
Tok tok tok
Laily mengetuk pintu dengan tidak sabar, aswatama menggelengkan kepalnya melihat kepanikan sang istri.
" Sabar maah, pelan-pelan! " ujar aswatama dan mennggenggam tangan istrinya agar merasa tenang.
" Mamah belum bisa tenang kalau belum melihat amel pah. " Tok tok tok
Laily mengetuk pintu lagi, kali ini lebih keras.
Ckleek
" Maaf mah lama tadi amel lagi nemenin mamah bikin rujak. " Amel nyengir kuda karna merasa tidak enak membuat orang tuanya menunggu terlalu lama.
Greeep
" Amel sayang kamu baik-baik saja kan kamu sudah tai belum tentang.. "
" Tentang berita yang sedang rame ditelevisi mengenai ibu hamil yang keracunan makanan yang dia beli dipinggir jalan. Betul begitu kan mah? " ucap bayu sambil mengkode ibu mertuanya agar tidak berbicara pada Amel mengenai kasus randi.
Tanpa laily berbicara bayu sudah tau apa yang membuat laily dan aswatama begitu menghawatirkan istrinya.
Laily menghela nafas panjang, hampir saja dia lupa jika putrinya tengah hamil muda dan tidak boleh stres.
" Memangnya ada berita begitu ditv mah? Amel beberapa hari ini tidak nonton tv, kata mamah tvnya rusak semua. Aneh padahal sbelumnya gak papa, hp amel juga disita sama mamah katanya ibu hamil gak boleh pegang hp. Emang begitu ya ma? " mendengar penuturan Amel laily dan aswatama bernafas lega.
Kehawatiran laily sudah terbukti salah, meskipun rendra anak dari fatimah dan bambang namun mereka menjaga putrinya dengan baik. Mereka bahkan melarang amel melihat apapun yang sekiranya membuat amel mengetahui berita tentang kaburnya randi.
" Sudah-sudah mama sama papanya disuruh masuk mel, ngbrolnya didalam saja. Mari jeng Laily pak aswa kita ngobrol diteras belakang rumah saja! " fatimah mendekati laily dan menggandengnya berjalan terlebih dahulu. Sebagai seorang ibu fatimah dapat mengerti tentang kehawatiran besanya.
" Trimakasih jeng, trimakasih sudah menjaga putriku dengan baik. Akuuu... " laily samai tak bisa berkata apa-apa lagi, bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
" Sudahlah jeng, apa jeng fikir aku akan membiarakan semuanya terjadi? Randi memang putraku, tapi aku takan membiarkan salah satu putraku menghancurkan kebahagiaan putraku yang lain. Jangan hawatir jeng, putrimu adalah putriku juga. " Ucap fatimah dengan lembut.
Kata-katanya begitu menyentuh hati siapapun yang mendengarnya. " Putriku beruntung memiliki ibu mertua spertimu jeng! " Laily memeluk fatimah dengan erat.
" Jangan begitu, aku yang beruntung mendapatkan putri sprtinya. Trimakasih sudah mau membrikan putrimu untuku. Kita ibu yang beruntung! " bisik fatimah ditelinga laily karna kini jarak mereka dan amel sudah dekat.
" Iih ini ko mama sama mamah peluk-pelukan si, dalam rangka apa nih ko aku nda dipeluk juga? " Amel nimbrung dan ikut memeluk dua wanita yang sangat dicintainya.
Smentara diluar sana randi dan jesica tengah merencanakan sesuatu untuk merebut kembali posisi mereka masing-masing dihati orang yang dicintainya.
" Kapan kita akan bergerak je? " tanya randi stelah rencana mereka sudah benar-benar matang.
" Menunggu keadaan aman ran, kamu itu buronan. Kita tidak akan semudah itu untuk bergerak. Kecuali.. " jesica menggantung ucapanya.
Randi tampak penasaran dengan apa yang akan jesica sampaikan.
" Kecuali apa je? " tanya randi yang melihat ajah jesica menyingrai licik.
Randi masih belum mengrti dengan apa yang jesica maksud. Karna merasa geram ahirnya jesica menjelaskanya dengan membisikan itu ketelinga randi. Sesaat randi terdiam berusha mencerna apa yang jesica sampaikan.
