
Stelah kedatangan Amel Aswatama kini trlihat jauh lebih baik. Amel dan Bayu memutuskan untuk menginap dirumah Aswatama.
Stelah sarapan Bayu memutuskan untuk pergikekantor.
Bayu meninggalkan Amel sendri dirumah orangtuanya.
Sebelum Bayu pergi Amel meminta izin untuk menjenguk Randi, mantan kekasihnya yang kini sudah menjadi adik iparnya.
Tanpa brfikir panjang Bayu mengizinkan. Walau bagaimanapun mereka pernah menjalin hubungan.
Stelah keprgian Bayu Amel menuju ke lapas tempat Randi ditahan. Sesampainya disana petugas lantas memanggil Randi.
" Sodara randi ada yang mau bertemu." panggil petugas lapas pada Randi yang tengah termenung dipojokan.
"Siapa pak.. Apakah orangtuaku?" Tanya Randi heran
" Bukan, dia seorang wanita." jelas petugas lapas
Randi tampak berfikir sejenak, kmudian menangguk dan ia menuju ruang besuk.. Saat dia melihat sosok yang sangat ia kenal lantas Rame ndi mendekat.
" Untuk apa kamu datang?" Ucap Randi tanpa basa- basi
Amel menoleh, karna tadi posisi Amel memblakangi Randi.
"Haaai, Amel trsenyum. Gimana kabr kamu ran? Maf aku baru sempat datang membesukmu." Sapa Amel sambil mendekat kearah Randi.
"Aku fikir kamu sudah melupakanku dan hidup bahagia dengan kakaku. Randi menyunggingkan senyum.. Aku tak pernah menyangka akan dihianati kekasih dan kakaku sendri." Tuduh Randi tanpa menunggu penjelasan Amel terlebih dulu.
Deeeg, jantung Amel serasa berhenti berdetak.
" Randi kamu sudah tau?" Amel heran pasalnya baik dia bayu ataupun orangtua mereka belum ada satupun yang membritahukan perihal bayu yang menggantikan posisi Randi menjadi mempelai laki-lakinya.
"Heem aku sudah tau semuanya amel, SEMUANYA!! Aku sangat tidak menyangka bahkan kalian semua merahasiakannya dariku!
Aku fikir cintamu sebesar cintaku padamu amel, nyatanya kesabaranmu setipis tisu." Randi berkata seraya membuang muka bahkan matanya nampak berkaca.
"Randi kamu salah faham." Amel berusaha menjelaskan
" Aku? Dimana letak kesalahfahamanku mel? Aku disni berjuang sdnri, aku tau aku salah.
Aku sedang menebus kesalahnku mempertanggung jawabkan atas apa yang aku lakukan, aku smpat brfikir kamu akan menungguku amel!" berang Randi dengan suara yang terdengar bergetar.
"Aku, Aku bisa jelaskan semuanya sama kamu ran." Amel tergagap, namun masih berusha bersikap tenang.
"Apa yang mau coba kamu jelaskan heem? Penghianatamu? Atau sbelumnya kamu sudah brslingkuh diam-diam dengan kakaku dibelakangku? Apa kamu merayunya? Atau kamu berpaling karna bahkan bayu itu lebih kaya dari ku? Dasar murahan! Ucap Randi dengan sinis
Plaaaaaaak
Amel menampar randi, bahkan suara tamparan amel menggema diruangan itu.
"Ck Kamu menamparku? Aku sudah tau semuaya amel." Randi masih saja berusha menyudutkan Amel
" Apa yang kamu tau heeem! Dari mana kamu belajar cara merendahkan wanita, berbicara kasar dengan wanita? Bahkan kamu tak mau mendengarkan penjelasnku dulu! "
" Smua sudah jelas amel, kamu memang murahan. " Randi mengulangi kata nurahan lagi yang membuat emosi Amel semakin membucak
Plaaak plaaaak
Kini tak hanya pipi kanan bahkan pipi kiri randipun menjadi pelampiasan atas kemarahan Amel saat mendengar tuduhan randi yang menurutnya keterlaluan.
