
Seorang laki-laki turun dari taxi online. Berjalan menuju gedung kantor Bayu. Laki-laki itu sudah mengantongi informasi kapan bayu datang dan pergi. Jadi dia datang tepat saat Bayu belum sampai kantor. Rekanya sudah memebritahu kalau target sudah brada dalam perjalanan.
" Selamat pagi! Permisi pak apa saya bisa menitipkan ini untuk Bapak Bayu."
Ucap laki-laki yang kini menutupi wajahnya dengan masker dan kepalanya ia tutup dengan topi pada satpam yang berjaga dilobi.
" Selamat pagi, maf ini apa yaa? " Satpam itu mendapatkan amplop coklat dri laki-laki tadi.
" Eng itu, titipan dari ibu Amel. Isi dalam amplop itu sangat penting. Ibu tak sempat datang sendri jadi dia menyuruh saya mengantar ini." Jelas laki-laki itu meyakinkan Satpam
Satpam nampak curiga melihat gelagat Bastian.
" sial sepertinya satpam ini curiga. Gimana caraku meyakinkan dia. Aku tak mungkin buka masker. Sbentar lagi bayu pasti datang. "
Bastian menggerutu dalam hati, Satpam itu bahkan memperhatikanya dari ujung rambut hingga kaki.
" Kenapa mesti pake masker dan topi pak, anda sangat mencurigakan. Apa bisa saya percaya dengan anda? " Tanya satpam itu berusaha memastikan lagi
"Eeng anu wajah saya ada sedikit luka, saya malu jadi tontonan kariawan kantor." Kilahnya agar tak dicurigai
"Anda yakin? " Tanya satpam itu dengan tegas
Bastian terpaksa menuarkan ponselnya, menunjukan fotonya yang terdapat luka dibgian bibir kala ia kecelakaan dulu. Karna terpelosok dalam parit dan bibirnya tetrusuk cangkang siput. Agak sobek dan menghitam juga bengkak.
Peffft
Satpam itu nampak membekap mulutnya sendri. Ia merasa lucu dengan bentuk bibir Bastian
__ADS_1
" Ck, bapak saja mentertawakanku. Karna itu aku pakai masker. Buruan pak, ini sangat penting! Antar ini sama sibos!" Perintahnya dengn cepat.
"Em iya sudah saya terima, nanti akan saya sampaikan ke Pak Bayu, beliau belum datang. " ucap satpam itu menjelaskan
"Oh sibos belum sampai? Saya kira sudah sampai.", Ucap Bastian pura-pura terkejut.
Bastian berbalik hendak meninggalkan lobi.
"Tuunggu tunggu! " Satpam mencegah.
"Brengsek, ada apa lagi ini." Gumam Bastian dengan lirih. Namun stelahnya Bastian berbalik dan sedikit mendekat kearah satpam itu.
" Ma'af anda siapa ya? Biar nanti kalau Bapak tanya saya bisa menjawab. " Satpam itu nampak sabar menunggu, karna Bastian terlihat sedang berfikir. Namun sang satpam mengira Bastian tuli.
" Paak, ma'af namanya siapa? Biar nanti kalau bapak tanya saya bisa jawab. Ucap satpam dengan suara sedikit ditinggikan. "
" Heee saya kira tuli, soalnya gak nyaut sih. " ucap satpam tanpa rasa bersalah.
" Saya Basir, tukang kebun tetangga pak Bayu. Tadi ibu Amel bingung harus nyuruh siapa. Kebtulan saya lewat jadi ibu menyuruh saya."
Kini bastian dengan lancar membuat karangan bebas. Kalau Bastian seorang murid, mungkin ia akan mendapatkan nilai 100 atas tugas mengarangnya.
Satpam nampak manggut-manggut dan stelahnya mengucapkan terimakasih.
******
Sementara dirumahnya Amel kini nampak terkejut lantaran satpam rumahnya tiba-tiba masuk. Tak biasanya ia masuk, jika ada perlu biasanya dia hanya mengabari lewat telfon. Sekalipun tak pernah meninggalkan pos, jika itu tak benar-benar darurat.
__ADS_1
" Pak, ada apa tumben kesini. Biasanya nelfon? "
Amel menghampiri satpam yang kini berdiri diamabang pintu.
Terlihat sesekali satpam itu menengok kebelakang, kearah posnya.
"Ini bu ada titipan dari sodara ibu." jawab satpam itu dengan sopan
" Sodara? Siapa?"
Tanya amel heran.
"Gak tau bu, lupa nanya. Soalnya dia buru-buru. Dia perempuan bu." Jelas satpam itu pada majikanya
" kenapa gak disuruh masuk? "
Protes Amel
"Dia menolak bu, dia hanya nitip ini saja." Satpam membrikan amplpop coklat yang jesica berikan.
" Ya sudah trimakasih, lain kali suruh masuk. Atau setidaknya tanyakan namanya ya pak." Ucap amel dengan sopaan.
Amel menerima amplop itu. Ia nampak berfikir, siapa sekiranya yang mengirim amplop itu. Siapa sodra yang mengunjunginya nmun tak mau masuk, seinget amel smua sepupunya diluar kota. Dan jik mereka mau berkunjung kmungkinan akan menelfonya dulu.
"Saya kembali kepos bu." Satpam itu mohon diri
" Ah iy pak terima kasih." Ucap Amel
__ADS_1