
Pagi-pagi sekali Amel trbangun ia merasakan badanya yang trasa remuk bahkan ia meringis kala ia mencoba brdiri.
Rupaya kegiatanya semalam menyisakan rasa nyeri dan kebas diarea kewanitaanya. Saat ia melihat pantulan wajahnya dicermin ia tersenyum melihat tanda merah yang Bayu tinggalkan bahkan dismua area leher hingga dadanya.
Dua gunung milik Amel kini tak mulus lagi. Melainkan penuh dengan tanda cinta dari Bayu.
" Awwwwh"
Amel mengaduh rasanya ia tak bisa berjalan dengan baik.
Bayu yang baru siuman kini melebarkan matanya melihat istrinya jalan terseok-seok.
Tanpa bertanya Bayu gegas menggendong Amel, membawanya kekamar mandi. Mengisi bathub dengan air hangat, stelahnya mendudukan Amel disitu.
" Amel hanya tersenyum mendapati perlakuan itu dari suaminya.. Mata Amel melotot kalala suaminya ikut masuk dalam bathub.
Bahkan amel bisa meraskan tusukan dari pyhton suaminya yang kini sudah menggeliat menusuk bongkahan pantatnya.
Bayu memang berada dibelakang Amel.. Memeluk tubuh telanjang istrinya dari belakang. Tak hanya memeluk tanganya sibuk meremas mainan barunya itu.
Amel melngguh merasakan knikmatan yang kini suaminya berikan lagi. Amel merinding kala bibir Bayu kini mengecup lehernya.
" Aku mau lagi sayang." Cuuup
Bayu berbisik ditelinga Amel, Amel mendongak menatap wajah suaminya. Wajahnya tampak memlas, maaas, "
" Satu kali lagi, aku janji cuman sbentar." Bayu nampak memohon. Tubuh Amel memang membuatnya candu, bahkan semalam ia sampai menghabiskan tiga ronde.
" Semalem udah 3 kali loh mas." Keluh Amel
"Sepuluh menit sayang. Kamu liat si phyton sudah sangat lapar." Tunjuk Bayu pada miliknya yang bahkan sudah mengacung smpurna.
Amel nampak menghela nafas namun ia tak bisa menolak keinginan suaminya.
Sbenarnya dia juga merasa kecanduan akan stntuhan dan hujaman yang suaminya berikan. Kendati semalam ia menjerit kala Bayu menghantam pertahananya namun stelahnya ia meraskan kenikmatan yang membuat tubuhnya menggelinjang meraskan nikmatnya penyatuan itu.
Acara mandi kini brubah haluan, mereka melakukannya lagi, bahkan tak hanya satu kali dalam 10 menit melainkan 30 menit dan mereka mengulanginya hingga 2 kali.
__ADS_1
Kini 1 jam sudah mereka dikamar mandi, Amel nampak kelelahan.
" Mas, Sudah ya mandi dlu.. Besok lagi." Janji Amel yang merasa sudah sangat kelelahan
" Emmm, " Bayu menggeleng, " Bukan besok sayang, tapi nanti malam." Bayu mengedipkan salah satu matanya.
Kini Amel nampak cemberut dan bibirnya trlihat mengerucut.
Jahahaaa
" Q becanda sayang, malam nanti kita istrirahat. Tp paginya kamu harus siap ya sayang. Aku kini kecanduan akan tubuhmu. Kamu harus tanggung jawab.."
Bayu menggosok tubuh istrinya dengan sabun. Mereka mandi dan stelahnya istirahat karna rasa lelah akibat pertempuran itu kini Bayu pun ikut tidur, ia berniat pergi kekantor siang nanti.
******
Ditmpat lain kini dua orang baru saja turun dari mobil trafel yang membawa mereka menuju kota x. Mereka Bastian dan Oca. Bastian trpaksa membawa Oca ikut serta karna oca merengek meminta ikut.
" Ayo kita cari kontrakan dlu, tp stelah itu kamu istrirahat aku harus mnemui jesica. Kamu harus sabar, aku pasti akan mendapatkan banyak uang dari wanita itu. Nanti kamu bisa belanja baju-baju bagus dan makan enak." Janji Bastian pada Oca dengan mudahnya.
