
Tolloooong!
Oca terus berteriak dan berlari hingga tak memprhatikan jalan.
Bruuuk
Oca tersandung batu kecil yang ada didepanya. Karna jalanan yang gelap dan kepanikan oca membuatnya tak sadar jika ada bantu yang menghalngi jalanya.
" Awwwwwh, tollooong!
Hiks hiks, kenapa jalanan sepi sekali hiks. Bastiaan tollong. " oca clingukan kesana kesini namun tak ada tanda-tanda bantuan datang.
Angin berhembus dengan kencang, tiba-tiba germis datang.
" Hahahahaaa mau kemana cantiiik! Jangan habiskan tenagamu untuk berteriak. Percuma saja, takan ada yang akan menolongmu. Hahahahaaaa. " Para perman itu merasa puas lantaran ia merasa alam mendukungnya.
" A-ampun, tolong le-lepa-sin saya. " ucap oca sambil terseok-seok mundur kebelakang. Oca terus memohon berharap bisa lolos dari mereka.
Namun tampaknya segrombolan preman itu sudah dipengaruhi alkohol karna baunya trcium saat mereka berbicara. Mereka yang sudah terangsang melihat tubuh oca yang sexy enggan untuk melepaskan. Justru mereka sangat ingin menggilir oca, apa lagi cuaca dingin daj hujan.
" Tangkap dia dari belakang ron. " titah salah seorang pimpinan preman itu.
" Okeee boos. " laki-laki yang dipanggil ron itu menyahut dan berjalan memutar kearah belakang oca dengan seringai diwajahnya.
" Sat, fan, kalian dari samping kanan dan kirinya. " seru pimpinan preman itu pada dua orang disebelahnya lagi.
" Laksanakan bos, hahahaaa. " Laki-laki yang dipanggil sat dan fan itu tampak berjalan keseblah kanan dan kiri oca. Sementara pimpinan preman itu dan dua orang lagi tetap berada didepan oca.
Posisi oca terkepung, oca tak bisa berlari atau menghindar. Jarak mereka semakin dekat, mereka tertawa sambil terus mendekat.
Oca semakin ketakutan dan masih berharap Tuhan baik dengan mengirimkan dia bantuan.
" Amppun! Tollong lepasin saya, saya janji takan membritahukan ini pada siapapun tapi tolng lepasin saya. " oca terus meracau ditengah ketakutannya.
Namun mereka tak ada satupun yang mau mendengarkan oca.
" Sudahlah cantik, jangan takut. Kita takan menyakitimu. Kita hanya ingin membuatmu bahagia, kita akan menghangatkan tubuhmu yang sexy itu. " pimpinan preman itu menyingrai dan dia sangat terlihat sudah dikuasai nafsu melihat belahan paha oca.
" Tolooong! Tolloong! " Disisa tenaga oca terus saja berteriak, naas hujan turun semakin lebat. Para preman itu semakin merasa tertantang mlihat pemberontakan oca.
******
__ADS_1
Dilapas Bastian merasa hatinya gelisah entah kenapa dia begitu menghawatirkan oca.
" Ocaa maafkan aku, tak ada yang membritahukanmu jika aku disni." Gumam bastian seorang diri.
" Ck, bagaimana nasib gadis malang itu jika aku lama berada disni, Sial. Jesica psty belum menemukan cara untuk membebaskanku. " Bastian trus mondar mandir dan terlihat sangat gelisah. Itu membuat napi lain merasa terganggu.
" Woooy, bisa diem gak. Duduk yang benar jangan membuat mataku pusing! " sentak salah satu napi yang sudah lama mendekam disitu.
" Santaaiii bung, ini tempat kita bersama jadi gua bebas mau ngapain aja. " Bastian dengan santainya membalas ucapan napi itu.
" Waaah cari mati loe ya." kemudian napi itu menengok kearah teman napi lainya yang ada disitu dan mengkodenya dengan tatapan mata.
Mereka seakan paham akan perintah napi tertua itu dan tanpa aba-aba mereka meringkus bastian dari belakang.
" Ciih, dasar brengsek. " bastian meludah kedepan napi tertua dan itu semakin membuatnya merasa marah akan sikap bastian.
Bag bug bag bug, keempat napi itu menghajar bastian tanpa ampun.
" Shiiit, lepaskan berengsek. " teriakan bastian terdengar hingga ketelinga kepala sipir.
" Bisa diam tidak kalian, apa mau saya pindahkan kesel bawah tanah! " ucap kepala sipir sambil menjulurkan tongkatnya kearah enam napi tersebut.
" Kamu! " tunjuknya kearah bastian, bastian mendongak menatap sipir itu dengan tatapan congkah.