"Sssssssst kamu bahkan berani menamparku lagi hem?! Ucap Randi sembari memegang pipinya yang nyeri akibat tamparan Amel.
__ADS_1
" Dari mana kamu mndengar smua omong kosong itu randi?" Amel masih berusha sabar menghadapi Randi
Randi hanya trdiam tanpa membalas spatah katapun.. Ingatnya mnerawang pada saat beberapa hari lalu, kala ia mendapat kunjungan dari permpuan yang mengaku sebagai kekasih dari bayu jesica.
Flashback saat kunjungan Jesica
"Siapa kamu?" Tanya Randi pada wanita yang berdiri didepanya.
" perkenalkan aku jesica. " ucap Jesica sembari mengulurkan tanganya kearah Randi.
" Jesica? " heran Randi
" yaa aku kekasih Bayu." Jabawan Jesica mengejutkan Randi.
" Oh, Hai! Aku tak mengenalimu ma'af." Ucap Randi tak enak hati.
"Ya aku tau kamu tak mengenaliku, karna Bayu belum memprkenalkanku pada smua keluarganya, namun aku sudah mengenal papamu." Jelas Jesica pada Randi
" Papa? " Randi lebih terkejut lagi, rupnya Bayu bahkan sudah memperkenalkanya pada Bambang.
"Emm, " Jesica hanya menjawab dengan anggukan
" Lantas apa maksud tujuanmu mengunjungiku, kalau ini tidak penting tak mungkin kamu datang bukan?" Cecar Randi to the point
" betul randi" jawab Jesica dengan yakin
" Kamu tau namaku?" Lagi-lagi Randi nampak terkejut.
" Yaa aku tau nama kamu dan calon istrikamu." Jesica semakin seolah tau semuanya. ,
Randi mengangguk "pasty ka bayu banyak crita sma kamu? Sejauh itu hubungan kalian?" Tanya Randi masih bersikap santai dengan Jesica.
" heem,,,,
Randi menaikan salah satu alisnya.
Jesica sprti paham akan ekspresi Randi.
" Iya dulu Bayu memang kekasihku, sbelum dia menikah dengan wanita itu." Jesica mulai melancarkan misinya.
" Wanita? Menikah? Siapa yang kamu maksud sudah menikah. Ah sprtinya kamu salah orang, kakaku masih lajang." Randi yang memang belum tau mengira Jesica salah orang.
" Aku tidak salah orang Randi, kakamu memang sudah menikah." Jelas Jesica pada ahirnya.
" Hahahaa jangan brcanda kamu nona! Kakaku masih lajang, kalaupun dia menikah pasty orang rumah akan mengabariku, meskipun aku tidak bisa datang tapi mereka takan mungkin melupakan aku disni.Kamu hanya membuang waktuku saja nona.
Sudah lah pulang dan simpan crita karanganmu untuk orang lain saja."
Randi hendak memblik badan dan pergi keruang tahananya lagi.
" Kamu tidak tau dan tidak mungkin diberi tau karna Bayu menikah dengan calon istrimu Amel dihari yang seharusnya itu menjadi hari pernikahanmu dengan Amel." Jesica menerangkan dengan lantang
Deeeeg
Jantung Randi seolah berhenti berdetak dengan kenyataan yang baru saja dia dengar.
Randi melotot dia terkejut dengan apa yang jesica ucapkan.
" Hahahaaaa kamu.. Randi melambaikan tanyannya. Berusaha menganggap itu hanya bualan semata.
" Haluuuu! bagaimana bisa dia menikah dengan calon istriku. Gila kamu yaa? Sudah lah pergi saja nona. Randi brusha untuk tidak percaya, Menolak mengrti.