" Ck, kamu in lemot sekali ran! Apa dalam penjara makananmu hanya nasi basi, kenapa otakmu lambat sekali berfikirnya. Bodoh! " Randi tak terima disebut bodoh oleh jesica.
" Brengsek, kamu ngatain aku bodoh je! " ucap randi dengan wajah yang sudah merah padam.
" Lalu apa lagi namanya kalau bukan bodoh, tolol? " jesica malah mentertawakan randi dan itu membuat randi semakin murka.
" Jesicaaa!!! Kamu lupa jika aku narapidana kasus pembunuhan, apa kamu mau jadi korbanku sepanjunya! " sentak randi yang membuat nyali jesica seketika menciut.
" Sabar ran sabar, aku hanya bercanda ko. Begini ran... " jesica kemdian menjelaskan dengan detail mengenai rencanaya.
" Oke, baiklah atur saja! " ucap randi, namun kali ini suaranya sudah terdengar lirih. Tak sperti tadi yang menurut jesica menyeramkan.
__ADS_1
" Kita bergerak nanti stelah keadaan tenang ran, sekarang polisi sedang gencar-gencaranya melakukan pencarian kamu. Bahkan wajah kamu sudah terpajang distiap jalan, pasa, terminal bahkan dinding-dinding yanga ada dikramaian.
" Sialan, mereka benar-benar membuatku tak bisa bergerak sama sekali. " Kini randi merasa bingung harus berbuat apa.
****
Sementara Bastian kini masih meratapi kepergian occa hingga membuatnya jatuh sakit. Sebgitu dalamnya perasaan bastian terhadap oca hingga membuatnya begitu terpuruk saat kehilangan oca.
" Bagaimana ini, apa ada keluarga yang harus kami hubungi? " ucap salah satu petugas kepolisian yang membawa bastian kerumah sakit.
Bastian tidak mau makan bahkan hari-harinya selalu dihabiskan dengan meratapi keprgian oca. Kepergian oca dengan cara yang mengenaskan membuat bastian merasa berslah karna tidak bisa menjaga oca dengan baik, apa lagi sampai saat ini para pelaku pembunuhan oca sama sekali belum tertangkap. Kemungkinan besar mereka sudaah kabur keluar kota atau kedesa terpncil yang tak terjangkau.
" A-ada, di-dia kekasihku! " ucap bastian dengan lirih kemudian bastian menyebutkan nomor telfon jesica dengan jelas.
Stelah mendapatkan nomor telfon jesica petugas kepolisian itu membritahu jesica jika bastian jatuh sakit dan sekarang dirawat dirumah sakit yang sudah bekerjasama dengan kantor polisi.
Awalnya jesica menolak datang dengan alasan dia tidak ada hubungan apapun dengan bastian. Tapi mengingat jasa bastia terhadapnya jesica sediki merasa iba. Satu jam stelah menerima telfon jesica langsung datang kerumah sakit tempat dimana bastian dirawat.
" Apa mau kamu, kenapa selalu merepotkanku! " bukanya prihatin dengan keadaan bastian, jesica malah marah-marah dan berbicara dengan kasar.
" Aku sakit kamu datang marah-marah sayang! " ucap bastian dengan lirih. Suaranya terdengar sangat lemah.
" Ck, sayang kamu bilang. Kamu sudah membohongiku. ****** yang meninggal itu selingkuhan kamu bukan! " sentak jesica tak mau berbasa-basi lagi.
" Jaga ucapan kamu je, dia sudah meninggal. Jangan menyebutnya seprti itu, dia wanita yang baik. Biarkan dia tenang dialam sana. " mendengar kata-kata jesica membuat bastian meradang. Dia tak terima oca disebut ******.
Selama menjalani hubungan dengan oca bastian selalu merasa bahagia. Dia begitu dihargai, tak seprti saat bersama jesica dia tak ubahnya seprti kacung yang selalu diperbudak oleh jesica.
" kamu marah aku menyebutnya ******! " jesica masih brusha mencela oca.
" Jesicaaa! " bentak bastian karena merasa tak trima jesica terus menyebut oca dengan sbutan ******.
__ADS_1