
Udara pagi yang terasa dingin tak dirasakan oleh pasangan yang baru saja diterpa badai dalam rumah tangganya. Pasalnya dikamar penginapan yang tak terlalu besar itu justru terasa panas lantaran kegiatan mereka yang sedang berbagi keringat.
Hosh hosh hosh
Nafas keduanya terdengar bgitu memburu.
Cup
Bayu mencium bibir ranum istrinya stelah mereka sama-sama merasakan lelah akibat olahraga paginya diatas kasur.
" Trimakasih sayang, ternyata baju itu sangat cocok kamu pakai dan sukses membuat ularku terus menggeliat." ucap Bayu dengan tatapan nakal.
Amel tersipu dipuji demikian.
" Ko bisa si mas kamu kepikiran beli baju beginia? Ini bahkan tak layak disebut baju. " ucap amel sembari terkekeh.
" Kamu inget kado yang mamah sama papah kasih? " tanya Bayu pada Amel.
" Ooch! aku lupa membukanya mas. Ucap Amel sembari menepuk keningnya.
" Gapap sayang toh isi kadonya sudah kamu pakai tadi. " jelas Bayu kemudian
Amel nampak menyengritkan keningnya, sjurus kemudian dia melihat Lingerie yang tergeletak dilantai karna Bayu tadi membuangnya kesembarang tempat.
" Ini maksud kamu mas isi kadonya? " Amel bertanya seraya memungut Lingerie warna merah itu.
" Ya sayang, bahkan tak hanya satu. Masih ada dua lagi. " Tunjuk Bayu pada due lingerie yang Bayu letakan diatas koper Amel. Namun Amel belum menyadarinya.
" Astaga mamah, niat banget sih sampe beli sgitu banyak." Ucap Amel namun wajahnya sudah seprti kepiting rebus.
" No! Ini belum cukup sayang, bahkan mas akan membelikanya empat sampai lima buah mungkin." Ucap Bayu sembari mendekat kearah istrinya yang masih telanjang namun berbalut slimut.
Dan itu sangat menganggu pemandangan Bayu karna dada Amel tampak menyembul dibalik selimut.
" Kamu mau ngapain mas?" tanya Amel saat bayu mendekat dan bahkan sudah mengukungnya lagi.
" Ini sangat menggodaku sayang, mana bisa tahan untuk tidak melahapmu." Ucap Bayu dengan lirih namun tangannya yang trampil sudah meremas buah dada Amel dan kini Amel kembali telanjang tanpa balutan slimut lagi.
" Maas, kita sudah melakukanya tiga kali. Masa mau lagi, aku masih cape mas. " Rengek Amel namun sama sekali tak digubris oleh Bayu. Bahkan tangannya sudah menelusup kebawah sana, dilembah surgawi milik istrinya yang selalu membuatnya candu.
" Emmpeth Aaaaah"
Amel melengguh, merasakan kenikmatan jemari suaminya yang sudah mengobok-obok lubang kenikmatanya.
******
Fatimah kini baru saja sampai dirumah Bayu diantar oleh Bambang suaminya.
__ADS_1
" Ko rumah kaya sepi ya pah?" ucap Fatimah kala ia baru saja keluar dari dalam mobil.
" Biasanya juga begini mah, emangnya rumah Bayu pernah ramai? Gak kan? " ucap Bambang sembari mendekat kearah istrinya.
" Selamat pagi pak bu! " Sapa satpam saat sudah menutup kembali gerbang.
" Pagi, ini apa rumah kosong? " Tanya Bambang memastikan.
" Iya pak bu, rumah kosong. Sibos pergi tengah malam. " jelas satpam itu dengan suara lirih.
" Pergi? Tengah malam, kemana Bayu dan Amel pergi tengah malam. Apa mereka pergi bulan madu. Tapi kenapa harus tengah malam ya pah? " fatimah nampak bingung mendengar ucapan satpam itu.
" Eng anu bu, sibos pergi sendrian." Ucap satpam itu dengan kepala tertunuduk. Ia bingung harus menjawab apa jika Bambang dan Fatimah bertanya lebih.
" Ooh berati dirumah ada Amel, ko tadi kamu bilang ramah kosong sih. Ya udah pah ayo kita masuk. Mamah pengin mastiin Amel udah baikan apa belum. " Ucap fatimah hendak melangkah menuju rumah.
"Rumah kosong bu! " Teriak satpam itu saat melihat Fatimah berjalan menuju teras.
" Looh kamu ini bagaimana si, tadi katanya Bayu pergi sendri tengah malam. Berati Amel dirumah kan? Lah terus kenapa kamu bilang rumah kosong? " Fatimah nampak tersulut emosinya lantaran ia merasa satpam itu seprti berbelit-belit.
" Anu bu, sbenarnya..
Satpam itu menjeda ucapanya, sbenarnya ia takut dan bingung harus menjelaskan bagaimana.
" Sebenarnya apa, ini ada apa siih?" berang Fatimah.
" Begini bu.. Kemudian mengalirlah cerita satpam rumah Bayu menceritakan semua yang terjadi diantara Bayu dan Amel kemarin.
" Sabar mah sabar, kita coba telfon mereka lagi ya mah. " ucap bambang menenangkan istrinya.