__ADS_1
Walapun ia smpat brfikir bagaimana keluarganya bisa lepas dari keadaan yang trjadi tempo hari, bagaimana mereka menutupi rasa malu menghadapi kegagaln prnikahan Rndi dan Amel.
Namun randi brusaha tak berfikir sejauh itu, mencoba untuk tak percaya dengan apa yang Jesica katakan.
" Aku sedang tidak bercanda ataupun bahkan salah orang Randi! Aku sama sertimu, dihianati, tersakiti." Jesica berusha tetap meyakinkan Randi dan memperlihatkan wajah sedihnya.
" Apa kamu serius?" tanya Randi pad ahirnya
" Ya aku serius, Jesica memprlihtkan foto-foto yang diam-diam ia ambil kala prnikahan Bayu dan Amel.
Randi melihat foto itu dengan berkali-kali brharap apa yang ia lihat itu salah.
Seketika tubuh Randi merost, ia ambruk bersandar pada dinding. Mulutnya nampak kelu, air matanya menetes tanpa permisi. Ia tringat bagaimana ia menghabiskan waktu bersama Amel dan prtemuan trahirnya.
Aaaaaarrrrggggh
Randi memukul tembok dengan kuat, bahkan tanganya memaar dan trluka.
Randi trgugu. Menangis bahkan meraung ".Tega sekali kalian.. Apa tidak ada cara lain.. Kalian berbahagia diatas pndritaanku. Siaaal brengseeek!" Randi merutuki nasibnya yang mengenaskan.
Kenap! Kenapaaaaaaaaaaaaa!
Hiks hiks
Jesica mendekat kearah Randi, membantu Randi brdiri dan mendudukanya Randi pada bangku didepanya lagi.
Sabar Randi, aku tau bagaimana perasaanmu. Aku faham bagaimana trlukanya kamu. Karna akupun sama mendritanya dengan kamu.
Lantas mengalirlah cerita karangan versi Jesica yang seakan menyudutkan Bayu dan Amel.
Jesica menebar kebencian dan dendam pada adik dari mantan kekasihnya itu. Randi yang terluka dia begitu percaya akan apa yang Jesica katakan, bahkan Randi merasa marah dan jengkel dengan oragtuanya yang juga ikut membohonginya.
"Maa, Pah., Tega sekali kalian melakukan ini padaku!" ucap Randi dengan lirih.
" Sudahlah Randi, aku ada disni, aku akan Membantumu membalas smua perbuatan mereka.
Aku akan mencari cara supaya bisa mengurangi masa tahanamu kalau aku sudah menemukan pengacara yang tepat aku akan membantumu naik banding." Janji Jesica pada Randi
" Trimakasih jes, lakukan appun yang kamu mau, pisahkan mereka dengan cara appun asal jangan sampai kamu melukai Amel." Ucap Randi pad ahirnya.
Hari itu randi dan juga jesica membuat kesepakatan untuk memisahkan Bayu dan Amel.
Flashback off
*******
"Kenapa diam heem?
Kamu tak prlu tau aku tau semua ini dari mana, yang jelas dia bigtu baik padaku, bahkan dia bersedia membantuku naik banding.
Ck, Tak seprti kalian yang justru menghianatiku.
Pergilah amel, aku tak butuh penjelasaan appun dari kamu, satu hal yang perlu kamu tau dan kamu ingat. Suatu hari nanti kamu pasty akan kembali kepelukanku amel.
Tunggulan dimana hari kebebasanku tibaa."
Randi membalik badan dan meninggalkan amel seorang diri.
Amel terpaku, fikirkannya lantas menduga-duga siap orang yang sudah membritahu randi.
Amel memutuskan untuk pulang kerumah orangtuanya karna dia meemang sudah brniat untuk menginap.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Amel begitu bingung.Ia masih saja memikirkan omongan Ra,,,,ndi, tuduhan-tuduhan Randi dan siapa orang yang sudah membritahu serta berniat membantu Randi untuk naik banding.