
Dimeja makan itu pasangan pengantin itu nampak saling diam sepanjang mereka menghabiskan makan.
Amel nampak cangung, sementara Bayu merasa biasa-biasa saja ia suka menggoda Amel.
Mereka sama-sama tak menyadari keduanya sudah merasa nyaman. Sejak kejadian itu Bayu suka sekali menggoda istrinya, amel tak keberatan.
Semakin lama hubungan mereka semakin dekat dan terlihat sudah bisa saling menerima.
****
Hari begitu teriknya saat siang hari, beberapa hari Bayu sering terlambat pulang karena ia saat ini tengah mengrjakaan proyek yang ia tangani dari koleganya yang ada diluar kota.
Sprti saat ini jam 7 malam Bayu masih trjebak macet dijalan. Didepan sana ada perbaikan jalan sehingga jalur diganti dengan satu arah. Ditambah hujan turun dengan lebat.
" Siaaal udah telat mana hujan, simbok kan hari ini pulang kampung amel pasti sendrian dirumah." Bayu uring-uringan karna didepan sana mobil masih belum bisa bergerak.
Dirumahnya aAmel nampak mondar mandir dikamarnya, ia sendrian, suara gemuruh dan kilat membuatnya merasa kian takut.
Amel memutuskan untuk naik kekamar, sedari tadi Amel menunggu Bayu diruang tunggu tamu, namun karna takut Amel naik kekamarnya di lante atas.
" Mas Bayu lama banget yaa pulangnya.. Mana hujan makin lebat." Amel duduk memeluk lututnya sendri.
" Smoga listriknya gak padam. Mas bayu ditelfon juga gak nyambung-nyambung." Ucap Amel seraya trus mengotak atik ponselnya. Berharp telfonya tersambung.
Didalam mobil Bayupun tak jauh berbeda dengan kegelisahanya. Pasalnya ponsel Bayu habis batrai ia lupa membawa caharger.
"Astaga hp pake mati segala sii siaal sial." Bayu berkali-kali memukul stir mobilnya, ia sangat tau dirumah Amel tengah ketakutan karna hujan bahkan turun disertai angin kencang.
Duapuluh menit berlalu kini mobil sudah bisa bergerak dan melwati area yang sedang diprbaiki itu, Bayu Tampak putar arah dan memlih melewati jalan pintas yang membuatnya cepat sampai rumah.
Stelah sampai didepan gerbang Bayu membunyikan klakson.
Tiiiin tiiin tiin
" Cepetan pak" triak Bayu kepalanya melongok dari jendela mobil.
Satpam sigap dan gegas membuka gerbang.
" Greeeeet silahkan pak, maaf kabutnya tebal jadi gak jelas kalau ada mobil bapak." Jelasya merasa tak enak hati karna trlambat membuka gerabng.
Stelah memasukan mobilnya kegarasi Bayu berjalan dengan cepat bahkan ia berlari agar cepat sampai atas, " Meel, Ameeel! Teriak Bayu sembari berlari menuju kamar
Amel tak mendengar karna suara kilat dan gledek begitu kencang tanpa jeda menggelegar.
Bayu gegas menuju kamarnya ckelek.
Pintu terbuka berasmaan dengan itu listrik padam.
Amel berteriak ketakutan. Amel belum sempat melihat suaminya namun ia belum sadar pintu kamrnya terbuka pasalnya tadi Amel sedang menunduk memeluk lututnya.
" Maaaaaaas hiks hiks aku takut", dalam gelap amel mendengar suara langkah kaki.
Badan Amel gemetar ia trisak sembari memeluk lututnya. Bayu mendekat dan menyalakan senter di ponselnya.
Aaaaaaaaaaaaaaaa Amel menjerit saat ada yang menepuk pundaknya kmudian samar-smar ia melihat wajah laki-laki.
