
Slesai dengan kegiatan mandinya Bayu dan Amel gegas memberskan koper-koper mereka. Keduanya urung berangkat bulan madu, mereka memutuskan untuk menunda bulan madunya dulu.
" Mas kamu yakin mau anter aku? " tanya Amel sambil merapihkan rambutnya didalam mobil.
" Memangnya kenapa? Aku takut Randi masih menyimpan rasa untukmu. Aku gak mau Randi menatapmu dengan tatapan kagum. " Jelas Bayu dengan tatapan lurus kejalanan.
" Ck, kamu cemburu dengan adikmu sendiri mas? " Amel tertawa tanpa humor.
" Justru karna dia adiku mel, buknkah dia mantan kekasihmu? Dia pasti belum bisa melupakan kamu, belum menerima pernikahan kita! " Bayu melihat kearah istrinya yang kini menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
" Tapi mas, aku sudah menjadi milikmu. Aku sudah melupakanya, aku mencintai kamu mas. " Amel menatap suaminya dengan lekat.
" Tapi.. " Bayu menggantung ucapanya.
" Tapi apa mas? Kamu meragukan perasaanku mas? " Heran Amel yang merasa Bayu tak yakin dengan rasa cintanya.
" Bukan begitu mel, aku hanya takut Randi merebutmu dariku. Aku tak mau dia menatapmu walawpun hanya sedtik mel. Aku takan pernah rela, meskipun dia adiku. " Kini wajah Bayu nampak sendu.
" Mas " Amel meraih tangan suaminya menggenggam erat tangan itu . " Aku sangat mencintaimu mas, aku gak peduli dengan tatapn Randi mau itu satu detik, dua detik , satu jam atau bahkan seharian. Aku tak mungkin terpengaruh mas! " kini Amel yang nampak sendu wajahnya.
" Maafkan aku sayang, aku hanya... " ucap bayu, kemudian Bayu menghentikan laju mobilnya.
" Sudahlah mas, aku paham ko. " ucap Amel seraya mendekat kearah suaminya.
*****
Semnetara dirumah Bayu kini Bambang tengah menenangkan Fatimah yang masih terisak.
" Sudahlah mah nanti kita telfon mereka lagi. Sekarang kita kelaps ya. Kasian Randi sudah lama tak dijenguk. " Ujar Bambang yang melihat istrinya masih tergugu diteras rumah.
" Tapi Amel pah, hiks hiks. "Fatimah sangat menghawtirkan Amel.
" Bukankah mamah sudah janjian sama amel ketemu didepan lapas hem? Bambang mengingatkan Fatimah akan janjinya dengan Amel. Ucapan bambang sektika membuat wajah Fatimah berbinar.
" Papah benar, ayo pah kesana sekarang. Amel pasti sudah menunggu mamah. " Ucap fatimah seraya bangkit dari duduknya. Kemudian gegas masuk kedalam mobil tanpa menunggu suaminya.
Bambang melihat istrinya dengan senyum bahagia. " Mamah mamah, sesayang itu kamu pada menantumu." gumam Bambang dalam hati.
Tanpa menunggu wktu lama, Fatimah dan Bambang menuju kelapas karna tak ingin Amel menunggunya terlalu lama.
***
__ADS_1
Amel dan Bayu sudah sampai terlebih dahulu didepan lapas. Saat keluar mobil dan hendak berjalan kesamping untuk membukakan pintu Amel, tanpa sengaja Bayu bertabrakan dengan seorang laki-laki.
" Sorry sorry bro, gak sengaja. Loe gak papa kan? " Tanya laki-laki itu yang ternyata Bastian yang baru saja keluar dari dalam lapas.
Bastian baru saja menjenguk pamanya, yaitu sanjaya.
Awalnya Bastian tak melihat siapa yang ia tabrak, namun saat Bastian mendongak ia terkejut melihat orang yang ia tabrak adalah Bayu.
" Kamu
Kamu
Ucap Bastian dan Bayu bersamaan, Bastian yang sudah sangat hafal wajah Bayu langsung terlonjak mundur dan hendak kabur.
Bayu nampak sedikit mengingat siapa bastian, Bayu merasa familiar namun ia masih belum mengingat siapa Bastian dan dimana mereka bertemu.
" Kamu kenapa mas, itu tadi siapa?" Tanya Amel saat keluar dari dalam mobil.