" Terus bayu kemana? " tanya Bambang pada satpam rumah Bayu.
" Eem kemarin bos bilang katanya kalau ada yang cari dia suruh bilang sibos mau keluar kota ada urusan. " jelas satpam itu, memang benar Bayu berbicara demikian sebelum dia pergi mencari Amel.
" Ya Tuhan, Bayu kemana? Mamah yakin mereka hanya salah faham saja. Lindungi mereka ya Robb. " Fatimah nampak terduduk lesu diteras rumah Bayu.
Fatimah meras lemas mendengar kabar prahara dalan rumah tangga putranya yang baru seumur jagung.
Tanpa mereka sadari sepsang mata sedang mengintai dan mendengarkan pembicaraan mereka.
Laki-laki yang kini memakai hodie warna hitam disertai topi dan makser itu tampak menyingrai licik.
Dia kemudian mengirimkan rekaman suara yang diam-diam dia rekam saat fatimah dan bambang sedang berbicara tadi.
" Yeees, misi berhasil kamu pasti suka dengan kerjaku jesica." ucap laki-laki itu dengan senyum licik diwajahnya. Stelah merasa cukup lak-laki itu pergi meninggalkan halaman rumah bayu.
***
__ADS_1
Diapartemenya Jesica terlihat sangat puas saat sudah mendengar dan melihat potongan vidio yang dia terima.
" Hahahahaaa, kena kamu mas! Siapa suruh kamu melupakanku! Ucap jeje sembari berjalan menuju balkon.
" Dan kamuu, rasain kamu. Beraninya kamu merebut miliku! Aku hanya memintamu berbagi namun kamu sudah membuatnya melupakanku. Jadi terima pembalasanku!" gumam jesica, dia tak tau jika dua orang yang ia adu domba kini sedang merengguh nikmatnya surga dunia.
Jesica lntas membuka lagi ponselnya dan mentransfr sejumlah uang untuk seseorang yang sudah membantunya.
Stelahnya jesica menelfon orang tersebut.
" Hallo bas! Sapa jesica pada laki-laki yang ternyata Bastian yang tak lain tak bukan adalah kekasihnya sendiri.
" Hallo sayangkuu, my honey babyku! Kamu suka dengan hasil kerjaku hum?" ucap bastian dengan suara yang terdengar sangat bahagia disberang sana.
" Trimakasih bas, kamu memang selalu bisa aku andalkan. Cek ponsel kamu, aku sudah transfr bonusmu. " ucap Jesica kemudian mematikan sambungan telfonya.
" Aaah sangat menyenangkan, tanpa susah payah rekeningku terus terisi. " Bastian terlihat berbinar melihat nominal yang tertera saat membuka notif transfran dari jesica.
" Kita belanja sayang, bersiaplah hari ini kamu bisa belanja banyak! " titah Bastian pada oca yang ada sisebelahnya.
" Baik sayangku, menyenangkan sekali jika terus seprti ini." ucap oca dan kemudian bangkit dari berbaringnya.
******
Sementara Amel kini baru teringat janjinya bersama Fatimah kemarin.
" Ya ampun mas, aku lupa ada janji sama mamah pagi ini. Aku harus segera bersiap nanti mamah nunggu aku. " ucap Amel sembari bangkit dari duduknya.
Amel kemudian langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi.
" Janji kemana sayang?" tanya Bayu dari luar kamar mandi, bahkan Bayu berdiri didepan pintu kamar mandi.
" Mau jenguk Randi mas, mamah minta aku temenin. Sebenernya mamah ajak kamu juga. Itu si kalau kamu mau. " teriak Amel dari dalam kamar mandi sembari mengguyur tubuhnya dibawah shower.
" Mas ikut kalau begitu. " jawab Bayu kemudian menerobos masuk kedalam kamar mandi.
" Maas kamu mau ngapain? " tanya Amel saat Bayu sudah didekatnya dan mengguyur tubuhnya dibawah shower bersama Amel.
" Mandi lah, ngapain lagi memangnya?" ucap Bayu sambil menaik turunkan Alisnya menggoda Amel.
" Eng anu mas, kan bisa gantian mas! " sungut Amel pura-pura marah. Sbenarnya itu untuk menutupi rasa malunya lantaran ia sudah salah sangka pada suaminya.
" Biar cepet sayang, habis ini sekalian kemasi barang-barang kamu kita langsung pergi kebali. Mamah sudah pesan tiket bulan madu untuk kita." ucap Bayu sambil menggosok punggung Amel.
Tubuh Amel meremang,mendapat sentuhan dari suaminya dalam keadaan basah membuat tubuhnya meraskan lagi desiran-desiran Aneh yang menjalar disekujur tubuh.
Namun lantaran ia sedang terburu-buru jadi Amel berusaha mengalihkan rasa itu.
__ADS_1
" Ada apa sayang, kenapa kamu mendesah. Kamu mau lagi?" tanya Bayu, sebab tangan Bayu kini mengolesi pantat Amel dengan sabun dan sedikit meremasnya. Itu membuat Amel sedkiti meraskan sensai yang luar biasa.
" Maaas, ucap Amel lirih ditelinga Bayu.