
Amel dan Randi pergi secara diam-diam dari rumah smentara fatimah tertidur dengan lelap dikamar Amel.
" Randi trimakasih sudah mau membantuku. " ujar Amel kala mereka sudah berada dalam mobil yang randi bawa.
" Sama-sama mel. Ohya perjalanan dari rumah kerumahsakit kan jauh. Kamu tidur saja dulu nanti saat sampai aku bangunkan kamu. " Ucap randi sembari menyalakan mesin mobilnya.
" Ran ngmong-ngmong ini bukan mobil kamu kan? Bukan juga mobil papah. Aku sepeti pernah melihat mobil ini. Tapi dimana yaa? " Amel tampak mengingat dimana dia pernah melihat mobil yang randi kendarai. Sementara randi mendadak panik karna takut amel mengenli mobil jesica.
" Kamu salah liat kali mel, ini mobil temanku mel. Mobilku lama tak dipakai jadi saat dinyalakan dia sedikit sulit. Aku sudah membawanya kebengkel. " Alasan randi terdengr sedikit masuk akal.
" Ohh iya iyaa, mungkin aku pernah melihat saat temanmu memakainya. Oh ya ren, gimana bisa kamu bebas begitu cepat. Bukankah seharusnya masih lama masa tahanan kamu? " sungguh, randi semakin merasa tidak nyaman dan ketakutan saat Amel trus bertanya. Saat bersama dengan Randi dulu amel memang pribadi yang sangat aktif. Dia paling suka bercerita dan bertanya.
" Ternyata kamu masih sama seprti Amel yang dulu! " gumam randi lirih namun masih samar-samar didengar oleh Amel.
" Apanya yang masih sama ran? " Tanya Amel yang membuat randi gugup.
" Tidak mel tidak ada kamu... " Saat randi melihat kesamping ternyata amel sudah tertidur bahkan terdengar dengkuran halus dari mantan kekasihnya itu.
Randi membenarkan letak anak rambut Amel yang menutupi sebagian wajahnya.
" Sayang, sbentar lagi kita akan bersama lagi. Aku takan melepaskan kamu lagi mel. Kita akan keluar negri dan hidup dengan bahagia disana. " Ucap randi lirih sambil menatap wajah ayu wanita yang saat ini menjadi kaka iparnya.
****
__ADS_1
Stelah mengantar pak maman kerumahnya bayu langsung kekantor polisi untuk membuat laporan terkait penyerangan terhadap mertuanya aswatama. Bayu datang kerumah sakit bersama dengan dua orang anggota kepolisian.
" Pak aswa apa sebelumnya anda memiliki musuh atau mungkin sempat berselisih faham dengan seseorang? " polisi tampak mengorek informasi dari aswatama terkait kasus penyeranganya.
" Tidak pak, saya tidak pernah punya musuh atapun ribut dengan orang lain. Saya juga heran kenapa tiba-tiba saya diserang? " jelas aswatama kemudia mencritakan kronologi kejadian sebelum ahirnya penyerangan dilakukan.
" Tapi aneh, jika ini motif perampokan atau pembegalan mobil anda pasti sudah dibawa kabur. Dan ya, apa ada barang berharga atau uang yang hilang? "
Tanya polisi lagi.
" Tidak pak, sama sekali tak ada satu barangpun yang hilang. " ucap aswatama.
" baik pak, kalau begitu kami akan menyelidiki kasus ini. Kemungkinan penyerangan ini sudah direncanakan untuk hal tertenu. Berhati-hatilah mungkin salah satu anggota keluarga anda yang jadi incaranya. Perhatian kalian sengaja dialihkan agar fokus kalian buyar. " stelah mengatakan itu polisi berpamitan dan keluar dari ruangan aswatama disusul bayu.
****
" Astaga aku ketiduran. Hoaaam. " Fatimah menggeliat saat dia membuka mata. Namun dia merasa ada sesuatu yang hilang dari pandanganya dan dia sama sekali belum menyadari jika Amel tidak ada dikamar itu.
" Amel pasti dikamar mandi. " gumam fatimah sambil berdiri dan ingin menghampiri menantunya Amel.
" Meeeel, sayang kamu didalam nak? " teriak laily. Namun sama sekali tak ada sahutan dari dalam sana.
" Ameeel, sayang kamu gak papa kan sayang, apa kamu mual lagi nak? " Heniing tak terdengar suara appun dari dalam sana. Fatimah mulai panik dan sgera mendorong pintu kamar mandi.
__ADS_1
Fatimah lebih panik saat didalam kamar mandi tak ia temukan keberadaan menantunya.
" Ameeel, sayang! Kamu kemana nak? " fatimah lari keluar kamar dan turun kebawah. Sesaat fatimah baru sadar saat melihat pintu utama terbuka.
" Ya Tuhan Ameeeeel! " Fatimah benar-benar panik. Tak tau harus mencari amel kemana lagi. Karna hawatir trjadi sesuatu pada putrinya fatimah lari lagi kedalam dan mengambil ponselnya untuk menghubungi bayu.
"'Hallo mah, kenapa? Sebentar lagi aku akan pulang bilang sama amel suruh istirahat saja! " bayu mengira fatimah telfon untuk menyuruhnya pulang.
" Hiks hiks Amel bay amel! " bayu merasa hawatir saat mendengar isakan dari ibunya.
" Amel kenapa bu? Ibuuu ada apa dengan Amel? Jawab buu! " suara bayu terdengar sangat hawatir disebrang sana.
" Ameeel... "
Fatimah tak sanggup menyampaikan hal itu pada Bayu.
" iya Amel kenapaa maah? " bayu meninggikan suaranya karna fatimah tak juga mengatakan apa apa yang terjadi pada Amel.
" Amel tidak ada dirumah nak, amel hilang. "
Ucap fatimah lirih namun jelas ditelinga bayu.
" Apa Amel hilang?!!!
__ADS_1