Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 49


__ADS_3

Tiin tiiin tiiin


 Pagi-pagi Amel dan bayu dikejutkan dengan suara berisik klakson mobil dihalaman rumahnya.


" Sayang, kamu ada tamu? " Mata bayu masih terpejam namun telinganya mendengar kebisingan diluar rumahnya.


" Gak ada mas, aku gada tamu. Aku pikir mas yang ada tamu. Atau mama papa kali mas! " Amel masih duduk manis didepan cermin. Entah kenapa smenjak dinyatakan hamil dia ingin selalu tampil perfect.


" Coba kamu liat dulu sayang aku masih ngantuk. " Bayu malah menarik slimut dan menutup semua tubuhnya.


Tiiin tinnnn tiiiiiinnnnn


Suara itu makin trdengar membisingkan ditelinga Amel.


" Iih appan si, tamu ko ya nda sopan gitu. Pagi-pagi bkin brisik. " karna penasaran Amel berjalan kearah balkon untuk melihat dari atas.


" Maasss, sini deh cepetan. " Amel berteriak memanggil suaminya kala ia melihat mobil Honda brio keluaran terbaru dengan hiasan pita didepanya terdapat tulisan To Momy Amel.


Bayu menggeliat, membuka matanya perlahan. " Tadi heboh suara klakson sekarang suara kamu yang brisik. Ada ap si momy Amel? " dengan langkah gontai bayu mendekat menghampiri istrinya. Kendati matanya masih berkabut bayu bisa berjalan dengan baik hingga sampai pada istrinya.


" Liat kebawah mas! Kamu beliin itu buat aku? " Bayu mengucek matanya berkali-kali. Amel yang merasa sangat bahagia langsung memeluk bayu dengan erat.


" Mel, itu mobil siapa? " bukanya menjawab pertanyaan Amel, bayu malah bertanya baliik. Amel melepaskan pelukanya. Ditengah kebingungan mereka terdengar suara bambang dan fatimah dari bawah sana.


" Ameeel! Turun nak, ini hadiah dari papah. " Amel membkap mulutnya, tak percaya dengan apa yang mertunya sampaikan. Kendati demikian bayu dan Amel langsung turun kebawah untuk melihat mobil barunya.


Saat sudah turun Amel disambut fatimah dengan merentangkan tangan. Seolah mereka berminggu-minggu tidak bertemu.


" Sayang, ini hadiah dari mamah dan papah.

__ADS_1


kamu suka? Maaf ya hanya ini yang mampu kita belikan. Jangan dinilai dari harganya ya sayang. Tapi lihatlah bentuk kasih sayang kami. " Saking bahagianya amel sampai tak bisa berkata apa-apa lagi.


Bayu mendekat dan mencebikan bibirnya. " Ck, hanya amel yang dapat hadiah, mana bagianku? "


" Heeii bung, yang hamil istrimu. Kenapa kamu juga minta hadiah, itu juga nantinya kalian pake bersama. " bambang menepuk pipi bayu dengan pelan.


" Mana bisa, harusnya yang dapat hadiah itu aku pah. Kan itu hasil kerja kerasku sepanjang malam hingga cebongku kini bisa bertunas. Bahkan aku bisa membuatnya dua sekaligus. Aturan aku kali pah yang dapat hadiah. "


Mata amel membulat smpurna mendengar ucapan bayu yang membahas hal intim diedepan orangtuanya. Bambang gemas dengan bayu yang mendadak iri dengan hadiah yg Amel dapat begitupun fatimah.


" Hiiih mulut kamu ini, apa kamu tidak malu berbicara seprti itu didepan mamah dan papah? " fatimah mencubit gemas pinggang bayu.


" Awwwh awwwh sakit mah, Issh kalian ini aku cuma becanda tapi dianggap serius. Aku sudah seprti anak tiri stelah ada Amel. Nanti kalu sikembar lahir aku pasti dilupakan. "


Sontak semua orang yang ada disitu tertawa mendengar ucapan Bayu.


*****


Stelah sempat bertanya kesana kemai ahirnya jesica menemukan tempat kost itu. Tempatnya memang berada didaerah yang sepi dan sedikit kumuh namun demi menggali informasi mengenai jati diri oca jesica rela datang ketempat kumuh itu.


