
Karena begitu mencemaskan Amel laily memutuskan untuk menginap. Sementara Aswatama memilih untuk pulang. Tepat jam 9 malam aswatama keluar dari rumah Putrinya. Namun sebelum itu aswatama bermapitan dulu pada putrinya yang entah mengapa hari ini begitu menempel pada sang ayah.
" Hati-hati dijalan ya pah, harusnya papah ikut nginep aja disni. Amel masih kangen papah. " entah kenapa amel tiba-tiba berat melepas ayahnya pergi.
" Sayang, papah harus pulang. Papa harus mengrjakan pekrjaan papa. Besok pagi papa kembali kesni lagi buat jemput mama dan sarapan sama putri kesayan papa dan juga calon cucu-cucu oppa. " Aswatama mengusap perut amel stelahnya mencium kening putrinya dengan penuh kelembutan.
Mendapat perlakuan sprti itu dari ayahnya Amel semakin merasa berat melepas aswatama.
" Sudahlah sayang, biasanya juga papa gak nginep ko. Kamu ini tumbenan manja banget sama papa! " Laily mendekati putrinya dan mengusap puncak kepala putrinya dengan lembut.
" Emm ya sudah hati-hati ya pah. " Amel perlahan melepaskan pelukanya. Melihat aswatama pergi perasaan amel mendadak gelisah. Entah apa yang membuat amel begitu menghawatirkan aswatama.
Stelah drama bersama amel slesai aswatama langsung meninggalkan kediaman bayu. Aswatama mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Siapa mereka, kenapa sejak dipersimpangan mereka trus mengikutiku! " Aswatama memprhatikan dua motor yang memang sangat mencurigakan.
Karna tak mau berfikir macam-macam aswatama tak lagi memprdulikan dua pengendra sepeda motor dibelakangnya. Dia lebih fokus dengan melihat lurus dedepan.
Brak brak brak
" Berhenti! " dipersimpangan yang cukup sepi tiba-tiba dua pengendara motor tersebut menyalip mobil aswatama dan mencegahnya.
" Siapa kalian dan ada apa kalian mengganggu perjalananku? " aswatama hanya menurunkan kaca sebatas leher.
" Turun sekarang juga, atau kau akan celaka! " keempat orang yang ternyata sedari tadi mengikuti aswatama mengepungnya dari samping kanan dan kiri aswatama.
Karena aswatama seorang diri ahirnya aswatama memutuskan untuk turun, tak disangka saat aswatama turun mereka memukul tengkuk leher aswatama dan membuat aswatama terluka dibagian tanganya. Darah seketika mengucur dengan deras.
" To-tolong sa.. " belum sempat aswatama menyelesaikan ucapanya aswatama sudah pingsan terlebih dahulu.
Jalanan yang sepi membuat keempat peraman itu bisa lolos dengan mudah. Untung saja ada tukang ojek online yang kebetulan melintas.
" Tolloong, tolong. Namun jalanan yang sepi membuat tukang ojek itu terpaksa menolong aswatama seorang diri dengan susah payah.
__ADS_1
" To-lo-ng sa-sya." ternyata aswatama setengah sadar. Stelah bersusah payah kang ojol menaikan aswatama kedalam mobil. Beruntung kang ojol bisa mengendarai mobil.
" Motor ku akan aman disni, aku harus cepat-cepat menolong orang ini agar bisa scepatnya mendapat pertolongan. " gumam kang ojol sembari memprsiapakn dirinya dikursi kemudi.
" Pak bertahanlah, rumah sakit terdekat duapuluh lima menit lagi." Kang ojol memprhatikan aswatama sjenak. Stelah memastikan aswatama aman kang ojol mengemudikan mobil aswatama dengan kecepatan diatas rata-rata.
Tak sampai dua puluh menit, karna jalanan sangat sepi kini mereka sudah sampai dirumah sakit Harapan kita yang ada dibatas kota.
" Suss, susteer tolong suuus! " teriak kang ojol memanggil suster karna saat dilobi suasana sedikit sepi.
Dirumah Amel nmpak gelisah begitupun dengan laily.
" Maa, papa ada nelfon mama atau kirim pesan barang kali papa udah sampai? "
" Belum sayang, mama kira papa ngrim pesan kekamu. Coba kamu cek ponsel kamu nak? " titah Laily yang langsung dituruti oleh Amel.
Amel mengambil ponselnya namun sama sekali tak mendapatkan pesan ataupun telfon dari papanya.
