Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 27


__ADS_3

Amel gegas menuju pintu, sembari jalan ia memrapihkan rambut dan pakaianya.


Semntara Bayu dengan gerak cepat menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan membrsihakn diri. Ngmong-ngmong tadi celana Bayu ia jadikan alas Amel duduk ditangga, jadi celana itu kotor trkena noda dari hasil prgumulan mereka ditangga.


Ckleek


Amel membuka pintu dan trkejut melihat siapa yan datang


" Kejutaaaaaaaaan"


Ucap empat orang itu bebarengan.


" Loh ini ko bisa barengan gini mah pah?" Ucap Amel


Laily lngsung menghambur kepelukan putrinya.


" Mamah kangen mel, ko kamu kaya trkrjut gitu si kita datang? Ini, kamu abis ngapain nak ko kringetan hem?" Ucap Laily sembari mengusap dahi Amel yang nampak berkeringat.


" Eng anu mah ditangga."


Jawaban amel membuat mereka bingung.


"Anu apa Mel? Emng kamu hbis ngapain ditangga?" tanya Fatimah


"Huuft ini gara-gara mas bayu! Aku jadi bingung kan mau jawab apa." Grutu Amel tanpa didengar mereka. Karna amel hanya membuat grakan bibir saja.


" Mel..?" Panggil Fatimah dan Laily bersamaan


" Eeh iya mah anu, tadi amel lari-lari dari atas jadi kringetan." Dustanya

__ADS_1


" Oalah nak, lain kali gak usah lari-lari gitu nanty kmu jatuh loh nak." Fatimah mendekat dan membelai kepala amel.


"Heee"


Amel hanya nyengir kuda.


" Mel kami apa gak boleh masuk?" Aswatama memprotes karna sedari tadi para wanita sibuk bertanya didepan pintu padahal 2 pria dibelakang tengah kerepotan membawa rantang dan beberapa paper bag,


"Iya papah pegel loh ini bawa rantang nasi sama rendang!" ucap Bambang yang juga kerepotan dengan 2 rantang dan 3 paperbag.


"Astagaa!


Papah sama papa bawa apa banyak bener?" heran Amel


"Udah-udah awas papa masuk sendri aja, ayo pak bambang kita lngsung masuk aja! Ini tangan hampir lepas lo dari pangkalnya." Aswatama menerobos ketiga wanita itu yang tengah cekikian dan disusul Bambang dibelakangnya.


" Mari pak, biarkan para wanita melepas rindu kita siapkan saja semuanya." Ucap Bambang sambil berlalu


Seru Laily dan Fatimah bersamaan. Mereka menyeret Amel kedalam dan mendudukanya disofa. Bahkan lengan Amel diapit disisi kanan dan kirinya. Sebelah kanan Laily dan kiri Fatimah. Amel pasrah saja.


"Eheeeem!"


Dari tangga rupanya bayu memprhatikan mereka sedari tadi.


Semua orang hanya menoleh dan tanpa memprdulikan bayu, merka sibuk dengan kegiatanya masing-masing. Padahal niat awal ingin mengejutkan Bayu yang tengah Ulangtahun.


Dikubu belakang nampak Aswatama dan Bambang sibuk menghidangkan makanan yang memang disimpan diwadah tahan panas jadi tak perlu repot menghangtkan, bahkan mereka sangat asik sembari brbincang mengenai bisnis mereka. Akur sekali bukan


Dikubu lain Laily mengusap kepala Amel yang kini berada dipangkuanya, sementara Fatimah trlihat memijat kaki menantunya. Rupanya Amel direbahkan disofa dengan paha Laily sbagai bantal dan paha Fatimah bantalan kakinya.

__ADS_1


" Rupanya nyonya Amalia Fransisca sedang mendapatkan pelayanan khusus, sampai aku tuan rumah dikacangin begni?" Ucap Bayu smbari menyandarkan diri pada dinding tangga.


Amel cuek saja, ia tengah mnikmati pijat gratis dari mertua dan ibunya. Rupanya kaki Amel memang agak kram gara-gara aktifitasnya ditangga tadi.


Bayu mendekat dan brsujud seolah ia tengah menghadap sang Mulia Ratu.


" Apa sekiranya tugas yang harus hamba lakukan Yang Mulia Ratu Amelia Fransisca?"


Bayu berbicara dengan suara khas pelayan istana.


Amel, Laily dan Fatimah hanya senyum-senyum saja melihat tingkah konyol Bayu.


"Ambilkan Amel jus yang mama bawa tadi Bay, buruan kasian ini kesayangan mamah kehausan. Dia sampai berkeringat tadi loh." Ucapa Fatimah yang trdengar antara memerintah juga memprotes.


"Sendiko ndawuh ibu Suri. "


Bayu mundur kebelakang dengan masih berjongkok. Niat sekali ia memainkan dramanya.


Stelahnya ia berbalik dan bangun,


Ck kalian ini apapan sii, aku looh anak mamah sama papah gak prnah digituin. Ini kenapa jadi aku kaya anak tiri si." Grutu Bayu smbil berjalan menuju meja dapur.


Hahahahahaaaa


Semua orang trtawa tak trkcuali Amel, bahkan wanita itu sampai memegangi perutnya saking gelinya melihat kecemburuan Bayu pada Amel lantaran sejak datang baik orangtua ataupun mertuanya tak ada yang menanyakannya apa lagi menyapanya.


Kini jadilah Bayu menarik kursi dan duduk dimeja makan, ia memanyunkan bibirnya sembari mnyomot rendang yang ada didepanya.


" Ck bahkan kalian sampai segini niatnya nyenengin Amel, kalian bawa smua makanan kesukaan Amel.

__ADS_1


Bayu berbicara dengan mulut penuh daging rendang


__ADS_2