" Ck, apa matamu buta? Merka yang mengroyoku hingga aku babak belur. Kamu malah menduhku berbuat onar! " Bastian tertawa tanpa humor kemudian membuang muka.
" Pak antoni. " panggil kepalas sipir kepetugas yang berjaga.
" Siap pak, ada yang bisa saya bantu? " tanya pak antoni siap menerima tugasnya.
" Pindahkan sodara Bastian kesel ujung sana yang kosong, biarkan dia tinggal sendiri. " Titahnya kepala sipir pada pak antoni.
" Siap laksanakan. " Antoni membuka gembok sel dan membawa bastian untuk ikut dibelakangya. Sementara kepala sipir pergi dan beberapa saat datang lagi dengan membawa kotak p3k dan diberikan pada Bastian disel ujung.
" Aku tak butuh ini brengsek. " Bastian melempar kotak p3k itu keluar dan dia tampak menatap kepala sipir itu dengan tatapan tajam.
" Hahaah, napi aja blagu. " ucap kepala sipir itu dengan senyum mengejek, kemudian pergi meninggalkan bastian seorang diri.
" Antoni pastikan mereka diam dan tidak membuat kekacauan lagi. " ucap kepala sipir sbelum pergi meninggalkan tempat itu.
" Siap pak. " ucap Antoni dengan lantang.
__ADS_1
******
Dreeet dreeet
Bayu menoleh saat mlihat ponselnya berdering diatas nakas samping tempat tidur.
Saat ini Bayu dan Amel kini sudang berada dirumah Fatimah. Mereka memutuskan pulang kerumah fatimah saat amel sudah tenang. Laily menyarankan putrinya untuk sementara tinggal dirumahnya atau dirumah fatimah untuk menghindari kejadian penyusupan terulang kembali.
Tadi ditaman fatimah dan bambang sudah menceritakan semuanya pada Laily dan Aswatama.
Mereka terkejut dan merasa hawatir dengan kslamatan putrinya. Apa lagi saat penangkapan Bastian tadi, itu semakin membuat mereka hawatir. Sudah tetbukti ada orang yang brniat jahat pada rumah tangga Amel dan bayu.
" Siapa yang telfon mas? " tanya amel yang sedang berada dalam dekapan suaminya.
" Gak tau sayang, ini nomor asing. " ucap bayu yang memang tak mengenali nomor sipenelfon.
" Angkat aja mas, barang kali penting. " Titah amel dan kini beranjak kemudian duduk ditepian ranjang.
" Emm kamu yakin ini penting? " tanya bayu
Amel hanya menjawabnya dengan anggukan. Stelah merasa yakin Bayu kemudian mengangkat telfonya.
" Hallo, selamat malam. Maaf mengganggu waktunya pak Bayu. " ucap seseorang disbrang sana.
" Hallo, maaf ini dengan siapa ya dan ada perlu apa? " tanya bayu
" Begini sodra Bayu, kami dari kepolisian ada informasi yang perlu kami sampaikan terkait laporan saudara tadi siang dan tentang kemungkinan seseorang yang bekrjasama dengan saudara Bastian. Saudara diminta datang kekantor polisi besok pagi jam 8. Apakah saudra bersedia? " ucap seseorang yang ternyata salah satu petugas kepolisian yang menangani kasus Bayu.
" Baik pak saya bersedia datang besok. " ucap bayu sambil menatap Amel yang nampaknya merasa bingung, Amel memang belum tau akar semua masalah yang menimpa rumah tangganya.
Stelah memutuskan sambungan telfon bayu menghembuskan nafasnya, dia merasa bingung harus menjelaskan dari mana dulu. Amel sudah menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.
" Maaas... " ucap Amel saat melihat Bayu masih terdiam.
" Iya sayang, mas akan ceritakan semuanya sama kamu. " Ucap bayu sambil berdiri, mengambil nafas berkali kali sebelum berbicara. Bayu ingin menyampaikan pada Amel tanpa membuat Amel bingung ataupun merasa dibohongi.
" Katakan saja mas. " Titah Amel
" Begini sayang..." Kemudian mengalirlah cerita Bayu dari mulai dia yang ditabrak seorang perempuan saat didalam caffe hingga penangkapn Bastian tadi siang.
Amel membekap mulutnya, terkejut dengan apa yang suaminya sampaikan. Terlbih saat bayu menceritakan bagaimana dua lelaki bisa masuk keruamah dan kekamar Amel serta foto fitnah itu.
__ADS_1
Amel terisak, merasa dirinya ceroboh dan tak peka hingga dia tak tau ada orang yang masuk kamar bahlan melakukan hal yang membuatnya dituduh slingkuh oleh suaminya.
" Maafkan aku mas, aku lengah. Aku bodoh. Hiks hiks. " Amel terus merutuki dirinya sendri.