" Ini lo jeng papanya amel sampe sekarang belum ngabarin saya ataupun amel. Biasanya gak pernah seperti ini. Kami jadi hawatir takut terjadia sesuatau padanya. " ucap laily pada besanya sembari terus menatap layar ponselnya.
" Sudah jangan mikir yang macem-macem, biar tenang kalian telfon aja papanya Amel. " Ucap laily yang langsung dituruti oleh putrinya.
" Mamah brnar kenapa dari tadi Amel gak kepikiran sih! " Amel membuka lagi ponselnya dan menghubungi aswatama lewat sambungan telfon.
Sementara kang ojek sedang bingung bagaimana caranya dia menghubungi keluarga aswatama. Namun ditengah kebingunganya tiba-tiba ponsel aswatama berdering. Dilayar tertera nama Bidadariku Amel.
" Bismillah, aku angkat semoga ini dari keluarga bapak tadi. " Gumam kang ojol sambil menggeser layar ponsel aswatama yang sedang dia pegang. Ditempat kejadian ponsel aswatama tergeletak disamping tubuh asawatama terkapar.
" Hallo, ini bidadariku Amel? "
Sapa kang ojol sebrang telfon. Mendengar suara lain dan seprti asing ditelinganya Amel sampai berkali-kali melihat siapa yang sedang dia telfon.
" Hallo ini siapa ya, kenapa ponsel papah saya ada sama kamu? '' mendengar kepanikan Amel fatimah dan laily mendekati Amel dan bertanya melalui gerakan alisnya.
__ADS_1
" Maaf saya tukang ojek online, saya menemukan papah anda terkapar dipinggir jalan dengan keadaan terluka. Sekarang papah anda sedang berada dirumah sakit Harapan Kita. " Ucap tukang ojek online itu menjelaskan sebab musababnya ponsel aswatama ada pada dirinya.
Praaang
" Papaaaah! " teriak amel dan tubuhnya langsung mereosot. Untungnya Amel berdiri disamping ranjang hingga saat dia jatuh tepat berada diatas tempat tidur.
" Meel papah kenapa, Amel katakan mel ada apa? Papa kamu kenapa mel? " laily mengguncang pundak amel. Namun amel sama sekali belum bisa menjawabnya. Mendadak lidahnya terasa kelu dan tenggorokanya terasa teckekat.
Mendengar keributan dari kamar Amel bayu langusng menghampirinya. Bayu baru saja menyelsaikan pekrjaaj kantornya yang terbengkalai.
" Amel kamu kenapa sayang? Mamah, mama, Apa yang terjadi sama Amel mah? " bayu melihat kedua ibunya secara bergantian namun mereka kompak hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.
" Papa mas papa! " terdengar suara lirih Amel.
" Iya papa kenapa sayang? " bayu semakin dibuat bingung lantaran Amel trus memanggil papanya.
Karena tidak sabar bayu mengambil ponsel Amel dan membuat panggilan lagi pada nomor mertuanya.
Tuut tut
Telfon tersambung namun belum ada jawaban. Bayu mencobanya hingha beberapa kali. Kang ojek tersebut rupanya baru saja keluar dari toilet.
" Bidadariku Amel nelfon lagi. " Karena takut jika itu penting kang ojol menelfon kembali kenomor Amel.
" Hallo! " terdengar suara bayu disbrang telfon.
" Hallo, bagaimana siapa yang akan kerumah sakit. Maaf saya harus pulang tapi saya tak tega meninggalkan bapak ini seorang diri tanpa dampingan keluarganya. " Ucapan kang ojol membuat Bayu sedikit terkejut.
" Kamu siapa? Kenapa memengang ponsel papa mertuaku? " tanya bayu dengan tegas, kemudian kang ojol mencritakan lagi bagaimana dia bertemu dengan Aswatama. Kini bayu baru sudah faham apa yang membuat istrinya syok berat. Dengan berat hati bayu menyampaikan berita tersebut pada mertua dan ibunya.
Baik fatimah ataupun laily sama-sama terkejut dengan apa yang bayu sampaikan. Stelah berdiskusi Bayu memtuskan untuk menamani laily krumah sakit smentaraa fatimah dirumah untuk menjaga Amel. Bambang kebetulan harus pergi keluar kota untuk keprluan bisnis. Smentara satpam yang bertugas kebetulan hari ini izin karna ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal.
"
__ADS_1