
"Tenanglah! Aku sudah mnyiapkan nya aku pastikan dia anak yang baik dan bahkan lebih baik dri Randi."
Fatimah brucap seraya matanya trus mengarah ke Bayu putra trtuanya.
Bayu merasa tidak tenang, dia tau ibunya tengah merencanakan sesuatu untuknya.Namun bayu brusha menyangkal itu.
" Mungkin ini hanya firasatku saja.Mama tak mungkin melakukan itu padaku.Aku sudah memliki Jesica." Batin Bayu
"Siapa? Siapa yang mamah maksud?" Ucap bambang seakan mewakli prtanyaan smua orang yang ada disitu.
" BAYU "
Fatimah dengan lantang menyebut nama sang putra.
" Mam.. "
Sblum bayu brhasil melanjutkan ucapanya trdengar pintu ruangan tempat amel dipriksa dibukak
Ckleek
Doktr kluar dari ruangaan priksa stelah
selesi memeriksa Amel.
" Ck Mama apa-apaain siii! Aku sudah memliki Jesika,, aku juga tidak mau mnikah dengan amel."
Bisa-bisanya mama punya ide konyol semacam itu. Bayu menggrutu dalam hati.
" Dokteeer bagaimana keadaan putri kami? Apa dia baik-baik saja, apa dia sudah sadar? Bolehkah kita menjenguknya?"
Laily mnghampiri doktr dan langsung membrondong dengan brbagai prtanyaan.
Doktr nampak trsenyum.Dia memaklumi sikap Laily.
" Mama kalau mau brtanya satu-satu mah. Jangan dibrondong, doktr bingung jawabnya."Aswatama mendekat kearaah sang istri.
"Tidak masalh pak, saya memaklumi kehawatiran kalian semua trutama ibu." dokter menanggapi dengan santun
" Begni pak bu, Amel baik-baik saja dia hanya trlampau marah dan tak mengeluarkanya jadi kemarahan,kegelisahan serta kekecewaanya menumpuk dalam dada, tadi ketika sadar Amel smpat menangis dan mncritakan smuanya pada saya, makanya saya lama didalam sana. Sekarang Amel sudah jauh lbih baik dan sudah boleh pulang."
Dokter menjelaskan dengan sangat detail mengenai keadaan Amel.
" Allhamdulillah "
Smua orang mngucap sykur dan raut wajah mereka nampak lega. Mendengar amel baik-baik saja.
__ADS_1
Mereka smua masuk kedalam ruangan itu mlihat keadaan amel.
"Amel kamu baik-baik saja nak?" Laily mendkat dan memeluk putrinya dengan kasih sayang
"Amel baik maa.
Ayo pulang mah, amel sudah baik-baik saja." Amel trsnyum kearah sang ibu dan juga yang lainya namun tatapan mereka sungguh lain.
Entah apa yang sedang mereka fikirkan saat ini. Terlebih saat Amel melihat Bayu masuk dengan wajah yang trlihat merah padam menahan amarah tatapan matanya bgitu tajam dan menghunus.
" Permisi pak bu ini vitamin dan beberapa obat yang harus diminum sodara Amel." Suster datang menghilangkan ketegangan yang trjadi.
" Emm trimakasih sus." Fatimah mnrima itu dan mendekat kearah Amel.
" Sayang." Ucapnya sraya mengusap puncak kepala Amel.
" I-iya tante". Amel menatap wajah Fatimah yang nampak serius
" Pernikahan kamu akan tetap trjadi besok,fatimah menjeda ucapanya ia mlihat raut wajah amel yang nampak sangat terkejut.
"Tapi tan, Ran.. " Amel belum menyelesaikan ucapnya namun sudah dipotong oleh Fatimah.
" Bukan dengan randi mel, tapi bayu. Fatimah memotong ucapan amel krna ia sudah faham akan apa yang akan amel ucapkan.
Amel menatap wajah Aswatama kemudian bralih ke Bambang dan terakhir kearah Bayu. Saat melihat Bayu, Amel melihat sorot mata yang menadakan ktidaksetujuan atas apa yang ibunya minta.
