Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 8


__ADS_3

Stelah sampai dirumah sakit Amel lngsung ditangani doktr.


" Bapak ibu silahkan tunggu diluar, biarkan kami mmeriksan keadaan pasien." Ucap dokter yang menangani Amel. "


" baik dok. " ucap semua orang dan mereka duduk diruang tunggu.


Sementara Amel diperiksa dokter kedua keluarga itu nampak duduk didepan dikursi tunggul. Keadaan rumah sakit sedikit agak sepi.


" Bagaimana dengan besok pak Bambang? Seprti yang kita dengar tadi dari amel. Aku tak mau menikahkan putriku dan membuatnya mendrita setelah hari prnikahanya."


Dia putri semata wayangku.Tapi aku juga tidak mau dipermalukan didepan smua orang. Kalau soal kerugian aku tak memprmasalahkanya.


Tapi ini menyangkut reputasiku pak bambang.


Bahkan bukan hanya aku tapi juga anda!" Aswatama berbicara seraya berdiri didepan pintu ruang priksa, tatapan matanya melihat kedalam dibalik kaca pintu ruangan itu.Salah satu tanganya ia masukan kedalam saku celana.


Hening semua diam larut dalam pikiranya masing-masing namun hati mereka begitu gundah, entah apa yang akan mereka lakukan dan entah cara apa yang akan menyelamatkan mereka dari rasa malu.


Disekeliling mereka banyak orang berlalu lalang, namun kedua keluarga itu nampak trpaku hatinya seakan membeku.


" Aku punya solusi,. Itu pun jika kalian semua setuju. Aku rasa ini akan menyelamatkan kita dari rasa malu. Namun aku butuh kerjasama dari salah satu orang yang ada disni untuk sedkit berkorban." Fatimah tiba-tiba mengutarakan apa yang ia fikirkan sejak kemarin.


Sontak semua pasang mata yang ada disitu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


" Mamah?"


Bambang melihat kearah istrinya.


Fatimah hanya mengangguk dan membrikan kode lewat tangan agar bambang diam dulu, kmudian fatimah melihat kearah Bayu,mengusap perlahan pundak Bayu.


Bayu merasa heran kenapa mamahnya brsikap demikian, namun bayu tak trfikirkan sama sekali tentang apa yang akan ibunya sampaikan.


"Apa itu jeng?"


Kini laily nampak penasaran dengan ide yang akan fatimah sampaikan.


Aswatama mendekat kearah Fatimah


Fatimah nampak mengehmbuskan nafasnya sejenak kmudian ia menatap kearah bayu lagi sbelum brbicara


Bayu hanya menatap ibunya dengan salah satu alis terangkat. Seakan itu mengisyaratkan sbuah pertanyaan dalam diri bayu.


" pernikahan akan tetap brlangsung besok namun mempelai laki-lakinya kita ganti, dengan begitu kita akan terbas dari rasa malu.


Reputasi kita trselamatkan." Ucapan Fatimah membuat semua orang menoleh kearahnya.Tatapan mereka seakan mengulitinya.


"Apa maksud mamah?"

__ADS_1


Bambang bertanya seraya mengguncang bahu istrinya.


"Sabar pak saba." Laily menepuk pundak Bambang, bambang menoleh dan menghmbuskan nafas kasar kmudian duduk disamping istrinya.


"Jeeeng apa kamu serius dengan apa yang kamu katakan heem? Dengan siapa kita mengganti mempelai laki-lakinya, jangan sembarangan jeng. Aku tidak memprtaruhkan masadepan putriku hanya karna ingin Menyelamatkan reputasi." Kini Laily yang terisak


Aswatama mendekat, memeluk istrya kmudian menatap tajam Fatimah.


"Bagaimana bisa anda membrikan ide macam itu.Apa anda tidak memikirkan perasaan anaku?" Aswatama brbicara dengan nad tegas


" sabar pak, sabar jeng aku belum selsai dengan ucapanku." Fatimah berusaha menengkan besanya


" Sabar kamu bilang jeng, kamu akan menikahkan anaku dengan siap? "Hiks hiks Laily semakin trisak dalam pelukan suaminya Aswatama.


"Iya mah, mamah yang benar saja, jangan ngawur kamu maah!" kali ini bambang bersuara. Smentara Bayu hanya diam ditempatnya


Namun ada kehawatiran dalam hati Bayu, pasalnya sedri tadi sang ibu tak berhenti menatapnya. Tatapan sang ibu seakan mengisyaratkan permohonan dan meminta tolong.


" paah"


Fatimah mengangguk dan mnyuruh suaminya untuk diam dengan jari tlunjuk yang ia tempelkan dibibir.


Bambang hanya mengaangguk pasrah.

__ADS_1


__ADS_2