya slesai bayu dan bambang diprsilahkan pulang.
" Dada papah sakit rasanya memikirkan kelakuan adik kamu yang selalu saja berulah. " Bambang memegangi dadanya, raut wajahnya menunjukan betapa kecewanya dia. " Didikan ku dipertanyakan karna ulah salah satu anakku. "
" Paaah, papah pulang dan istirahat saja. Urusan randi biar aku yang slesaikan. Aku akan cari dia sampai dapat." Bayu merasa tak tega melihat kondisi ayahnya yang sangat terpuruk. Bayu hawatir dengan kesehatan sang ayah.
*****
"Maaaah, ko mamah kay abis nangis si mah? " tanya Amel saat fatimah kembali dengan membawa sgelas jus.
" Em mana ada mamah nangis nak, tadi pas lagi jalan turun mata mamah entah terkena apa rasanya pedih makanya mamah lama karna tadi ngobatin mata mamah dulu. " fatimah trpaksa berbohong, dia sampai pura-pura mengucek matanya.
" Ya Ampun mah, kalau gitu harusnya mamah istirahat gak usah bkin jus. Sini mah rebahan sama Amel. " Amel menepuk kasur disbelahnya dan menyiapkan bantal untuk fatimah istirahat.
Karna tidak ingin ditanya lebih lagi oleh amel fatimah trpaksa mengiyakan prmintaan Amel.
" Hoaaam, seprtinya mamah memang butuh tidur sbentar. Sayang kalau perlu apa-apa bangunkan mamah ya! Inget jangan sungkan, oke sayang! Cucu omaa, omma tidur dulu ya. Baik-baik sama momy! Cup cup. " Fatimah mencium perut rata Amel dan mengusapnya dengan lembut.
__ADS_1
" Iya omma, tidur yang nyenyak yaa. Aku janji gakan rewel dan gakan bikin momy repot. " Amel menirukan suara khas bayi dan itu sukses membuat Fatimah tertawa hingga ia lupa akan kesedihanya.