Saat melihat Amel Bayu baru teringat jika Bastian orang yang sudah masuk kedalam rumah dan memotret Amel.
" Oochh sial dia...
Bayu lari begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Amel.
Dari kejauhan Fatimah yang sedang fokus melihat jalanan tanpa sengaja melihat seseorang yang sedang berlarian sambil berteriak. Stelah Fatimah membuka kaca dan melihat rupanya itu sang putra yang tengah mengejar seseorang yang entah siapa dan kenapa langsung meminta suaminya menghentikam mobilnya.
" Paaaah stooooop! " Titah Fatimah yang membuat Bambang refleks menghentikan mobilnya secara mendadak.
" Aduh mah, kenapa si minta bernti tiba-tiba. Untung jalanan sepi. Coba kalau rame! " gerutu bambang pada fatimah.
" Maaf pah, itu Bayu lagi kejar-kejaran sama siapa pah ayo bantu cepet! " ucap fatimah tanpa menoleh kearah suaminya. Ia masih memperhatikan Bayu yang hampir saja bisa menangkap seseorang didepanya.
" Astaga, iya itu Bayu mah. Mamah tunggu disni papah mau bantuin Bayu. " ujar bambang hendak turun dari mobilnya.
" Biar mamah yang turun aja pah, papah kejar pake mobil biar cepet. "Fatimah langsung turun dari mobil dan berniat jalan kaki kelapas karna memang jaraknya sudah dekat.
" Mamah yakin? " ucap bambang memastikan lagi pada istrinya.
" Sangat yakin, buruan pah! " ucap fatimah meyakinkan suaminya.
Tanpa menunggu waktu lama Bambang putar balik dan berniat menghadang Bastian dari depan karna tak jauh dari lokasi Bayu dan Bastian ada tikungan untuk bisa memutar arah.
__ADS_1
***
Duaaagh brak
Awwwwhh Sial!
" Kena kau. " ucap Bayu saat sudah bisa melumpuhkan bastian dengan melayangkan tendangan dari arah belakang tepat punggung Bastian hingga membuat Bastian jatuh tersungkur kedepan.
" Ooch sial! Aku harus brusaha lari lagi biar gak ketangkep sama Bayu. " Gumam Bastian sambil mencoba bangun dengan tertatih.
" Mau keman kamu brengsek! " Bayu maju dan mencngkram kerah baju Bastian dan membuat wajahnua sektika mendongak.
" Heei bung, kenapa kamu mengejarku. Sekarang kamu justru membuatku terluka! " Bastian seolah pura-pura tak mengenal Bayu.
" Bedebah, kamu pura-pura tidak mengenalku hem!!
Bag bug bag bug
Bayu memukul wajah Bastian dengan salah satu tanganya dan tanganya yang lain mencngkram krah Bastian dengan kuat.
" Aku memang tidak mengenalmu brengsek! "
Cuiiih, Bastian meludah kearah samping karna suduht bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.
*****
Mamah
Ameel
Kedua wanita itu sama-sama terkejut saat bertemu. Fatimah langsung berjalan lebih cepat dan stelah didepan Amel Fatimah langsung berhambur memeluk Amel dengan erat.
" Sayang kamu baik-baik saja hem? Kamu sudah sembuh? Kamu sehat sayang? " Ucap Fatimah seraya membolak balikan badan Amel dan memperhatikanya dari atas kebawah dan dari bawah keatas.
" Aku baik mah, mamah gimana? " Tanya Amel berusaha stenang mungkin didepan Fatimah. Padahal hati dan fikiranya masih cemas memikirkan suaminya yang tadi tiba-tiba berlari entah mengejar siapa.
Amel sampai tidak sadar jika Fatimah datang seorang diri dengan berjalan kaki.
" Itu bayu lagi ngejar siapa mel? Ada apa? Kalian kena masalah atau dia copet apa siapa?" ucap fatimah dengan nafas tersengal.
" Maaah, mamah jalan kaki? Kenapa gak diantr papah atau naik taxi? " Amel justru bertanya tentang Fatimah yang datang dengan berjalan kaki. Tak terliat turun dari ojek, mobil atau taxi.
__ADS_1
" Ini kenapa mamah ngos-ngosan juga? Mamah abis lari atau berjalan jauh? Manah gapapa? " Amel nampak hawatir saat melihat ternyata kening Fatimah nampak berkeringat