
" I-itu Bayu pah. " Tunjuk Fatimah yang melihat Bayu sedang berdiri dipinggir jalan.
" Iya mah sabar kita udh deket ko. " Ujar bambang sambil menambah kecepatan laju kendaraanya.
" Bayuuuu! " Seru fatimah dari dalam mobil saat bambang sudah menepikan mobilnya didekat Bayu.
Bayu gegas berjalan kearah mobil dan menyuruh bambang duduk pindah kekursi samping smentara dia menggantikanya dikursi kemudi.
" Pelan-pelan nak bawa mobilnya. " Ucaap Fatimah yang merasa takut lantaran Bayu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Biar cepet sampai mah, aku hawatir Amel kenapa-kenapa. " Terang bayu sambil terus melajukan kendaraanya.
Tak butuh waktu lama mobil itu kini sampai ditaman anggrek. Bayu fatimah dan bambng mengedar pandangan, mencari kebradaan Amel.
" Mana Amel bay, katanya disni. " ucap fatimah sambil terus melihat kepenjuru taman itu.
" Sabar dulu kenapa si mah, ini aku mau telfon mama Laily dulu. " Bayu berkata seraya mengambil ponselnya dalam saku.
" jeeeng faat! " seru Laily dari arah samping kanan. Keberadaan Laily dan Amel memang tak jauh dari tempat fatimah berdiri namun karena tempat duduk itu berada disebelah pot besar yang dipenuhi tanaman anggrek bulan jadi sedikit menutupi keberadaan Laily dan Amel.
" Naah itu mereka bay. " seru fatimah sambil menunjuk kearah Amel.
" Ameeel, kenap kamu pergi sayang. " ucap bayu kala sudah berada didepan Amel.
" Maas, hiks hiks maafin aku. " Amel berhambur keplukan suaminya.
" Jeng ko bisa si ketemu Amel disni, terus kamu sama siapa jeng? " tanya Fatimah yang sedikit heran kenapa tiba-tiba Amel bisa bersama Laily ditaman ini.
" Begini jeng, tadi aku kebetulan lagi jalan-jalan disni. Tanpa sengaja aku liat Amel duduk sendri dan pas aku datngin ternyata Amel lagi nangis. Aku kesni sama papahnya Amel. Naah itu dia." Tunjuk Laily yang melihat Aswatama datang membawa satu botol air meniral.
" Pak aswatama! " sapa bambang lirih, sebenarnya bambang merasa tidak enak hati lantaran Amel kabur dan justru ayah dan ibunya yang menemukan lebih dulu.
" ooh pak bambang, mari pak kita duduk dibangku sana. " tunjuk aswatama pada bambang, sementara bambang berjalan kearah bangku sebelah, Aswatama membrikan air mineral itu untuk Amel minum dan menyapa fatimah dan bayu terlebih dahulu.
__ADS_1
" Tenangkan istrimu dulu, baru kamu jelasin sama papa! " ucap Bambang kala melihat Bayu hendak mengatakan sesuatu.
" Emm baiklah, trimakasih pah. " Ucap bayu.
" Naaak ko kamu pergi begtu saja sii, kamu lari-lari dijalan. Kalau ada apa-apa gimana? Mamah hawatir sayang, lain kali jangan diulangi lagi ya mel! " Ujar Fatimah setelah melihat Amel jauh lbih tenang.
" Hiks maafin amel mah, amel merasa amel penyebab dari masalah yang menimpa keluarga kita. Mas bayu jadi ribut sama Randi gara-gara Amel. Semua itu membuat mamah jadi terluka. Hiks hiks hiks maafin Amel mah, Amel salah! " Amel terus saja menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi antara Bayu dan Randi.
" Sayaaang. " Fatimah merengkuh tubuh Amel dan mrmbawanya kedalam pelukanya.
Fatimah mengusap puncak kepala Amel dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Laily tersenyum melihat betapa besanya begitu menyayangi putrinya dengan tulus.
" Heeei jangan nangis lagi ya nak, semua yang terjadi bukan salah kamu. Bayu hanya takut kamu masih menyimpan rasa pada Randi, sementara Randi belum ihlas kamu menikah dengan kakanya. Sudah-sudah lain kali jangan begni ya sayang. " Fatimah mengusap air mata Amel dengan tanganya.
