
" Astaga mau cari kemana lagi, udah hampir subuh belum juga nemu rujak. " Bayu memukul stir mobilnya sendri, ia terlalu frustasi karna belum mendapatkan apa yang istrinya inginkan.
" Lagian Amel ko mendadak aneh gini siih, minta rujak ko jam sgini. Gak diturutin pake nangis segala. " Bayu mengemudikan mobilnya lagi terus menyisiri jalan berharap ada tukang rujak yang sudah buka sepagi ini.
Sesaat bayu baru tersadar bahwa dia sudah pergi terlalu jauh. " Ya ampun ini udah masuk kedaerah rumah mama laily. Em apa aku kesana aja kali ya nanya mamah. Ini sudah jam lima, mama sama papa pasti sudah bangun. " gumam bayu sambil terus melajukan mobilnya kerumah sang mertua.
Sesampainya dirumah Laily satpam dirumah itu terkejut kala melihat menantu dari majikanya datang sepagi ini.
" Looh mas bayu tumben, sama mba amel mas? " sapanya
" eng anu, heee". bayu menggaruk tengkuknya yang tak gatal
" Bukain pak saya mau masuk, mama papa ada kan ya? " ucapan bayu membuat satpam itu menepuk jidatnya. Saking terkejutnya sampai lupa membuka pintu gerbang untuk sang majikan.
" Astaga maaf mas maaf sampai lupa membuka gerbang. Bapak ibu ada ko, jam segini biasanya sudah bangun. Mari silahkan! " pintu dibuka dan mobil bayu langsung masuk dan berhenti di halaman rumah mewah Aswatama.
Ting tong ting tong
Laily yang hendak menyalakan kompor nampak heran, tak biasanya sepagi ini ada yang berkunjung.
" Maaah, sepertinya ada yang datang. " aswatama yang hendak menyalakan televisi urung duduk dan berjalan menuju pintu disusul Laily yang juga mengikuti suaminya dari belakang.
Pasangan suami istri itu sudah terbiasa melakukan rutinitasnya slepas subuh. Sang istri berkuat didapur membantu ARTnya menyiapkan masakan sedangkan Aswatama duduk didepan televisi sembari menikmati secangkir teh.
" Siapa ya pah kira-kira? " Laily membiarkan suaminya yang membuka pintu semntara dia berdiri dibelakangnya.
" Manusia bukan ya mah, ini kan masih gelap. " Aswatama nampak ragu saat hendak membuka pintu.
" Iiish papa, mana ada setan datang slepas subuh. Udah siang kali pa, setanya takut lah ketangkep. " Laily mendekati pintu dan membranikan diri membuka pintu sambil membaca Basmallah.
__ADS_1
Kendati ia pura-pura sok berani nyatanya tanganya sedkit bergetar kala membuka knop pintu dan saat pintu terbuka mereka sama-sama terkejut.
Seseetaaaaaan! " teriak Bayu
" Maliiiiiiing, pah ambil appun buat mukul malinynya pah. " Bayu yang memakai hodie warna hitam dengan penutup kepala dan masker memang terlihat seprti maling yang sedang menyatroni rumah-rumah.
Sedangkan Laily mengenakan baju terusan brwarna putih dengan rambut tergerai.
" Mana setanya manaa. " teriak Aswatama tak kalah konyol. Bayu menutup matanya dengan tangan karna dia mengira Laily adalah sosok kuntilakan atau semacamnya. Kondisi yang gelap karna lampu tidak dinyalakan membuat mereka sama-sama ketakutan dengan pemikiranya masing-masing.
Mendengar teriakan maling satpam langsung berlari membawa tongkatnya sambil berteriak. " Mana malingnya bu pak mana? Biar saya pukul sama tongkat ini. " Stpam bersiap mengayunkan tongkatnya kearah bayu jika saja Art tak datang dan menyalakan lampu.
Cetaak
Pyaaaar
" Bayi, loh kamu! Malingnya kemana yu? Laily dan aswatama celingukan kesana kemari mencari sosok pria berpakaian serba hitam dengan masker.
Bukanya menjawab Bayu malah melihat kearah bawah, dia melihat kaki laily yang menapak dilantai.