" Ya Tuhan, kalau bukan demi Bastian aku mana mau datang ketempat ginian. Mana bau, iuuuuh. " Sepanjang jalan jesica jadi pusat perhatian para warga skitar tempat kost itu.


Saat jesica sedang mengedar pandangan tiba-tiba terdengar suara yang memanggil namanya.


" Mba jeje, sini! " ternyata tetangga kost oca yang bernama Vita itu sudah menunggu jeje didepan gank kostan.


Jeje berjalan lebih cepat dan menghampiri Vita.


" Aduuh vit, gini amat kosan lo. Mana kumuh banget, gak cocok kali vit tampang kaya lo hidup disini. " ocehan jesica hanya ditanggapi senyuman oleh vita.

__ADS_1


" Disni murah kali mba, mana ada aku uang buat bayar kost mahal. " ucap vita sembari terkekeh.


Stelah berjalan kurang lebih sepuluh meter mereka sampai ditempat kost vita.


" Naah ini mbak kostan gue, maaf ya sempit. Tp gue pake ac ko. Hiii. " vita memprsilahkan jesica masuk. Kondisi kamar kost vita memang kcil, sbenarnya itu bukan kost tapi lebih tepat disebut kontrakan satu petak namun letak kamar mandinya didalam.


Tempat kost vita terbilang rapih dan sedkit nyaman. Karna vita rajin dan bersih. Jadi jesica sedikit merasa nyaman saat memasukinya.


" Ehh ngmong-ngmong sbelah mana kostan si oca -oca itu? " jesica mulai merasa penasaran.


" Sini deh mba, niih disbelah gue. Tar gue pinjemin kunci cadanganya sama si ibu. Tau gak si mbak pas oca masih disini hampir seharian gue denger ******* dia. Mana kenceng banget. Tuh lakinya jarang keluar. Hahahaaa. " vita teringat saat-saat oca masih tinggal disebelahnya bersama bastian.


" Widiih, gilaa. Apa copot tuh pinggang! " kelekar jesica.


" Mana tau mbak, dia mah sexy bener. Pantesan tuh laki pada melotot liat dia. " Oca memang selalu berpakaian sexy, pakaianya selalu pakaian kurang bahan atau biasa disebut stengah telanjang.


"Naah tuh si ibu pemilik kost kebetulan dateng. Ayo mbak kita pinjem koncinya. Biar gak curiga bilang aja kalo lo kakany ke, emaknya ke! " Vita memnggil ibu kost dari dalam karna memang pintu kost vita terbuka sedikit hingga dia bisa melihat siapa yang lewat didepanya.


******


" Stelah drama kejutan berahir mereka langsung pergi mencoba mobil baru itu dengan Bayu sebagai sopirnya. Tentunya stelah Bayu mandi dan berganti pakean. Mereka memutuskan untuk mencari sarapan. Karena Amel ngidam bubur ayam ahirnya mereka keliling untuk mencari bubur ayam.


" Maaah, amel boleh nambah gak si buburnya? " Tanya amel dengan malu-malu pada fatimah.


Fatimah tersenyum kemduian mengusap perut rata Amel. Badanya sedikit membungkuk agar posisinya sejajar dengan perut menantunya.


" Cucu oma suka bubur ayam rupanya, momy sampe nambah. Lalin kali minta porsi jumbo sama momy. " bisik fatimah namun masih bisa didengar yang lain. Wajah Amel seketika memerah karna malu.


" Nambah aja sayang, bila perlu mas borong sekalian sama abangnya biar pas kamu pengin tinggal minta dibuatkan. " ucapan bayu didengar oleh si abang penjual bubur ayam.

__ADS_1


" Aiiih si emas, kalau saya dibeli nanti gimana kalau anak istri saya nyariin. Mana ada penjual bubur ayam yang kasep kaya saya! " mendengar abang penjual bubur berkata seprti itu sontak semua pengunjung yang sedang menikmati bubur tertawa karena merasa lucu dengan ucapanya.


__ADS_2