
Sesampainya dirumah sakit bayu dan Laily langsung menuju keresepsionis. Stelah mendpatkan informasi bayu dan laily langsung menuju tempat dimana Aswatama dirawat.
" Papaa, kenapa bisa begini paa? " isak laily saat sudah berada disamping aswatama.
" Sabar maa, pa gimana keadaan papa. Bagaimana kejadianya, kenapa bisa begni? "Ditanya seprti itu oleh menantunya aswatama terdiam sejenak dan mengingat keajadian yang menimpa dirinya.
Dengan suara lirih dan terdengar sangat lemah aswatama menceritakan tentang dia yang diikuti oleh dua pengendara speda motor dari persimpangan dekat komplek prumahan.
" Ya Ampun pa, itu berati kejadian ini sudah direncanakan pa tapi siapa? " ucap laily sambil mengusap kepala suaminya yang terbaring lemah dibankar rumah sakit.
" Papa juga gak tau ma, papa sama sekali tidak mengenali siapa mereka. Wajah mereka ditutup masker. Namun papa sempat melihat salah satu diantara mereka memakai kalung dengan liontin berbentuk kepala tengkorak.
" oya ma dia pak maman, kang ojol yang bantu papa sampai kesni. " Aswatama membri kode pada maman untuk mendekat.
" Pak bu, perkenalkan saya maman. " Pak maman menyalami bayu dan laily dengan hormat.
" Pak maman trimakasih sudah membantu suami saya. Jika tidak ada bapak saya tidak tau apa yang akan terjadi dengan suami saya. " ucap laily dengan lelehan air mata.
Sementara bayu menunggu giliran untuk berbicara, " Bagaimana dengan motor bapak? Apa masih ada dilokasi? " tanya bayu, karna tadi dia melihat mobil aswatama diparkiran rumah sakit.
" Iyaa pak motor saya masih disana. Kalian sudah ada disni kalau begitu saya pamit pak. Saya harus pulang istri dan anak saya menunggu dirumah. Ini sudah sangat terlambat. " Ucap pak maman kemudia mendekati aswatama untuk berpamitan.
" Trimakasih ya pak, saya tidak akan melupakan kebaikan bapak. Oh yaa tolong tulis alamat rumah bapak, kalau saya sudah sembuh saya ingin berkunjung kerumah bapak dan bertemu dengan keluarga bapak. " ucap aswatama semabri menyodorkan kertas dan pena pada pak maman.
Pak maman menerima itu dan mencatat alamt serta nomor ponselnya. Stelah itu dia keluar dari ruangn tempat aswatama dirawat.
Bayu meminta izin pada mertuanya untuk mengantar maman. Karena memang waktu sudah sangat malam dan rawan bagi maman untuk pergi jalan kaki apa lagi dalam keadaan seprti ini.
" Mari pak saya antar. " ucap bayu stelah berhasil menyusl maman yang sudah keluar sampai lobi.
" Ja-jangan pak saya tak mau merepotkan. Saya tidak apa-apa sendrian saja. " Maman yang memang merasa tidak enak hati menolak bayu untuk diantar.
" Jangam sungkan pak, ini sudah malam. Bahaya jika bapak seorang diri, jam segni sudah tidak ada taxi atapun ojek. Kalaupun ada bapak akan menunggu lama, katanya anak dan istri bapak menunggu dirumah. " bayu terus meyakinkan maman ahirnya maman memutuskan untuk mau diantar bayu. Mesikpun maman merasa canggung namun ahirnya dia setuju dan masuk kedalam mobil bayu.
__ADS_1
Didalam ruangan aswatama kini laily masih saja merasa sedih. Dia tak pernah menyangka suaminya akan mengalami hal demikian, namun yang membuatnya bingung adalah semua barang-barang suaminya tidak ada yang hilang sama sekali.
" Paaah, apa sbelumnya papa ada masalah sama seseorang? " tanya laily karna hatinya smakin dliputi rasa penasaran.
Aswatama tampak mengingat, namun nihil dia saka sekali tak mengingat appun.
" Maa, papa sudah brusha mengingat namun sama sekali tak bisa ketmu. Papa gak pernah ada masalh dengan siapapun. Papa gak punya musuh ma! " ujar aswatama kemudian.
" Hiks hiks, papa cepet sehat ya pa. Mama hawatir mulai sekarang papa harus cari supir lagi. Jangan lagi keluar malam seorang diri. Mama gak mau terjadi sesuatu lagi sama papa. Mama takut paaa. "
Laily memeluk suaminya dengan erat, aswatama mengusap puncak kepala istrinya.
" Jangan sedih lagi ma, ini musibah. Papa baik-baik saja, sbentar lagi juga papa sembuh. Mama jangan nangis lagi yaa. " Aswatama mengusp airmata istrinya dan mendekapnya dalam dada.