" Maaa tadi ada setan mirip mama, aku ketakutan ma. " bayu bergidik dan masuk menerobos mertuanya yang berdiri diambang pintu.
Baik laily ataupun aswatama mematung, mencerna apa yang baru saja terjadi dan mencerna apa yang bayu ucapkan.
" Setan mirip mamah, maling, baju hitam. Laily mematikan lagi lampunya dan berjalan mendekat kearah Bayu. Spontan bayu terlonjak dan berteriak. " Amppuun amppun, mama papa setanya datang lagi, ayo ma pa pindh kerumah bayu aja disni banyak setan. " Bayu menelangkup wajahnya dalam bantal yang ada disofa.
Aswatama menyalakan lagi lampunya dan tertawa terbahak bahak begitupun dengan Laily. Itu membuat bayu semakin ketakutan dia merasa mertuanya kesurupan arwah setan gentayangan.
Bayu mundur dan membaca doa-doa hingga membuat Laily semakin terbahak melihat wajah menantunya yang ketakutan.
__ADS_1
" Sudah-sudah mah bayu pasti mengira tadi mama hantu dan sekarang kita kesurupan. Hahahaa"
Bayu merasa malu sendri dengan sikapnya.
******
Amel mondar mandir didepan pintu karna sudah lewat satu jam suaminya belum juga pulang. Amel merasa bersalah sudah menyuruh suaminya mencari rujak saat masih sangat pagi. Padahal sudah jelas tidak ada penjual rujak yang membuka lapak jam empat pagi.
" Duuh harusnya aku gak minta mas bayu pergi sepagi ini. Lagian kenapa ya ko aku pengin banget makan rujak. Aku telfon aja kali ya suruh pulang, kasian mas bayu. " Amel mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja. Matanya membulat sempurna saat melihat tanggal yang tertera dilayar ponselnya.
" Tanggal 8 Agustus, ini beneran tanggal 8." Amel berjalan menuju ruang kerja suaminya. Ia ingin melihat kalender yang ada dimeja kerja suaminya memastikan apakah tanggalnya sama seprti yang ada diponselnyan atau tidak.
" Astaga, ini benar-benar tangal 8 berati aku.. " Amel membekap mulutnya sendri lantaran dia syok sekaligus bahagia. " ini artinya aku udah satu bulan tidak datang bulan. Apa ini berarti aku...
Aku harus memastikanya dulu sebelum aku kasih tau ini sama mas bayu. " Amel kemudia teringat didepan komplek ada apotik yang buka 24 jam. Dan amel memutuskan untuk pergi saat ini juga untuk membeli test pack.
Amel berjalan kaki karna memang letak apotiknya tak terlalu jauh dari rumahnya.
*******
" Ooh jadi kamu kesni pagi-pagi karna mau cari rujak. Em tunggu bentar kayanya mama punya stok buah dikulkas. Biar mama yang bikin aja rujak serutnya kamu tunggu disni ya. " Laily langsung pergi kedapur untuk menyiapkan rujaknya. Tanpa bayu mengatakan apapun Laily sudah faham jika putrinya tengah berbadan dua. Itu sangat jelas jika ciri-ciri yang bayu ucapkan itu benar-benar terjadi pada putrinya.
Namun Laily belum brani membritahukan itu pada bayu lantaran dia juga belum memeriksa keadaan putrinya secara langsung.
Tadi slepas drama setan dan maling bayu menceritakan perihal keanehan sikap Amel hingga membawa Bayu sampai dirumah meruanya demi rujak serut.
" Kamu yang sbaar ngadepin Amel ya bay, papa minta maaf atas sikap kekanakan putri papa. Tapi biasanya gelagat seprti itu sii mirip orang ngidam. " Aswatama mengingat hal yang sama kala istrinya hamil Amel.
" Ah yang bener pah, berati Amel ada kemungkinan hamil dong pah! Aku bakalan jadi dady ya pah? " Tanya bayu yang terlihat ssngat antusias.
__ADS_1
" Itu baru dugaan papah bay, soalya dulu waktu mama hamil Amel mama juga sama kaya gitu. Tapi orang masuk angin juga kadang kya gitu si bay. " aswatama tak terlalu membrikan harapan pada menantunya karna dia juga belum tau pasti keadaan putrinya.