" Apa em baiklah. Janji kamu akan membawaku belanja besok ya sayang." ucap Oca dengan senyum termanisnya
Mereka berjalan mencari kontrakan untuk mereka tinggali smntara dikota x.
Stelah brtmu Jesica dan membuat perencanaan yang matang baik jesica dan bmBastian besrta Oca tentunya akan pindah ke kota dimana Bayu dan Amel berada.
Dreeet dreeet.
Ponsel bastian nampak brgetar saku celananya.
" Bentar sayang, Jesica tlfon kamu diem dulu. Duduk dikat pohon itu. Titah Bastian pada Oca" mereka memang masih dipinggir jalan.
Oca hanya mengangguk saja.
Tuut bastian menerima panggilan dari jesica dan sedkit menjauh dari oca.
" Hallo sayangkuu, Aku sudah sampai disini cantik, aku sangat lelah. Nanty sore kita ketemu dikafe biasa." Ucap Bastian dengan lembut
__ADS_1
" Okee baguslah kalau kamu memang sudah sampai. Jm 5 sore kita ketmu. Kita harus gerak cepat, sudah telalu lama mereka brada dalam zona nyaman."
Gara-gara dia Bayu jadi jarang kasih uang padaku. Bayu memang sudah 1 bulan lebih tak memberikan jatah uang untuk Jesica, Bayu terlalu sibuk dengan istri dan perusahaan yang sedang memuncak itu. Hingga ia lupa jika ia harus mengirim uang untuk Jesica.
"Oke oke sayang jangan hawatir lagi, aku tutup telfonya cantik sampai ketemu nanti sore."
Muuuuuaaaaaaaacccch.
Bastian mencium jauh Jesica dari telfon seblum ia memutuskan sambungan telfonya.
******
Sementara Jesica kini melanjutkan langkahnya menuju lapas ruang besuk. Jesica saat ini tengah berada di lapas tempat Randi ditahan. Ia menemui sipir dan memintanya untuk memanggil arandi.
Selang bbrapa menit Randi muncul, ia heran melihat jesica. Pasalnya wanita itu sudah lama tak mengunjungi Randi dilapas.
" kamu!" sapa Randi dengan kaget
" Hai randi, apa kabar!" Jesica berbasa basi
" Seperti apa yang kamu lihat jes.
Randi nampak akrab dengan jesica.
"Bagus Randi, kamu harus selalu sehat aku sedang mengusahakan agar kamu bisa naik banding, walapun tidak bisa bebas tpi stidaknya aku bisa mngurangi masa tahananmu jauh lebih singkat." Janji Jesica pada Bayu
" Eem baillah trimakasih. Lalu apa tujuanmu kemari?" Tanya Randi pada Jesica
Randi, Aku akan memulai rencana kita secepatnya. Aku sudah menghubungi orang yang brsedia membantuku. Kamu doakan aku dari sini, aku pastikan Amel akan kembali kepelukanmu lagi dan aku akan bersama Bayu." Ucap jesica dengan snyum licik dibibirnya.
" Heeem trserah kamu saja, aku minta jangan satu incipun kamu menyakiti Amel. Kalau seujung kuku saja amel trgores kamu akan tau akibatnya." Tegas Bayu pada Jesica
" Hahahahaa Randi Randi kamu ini lucu. Apa yang mau kamu lakukan padaku heeem?, Kamu tak berdaya Randi, kamu mendekam disni." Jesica brbicara seraya menatap tajam kearah Randi.
Randi mengpalkan tanganya, "Jessica!" Ucap Randi dengan matanya menyorot tajam ke arah wanita yang ada dihadapanya itu.
"Kamu tenang Randi, aku takan mnyakiti kekasihmu itu selama dia kalem."
__ADS_1
" Kalau dia berulah aku trpaksa mmbrikan dia pelajaran." Kini Jesica brbicara seraya pergi meninggalkan Randi dengan kemarahannya. Nampak wajah randi memerah, nafasnya memburu dadanya naik turun menahan amarah.
Ia kembali merutuki dirinya yang ceroboh hingga harus mendekam dibalik dinginya tembok lapas itu.