"Mas bayuuu, Hiks tolong." Isak Amel
" Heee meel ini aku, Bayu Jangan takut. Aku disni!" Ucap Bayu menengkan istrinya
__ADS_1
Amel langsung berhambur memeluk Bayu dengan erat.
Badanya nampak bergetar, menandakan ia begitu ketakutan.
Bayu memblas pelukan Amel, "kamu takut hem? " Tanyanya dengan nada yang begitu halus dan lembut. Seketika Amel merasa aman berada dalam pelukan suaminya kendati itu dalam keadaan gelap.
" Aaku takut mas, sangat takut. " Hiks Amel smakin mengeratkan pelukanya. Amel bahkan mendengar degup jantung Bayu dengan jelas.
Sebenarnya Amel pun sama, jantungnya berdegup dengan kencang. Namun rasa takutnya lebih mendominan.
" Ada aku, sudah ya jangan takut lagi." Ucap Bayu dan kemudian Bayu mengambil lilin dan membaringkan Amel diranjangya.
Jegeeeeeeer duaaaaaar
Amel kaget spontan ia memeluk Bayu yang sedang rebah disampingnya.
Bayu menegang, berpelukan dalam keadaan rebahan dengan berdiri rasnya jelas berbeda. Ada gelenyar aneh didalam tubuh keduanya.
" Meeel"
bisik bayu ditelinga Amel.
Sekujur tubuh Amel rasanya merinding, mendengar suara biskan bayu yang menurut amel sangat sensual itu.
" Hem," Amel mendongak menatap wajah suaminya dalam gelap.
" Jangan takut lagi, maaf aku telat." Cup bayu mendaratkan ciuman dikening untuk yang pertama kalinya.
Amel merasa kaget dan juga gugup mendapatkan ciuman pertamanya. Kendati itu dikening bukan bibir tapi rasya begitu lain. Dua bulan lebih hidup sbagai pasangan suami istri baru kali ini mereka bersentuhan secara intim.
Amel merasakan kehangatan ketenangan dan rasa aman dalam pelukan suaminya, aroma maskulin khas lelaki tercium ditubuh atletis suaminya itu membuatnya merasa semakin nyaman dan trbuai akan kehangatn itu.
Perlahan Bayu mengusap lembut wajah istrinya, tak seincipun ia lewatkan Bayu mendekatkan wajahnya pada Amel menatapnya dengan intes.
Amel bermonolog dalam hati,matanya terus menatap lekat pria yang ahir-ahir ini menganggu fikiranya.
Amel memang sudah mulai meraskan sesuatu dalam hatinya, karna sikap Bayu yang begitu hangat dan sangat lembut.
" Apa sekarang waktunya? Bahkan ular phytonku sudah menggeliat ingin keluar sarang." Ucap Bayu dalam hatinya.
Nalurinya seakan menuntun, tanganya tanpa komando sudah bergelirya didada sang wanita bukan hanya memegang namun sudah meremas itu seakan ia menemukan mainan baru yang sangat kenyal untuk ia mainkan.
Apa lagi ukuran dada Amel itu cukup besar dibanding permpuan lainya.
Entah sejak kapan bibir kedunya sudah beragut dan saling mencecap hingga menimbulkan suara decapan decapan mengiringi suara gelegar diluar sana, cahaya kilat seakn menjadi pnerangnya karna bahkan lilin sudah habis dan padam.
Suara lengguhan Amel membuat ular phyton dibawah sana smakin menggeliat bahkan sangat keras, Amel bisa merasakannya karna tubuh Amel dan Bayu sangat rapat tanpa jeda.
Emmmpeth aaaaah
Amel mendesah, Bayu trsnyum tpis karna bisa membuat wanitanya meniknati stiap sentuyanya.
" Meeel," bisiknya disela-sela nafasnya yang memburu
" Eeeemmmm, " Amel hanya mampu bergumam. Ia masih syok lantaran merasa tubuhnya seprti tersengat aliran listrik yang membuatnya bergetar.