*****
Semntara dirumahnya amel masih gelisah memikirkan keadaan ayahnya.
" Tapi mah, papa gimana? " ucap amel masih berusha bertahan diteras.
" Papa kamu baik-baik saja nak, ini baru saja mama dapat pesan dari mama kamu. Mama kamu meminta kamu untuk tidur. " Fatimah mempelihatkan chat yang dikirim oleh laily diponselnya yang baru saja masuk.
Stelah membaca pesan dari ibunya amel trlihat sedikit lega. Dia berjalan gontai menuju kamar disusul oleh fatimah.
" Awasi terus jika keadaan sudah aman kita masuk. " titah randi pada beberapa orang yang berada didekatnya.
Tetnyata tanpa spengetahuan amel dan fatimah diluar rumah sudah ada beberapa pasang mata yang tengah mengintai mereka. Bahkan mereka kini sudaj berhasil memanjat pagar. Randi lupa jika dirumah kakanya sudah dilengkapi dengan kamera cctv disemua bagian sudut rumah.
Kejadian penyerangan aswatama pun sudah direncaakan sbelumnya, semua sudah diatur sedemikianrupa oleh randi dan anak buah jesica. Otak dibalik semua kejadian ini adalah jesica. Ambisi ingin memliki bayu dan menyingkirkan Amel sudah membutakan mata hatinya.
" Siap bos, kita awasi mereka dari dekat. " ucap salah satu orang yang ada bersama randi.
Didalam kamar Amel masih terjaga, bahkan dia mondar mandir didalam kamar.
__ADS_1
Fatimah yang memang merasa sudah sangat lelah kini tertidur dalam keadaan duduk. Bahkan amel dapat mendengar dengkuran halus dari ibu mertuanya.
" Mumpung mamah tidur, aku mau kebawah buat nunggu mas bayu, atau aku telfon mas bayu pake telfon rumah. " Amel keluar kamar dan membuka pintu dengan hati-hati.
Ponsel Amel memang masih diamankan, selama randi belum tertangkap Amel dilarang keras untuk memgang ponsel ataupun menonton tv.
Dengan hati-hati amel berhasil keluar kamar dan turun tangga dengan tanpa suara. Mata amel terbelalak kala melihat randi yang baru saja masuk rumah.
" Ra-randi, kenapa kamu ada disni? Bukankaj seharunya kamu masih dipenjara? " ucap Amel dengan suara bergetar. Amel bahkan bersiap untuk kembali naik keatas jika saja randi tak memanggilnya.
" Amel, jangan takut. Aku sudah bebas sore tadi, tapi karna aku kelelahan jadi aku teridur sampai malam. Tadi ka bayu datang dan memintaku untuk menemani kamu dan mamah disni. Ka bayu harus tidur dirumah sakit untuk menemani mama kamu. Bukankah papa kamu sedang terbaring dirumah sakit? " Jelas randi berusha meyakinkan amel.
" Kamu tau semuanya ran? " tanya amel
" Iya amel, jangan takut makanya aku datang. " Randi perlahan mendekati amel.
" ta-tapi kenapa tidak ada yang membritau jika kamu sudah bebas? " tanya amel karna masih merasa ragu.
" Amel, mereka sengaja merahasiakan kebebasanku dulu karn ingin membuat kejutan untuk papah. Kamu kan sangat dekat dengan papah, kalau kamu tau nanti kejutanya gagal. Wkwkwwww. " Randi berusha sesantai mungkin agar amel tak merasa curiga.
" Ooh begitu. " Amel bernafas lega, amel yang polos langsung percaya dengan apa yang randi ucapkan.
" Sudah sana kamu tidur, kamu pasti lelah kan. Ini sudah malam amel. " randi yang sudah tau perangai amel langsung meminta amel tidur. Padhal randi sudah faham, amel tidak akan menurutinya dan dia pasti akan meminta randi mengantarnya kerumah sakit.
" Aku tidak bisa tidur sbelum aku tau papa baik-baik saja. Emmm.. Randi! " panggil amel sambil meremas jemarinya.
" Iya mel ada yang bisa saya bantu? " ujar randi, tanpa amel tau randi tersnyum tipis nyaris tak terlihat.
" Maukah kamu mengantarku kerumah sakit? " Bah mendpat durian runtuh, randi merasa begitu beruntung, tanpa bersusah payah amel menawarkan diri untuk pergi bersamanya.
" Kamu yakin mel, ini sudah malam. Nanti ka bayu marah karna aku tidak bisa menjagamu! " ujar randi pura-pura menolak.
" Aku yakin randi, tolong! " Amel memaksa
__ADS_1