Amel hanya mengangguk dan kemudian memeluk fatimah lagi dengan erat.
" Eeeh ko malah jadi maaf maafan kaya lebaran si jeng!" ucap Laily denga tersenyum. " Aku sudah menganggap Amel seprti putriku sendri, bahkan aku lebih menyayanginya dibanding dengan putraku. " ujarnya lagi seraya mengusap lembut kepala Amel.
" Iya mah. " ucap Amel.
****
" Kenapa kamu bersikap seperi itu pada keluargamu nak? Sudah saya katakan dendam hanya akan menyiksa batinmu. " Ujar sanjaya yang tanpa sengaja tadi melihat dan mendengar pembicaraan Randi dengan keluarganya.
Sanjanya memang tadi juga mendapatkan kunjungan dari sodaranya.
" Iya betul mas Randi, dulu saya pun demikian. Saya menaruh dendam pada keluarga mantan istri saya. Apa yang saya dapat? Bukan Kepuasan hati atau kebahagiaan, justru kehancuran yang saya dapatkan. Dan saya harus kembali mendekam disini untuk menebus smua kesalahan saya. " ucap salah satu napi lain yang juga menasehati Randi.
" Kalian tidak tau apa yang saya rasakan, hati saya hancur calon istri saya malah menikah dengan kaka saya sendri. " Ucap Randi dengan mata yang sudah memerah menahan amarah.
" Tidakah kamu melihat raut wajah ibumu yang sangat terluka melihat sikapmu nak? " Tanya sanjaya lagi.
__ADS_1
Randi mendongak, menatap sanjaya dengan tatapan yang sulit diartikan. " Mamah, hiks hiks. " Randi menangis teringat wajah ibunya yang tadi dipenuhi airmata. Bayangan-bayangan kebersamaan dan kedekatanya denga Fatimah sperti bermunculan didepanya.
Puk puk
" Sudahi amarhmu, tak ada gunanya nak. Jalani masa tahananmu dengan ihlas. Biarkan dia bahagia dengan kakamu. Mungkin dia bukan jodohmu, kelak kamu keluar dari sini kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari dia. " Sanjaya menepuk pundak Randi dan membiarkan Randi merenungi semuanya.
****
Semua bukti sudah mengarahkan ke Bastian dan Bastian dinyatakan bersalah. Polisi tengah memburu dua rekan yang membantu Bastian dalam melakukan kejahatan itu. Bastian tetap memilih bungkam untuk tidak menyebut dan menyeret jesica kedalamnya.
" Ck sial, bagaimana dengan oca jika aku mendekam disni. " Gumam Bastian seorang diri.
Sementara Oca kini tengah kelimpungan dikamar kostnya lantaran sudah hampir malam Bastian tak kunjung pulang dan ponselnya sama sekali tak bisa dihubungi.
" Kemana si kamu bas, ini udah hampir malam. Mana aku laper lagi. " gerutu Oca sambil memegangi perutnya yang keroncongan.
" Apa aku keluar sendri aja ya, tapi kalo my honeyku pulang terus cariin aku gimana nih. " oca terus saja mengoceh seorang diri.
Karna tak bisa menahan lapar kini oca memutuskan untuk keluar dari kamar kost dan mencari makan. Ditengah jalan oca bertemu dengan sgerombolan preman yang tengah membagi hasil ngamen dijalanan.
" Haaiii cantiik, mau kemana nih ko sendrian aja si cantik? " goda salah satu preman itu.
Oca merasa risi ditatap sangat intens oleh sgerombolan laki-laki itu. Pasalnya oca hanya mengenakan celana jins pendek diatas lutut dan atasan berbentuk crop yang memprlihatkan pusarnya.
" Mulus bener nih perut. " Salah satu preman itu bahkan berani dan mencolek perut terbuka oca.
" Ja-jangan bang, permisi saya mau lewat. " ucap oca dengan suara bergetar lantaran takut.
Oca dan bastian memang menyewa tempat kost didaerah yang sangat sepi sehingga masih banyak orang-orang nakal yang suka tongkrongan dipinggir jalan dan menganggu siapa saja mangsa yang lewat.
Oca berteriak dan berlari sebisanya.
Tolooong tollloooong! Seru oca sambil terus berlari namun tak ada satu orangpun yang mendengar karna jalanan memang sangat sepi.
__ADS_1