" Aku mencintaimu. " Bisik Bayu dengan lembut
Amel mendongak, mencari kesriusan akan apa yang suaminya ucapkan.
__ADS_1
" Apa aku tidak salah dengar mas?"
"Tidak, bisakah kita membri kesmpatan lebih lagi dalam hubungan in? Apa aku boleh tetap menjadi suamimu?" Tanya Bayu dan kini menetap Amel dengan lekat
Amel syok akan apa yang ia dengar.
Namun detik berikutnya Amel menganggukan kepalanya.
" Apa kamu serius hem?" Tanya Bayu
" Iya mas aku srius, aku juga mncintai kamu mas. Walapun tadinya aku ragu tpi sekarang aku yakin mas. Kebersamaan kita menumbuhkan rasa ini dalam hatiku.
Mari kita sama-sama belajar untuk membri warna baru dalam hubungan ini." Terang Amel merasa sudah yakin akan perasaanya.
Bayu tersenyum dan mncium kening Amel kemudian turun kbawah dan ******* lagi bibir ranum sang istri, Amel membalas pagutan itu.
Ditengah nafasnya yang tersengah Bayu mnuntun tangan Amel turun kebawah sana, meletakanya diantara dua pahanya.
" Meeel, " Bisiknya lagi dengan suara yang sangat sensual menurut Amel.
" Heeem" Jawab Amel dengan suara tak kalah Sexy menurut Bayu
"Ular phytonku sudah menginginkan keluar dari sangkarnya." Bisik Bayu lagi
Bluush Wajah Amel nampak memerah, ia malu mndapati suaminya dengan terang-terangan meminta haknya smentara tanganya dibawah sana menelusup masuk kedalam celana sang suami.
" Mas, " tanya Amel
" Ya sayang, " Bahkan Bayu sudah memanggilnya sayang
" Kenapa sebesar ini?" Heran Amel saat memegang benda kebangaan suaminya yang ukuranya memang sangat besar menurut Amel.
Bayu hanya trsenyum, " Kamu mau mengukur panjangya mel?" Goda Bayu pada Amel.
" Amel mendongak, Apa bisa?" Tanya Amel dengan konyol
" Bisa sayang, " Ucap Bayu dengan jahil
" Caranya?" Amel masih belum paham maksud Bayu
Tangan bayu seakan sudah terlatih hingga ia dengan lancar menyibak rok istrinya, tanganya mnyelusup kebalik undrware sang istri.
Amel menggeliat merasakan sensasi aneh saat tangan suami sudah menyentuh mahkota yang ia jaga selama ini.
" Dengan ini mel, " Ucap bayu seraya mengusap lembut mahkota sang istri.
" Meel?" bisiknya lagi
" Heem, " Amel hanya menggumam, ia tengah merasakan lembutnya sentuhan Bayu diarea sensitifnya, bahkan Amel nampak menggeliat.
Ini empuk sekali,ini terasa sangat menggemaskan.. Tangan itu bergelirya dibawh sana,Amel melngguh meraskan nikmat yang tak pernah ia raskan sbelumnya. Entah sejak kapan underware Amel sudah trlepas dari tempatnya.
" Mas, kamu gesit sekali bahkan aku tak merasakan saat kamu melepasnya." Ucap Amel setengah terkekeh
" Ini darurat amel," ucap Bayu, Amel diam saja menikmati sentuhan suaminya dibawah sana. Bahkan Amel sampai pada pelepasan pertamanya.
Bayu perlahan menanggalkan smua yang melekat ditubuhnya, samar-smar Amel melihat ular pyton sang suami. Melihat bentuknya Amel dibuat terkejut. Ia merapatkan kakinya.
" Mas itu sangat besar dan panjang apa akan muat disini. " Amel menunjukan mahkotanya sendri.
__ADS_1
Bayu trsenyum mengecup bibir amel skilas.
" Mari kita coba sayang." Ucap Bayu sembari menuntun istrinya