"Ameeel! Coba kamu fikirkan, kalau kamu mnikah dengan Randi sudah pasty kamu akan trskiti kamu harus brpisah dengan suamimu slepas ijab qobul."
Randi 5 tahun dalam penjara, semntara kamu hidup sendri.Namun jika prnikahan ini dibatalkan reputasi papa dan papahnya Randi diprtaruhkan krna undangn sudah trsebar kesmua rekan bisnis papa kamu dan papahnya Randi.
Mungkin kalau krugian materi itu tak brarti untuk papahmu dan kami. Namun reputasi sangatlah penting nak!"
Fatimah menjelaskan pada Amel, gadis itu nampak trdiam seraya menunduk. Dia brusha mencerna ucapan Fatimah.
"Lantas bagaimana dengan Bayu?" Aswatama kini menanyakan prihal ketersediaan Bayu.
" Bayu psti bersedia pak aswatama, dia akan menuruti prmintaanku. Dia juga pasti tidak bisa mlihat keluarganya dipermalukan."
" Bayu anak yang baik dan dia seorang pembisnis juga jadi dia paham akan pentingnya reputasi dikalangan kita." Bambang menjelaskan tanpa brtanya pada bayu trlebih dahulu.
"Jika ini jalan trbaiknya maka saja setuju dengan ide dari istri anda. Saya yakin bayu jauh lbih baik dri randi, saya prcaya putri saya akan baik-baik saja hidup brsanding dengan nak bayu."
Aswatama brbicara seraya tanyanya menepuk pundak Bayu.
Bayu merasa marah karna orangtuanya tak brtanya atapun mengajaknya diskusi bahkan tak membrikan kesempatan untuknya brpndapat.
__ADS_1
" Bayu, Apa kamu blum punya kekasih nak?" Laily brtanya pada Bayu.
"Eng, Anu tan Aku , sudah memiliki kekasih!"
Bayu menjawab pertanyaan Laily dengan kepala tertunduk.
"BAYU!! " Suara bariton Bambang menggelegar diruangan itu, ia bahkan tak sadar dimana mereka sekarang.
"Bayu memang sudah mempunyai kekasih mah, pah.. Bayu dan jesica sudah satutahun menjalani hubungan kami.
Aku tidak mau meninggalkan dia dan mnikah dengan Amel, aku mencintai Jesica paah.Kenapa aku yang harus brkorban sejauh ini gara-gara randi.?"
Kenapa mamah dan papah tak brtanya dulu padaku sbelum mengambil keputusan!" kali ini Bayu berbicara dengan suara sedikit meninggi.
Plaaaaaaaaak tanparan keras mendarat dipipi Bayu.
" Ssssst"
Bayu meraskan nyeri dipipinya, bahkan sudut bibirnya berdarah.
Smua orang yang menyaksikan itu nampak trkejut dengan apa yang Bambang lakukan pada bayu.
"Ck papah Menamparku". Ucap Bayu seraya memegang sudut bibirnya yang berdarah.
"Bayu... !" Fatimah mendekat kearah sang anak, mengusap darah disudut bibirnya. Menatap wajah sang anak dengan dalam, matanya nampak berembun.
"Tidakkah kamu bisa melakukan ini untuk mamah?
Setidaknya kamu melakukanya untuk mamah. Mamah mohon!" Fatimah menangkupkan kedua tanganya dihadapan Bayu.
Hiks hiks Fatimah trisak.
Bayu lemah jika dihadpkan dengan ibunya. Apalagi jika wanita yang sudah melahirkanya itu menangis, maka Bayu tak bisa untuk menolak.
"Maaah, sudah jangan menangis lagi." Bayu membawa Fatimah dalam pelukanya.
"Iyaa aku mau mah.
Aku akan menggantikan randi menikahi Amel."
Kali ini ucap Bayu dengan suara lirih.
" Stidaknya aku tidak brkorban seorang diri. Amelpun dmikian,, gumam Bayu dalam hati karna ia juga melihat Amel hanya menangis pasrah meneruma kenyataan ini.
Sakit.. Iya memang sakit
__ADS_1