
Sidang telah dputuskan dan Randi dijerat hukuman 5 tahun penjara, karna dia membunuh untuk melindungi dirinya dan juga atas kesaksian dari yoga saat itu.
Kini Randi nampak sudah lebih bisa menerima keadaanya
" om tante izinkan aku brbicara dengan amel sebentar?" Randi membranikan diri untuk berbicara pada calon mertuanya itu.
"Baiklah jangan lama-lama!" Aswatama menjawab dengan wajah datar.
"Pah.. "
Amel nampak melihat kearah sang ayah.
" Emm "
Aswatama membrikan anggukan kepala begitu juga dengan Laily.
Amel mengikuti Randi dari belakang untuk berbicara disalah satu ruangan dipengadilan itu.
" Sayang ma'afkan aku." Ucap randi dengan brlutut dan brsimpu didepan Amelia.
Amel nampak diam tak bergeming namun airmatanya luruh bgitu saja
" kamu boleh marah, aku memang slah.
Tunggu aku sayang, tunggu aku. Aku tak mau berpisah denganmu sayang!" Randi menjeda ucapanya, mengambil nafas untuk mentralkan degup jantunynya.
" Mafkan aku,, besok hari pernikahan kita bagaimana kalau kita menikah dilapas atau aku bisa meminta izin untuk melakukan ijab kobul stelahnya kita berpisah dulu.
Kamu mau kan nunggu aku sayang?" Randi berbicara dengan suara bergetar.
__ADS_1
Amel nampak masih tak bergeming.Tatapanya kosong memandng jauh entah kemana, airmatanya tak bisa berhenti untuk tak menetes.
" Amel! Ayo jawab sayan! jangan diam begini meel." Randi berdiri memegangi pundak sang kekasih.. mengguncangnya.Nmun amel tetap tak bergeming. Randi nampak frustasi melihat sikap diamnya.
" Ameel! "
Hikss
Randi memeluk amel dengan erat. Yang dipeluk pun tak menolak tak juga membalas, Amel sprti patung namun airmatanya seolah tak pernah habis.
Semua keluarga diam-diam menyaksikan apa yang trjadi diruangan itu tanpa dua pasang manusia yang tengah berduka itu tau.
" Apa yang harus aku jawab,aku memang sangat mencintaimu." Amel berucap namun tubuhnya masih sama sekali tak bergerak. Wajahnya datar, sorot matanya kosong.
" Tapi aku tak bisa mempermalukan kuargaku terlebih papaku dengan aku menikah dengan seorang narapidana kasus pmbunuhan."
"Dan aku harus hidup seorang diri stelah pernikahanku? Aku harus menunggu selama 5 tahun lamany, menanggung malu seorang dir, melewati duka, menghabiskan waktuku dengan air mata? Tidakkah kau memkirkan perasaan orangtuaku hah?" Amel kini terlihat begitu marah dadanya terlihat naik turun menahan smua rasa.
"Aku akan menjadi seorang istri namun aku hidup seprti janda.Apa yang akan mereka fikirkan tentang aku dan keluargaku! Aku tak bisa menjadi orang yang egois RANDI!!!!!" bahkan Amel menyebut nama Randi dengan tegas dan keras.
"Tapi tanpa menikahpun kluargaku akan mendapatkan malu karna smua undangan bahkan sudah disebar, lalu apa yang aku akan katakan pada mereka saat merka datang?" Amel tertawa tanpa humor
"Apa aku harus menjelaskan kalau suamiku masuk penjara karna kasus pembunuhan. Apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku jawab RANDI!!"
Huuuhuuuu Amel bahkan menangis histeris.Randi menarik amel, memeluknya dengan erat, amel namak berontak.
" Tidakah kamu berfikir dulu sbelum melakukan sesuatu?? Apa kamu tak memikirkan aku sama sekali sbelum melakukanya? Apa kamu tak mengingat orangtuamu haaaaaah!!! " Amel bahkan memukul dada Randi dengan histeris.
Randi tau betapa trluka dan hancurnya hati amel saar ini. Randi hanya terdiam perlahan tubuhnya merosot dan dia meraung raung sejadinya.
__ADS_1
Menyesali apa yang sudah ia lakukan, namun sia-sia saja, karna nasi sudah menjadi bubur.
Tubuh amel nampak lemas, kepalanya tersa begitu sakit, lututnya seakan tak bertulang pandangan matanya mendadak gelap.
Bruuuk
Amel jatuh pingsan
Luka batin yang begitu mendalam, perasaan marah dan kecewa yang ia pendam seakan menggunung dalam hatinya ia bahkan sampai tak sanggup lagi membendungnya.
" Ameeeeeel "
Triak semua orang yang ada didepan ruangan itu, Faimah dan Laily yang sedari tadi menngis menyaksikan apa yang tengah trjadi antara amel dan randi diruangan itu kini makin trisak,
" Ameel, Mell!!" Randi mencoba membangunkan amel.
"Jangan sentuh putriku!"
Suara barition Aswatama menggelegar memenuhi ruangan itu,
Petugas lapas membawa lagi Randi menuju kedalam selnya.
Randi nampak membrontak.Ia hawatir dengan kondisi kekasihnya.
"Ameel ma'afkan aku sayang, ma'af".Ucap randi dengan tetesan airmatanya.
Tubuhnya berjalan menjauh namun tatapan matanya masih menoleh kebelakang.Fikiranya jauh entah kemana, ia merasa begitu trpukul dan sama hancurnya.
Nmun ia harus memprtanggungjawabkan apa yang sudah ia perbuat.
__ADS_1
Bambang buru-buru menlfon ambulance Amel dibawa kerumah sakit dengan menggunakan ambulance.