
Baik fatimah ataupun bambang sudah mebceritakan perihal masalah yang menimpa Randi pada sang kaka bayu.
" Lantas bagaimana dengan gadis itu dan keluaganya?" Bayu bertanya pada Bambang. Bahkan dia ikut pusing memikirkan solusi dari masalah yang tengah keluarganya hadapi.
"Bukankan undangan sudah disebar, besok adalah akadnya apa tidak mungkin jika harus dibatalkan bukan? Tadi mamah bilang segala prsiapan sudah selesai tinggal menunggu hari h saja."
" Dengan adanya masalh ini kalian semua akan dipermalukan. Terlebih gadis itu dan keluarganya."
Bayu berbicara panjang lebar, mengutarakan kegelisahan yang sama sprti yang orangtuanya rasakan.
Itu yang sedang mamah coba fikirkan nak.. Ucap Fatimah pada anak sulungnya.
Bambang nampak menyimak obrolan ibu dan anak itu stelahnya dia mendapatkan ide perihal solusi untuk pernikahan besok.
"Papah punya ide mah." Ucapnya seraya memandang anak dan istrinya yang tengah mondar mandir didepanya.
Seketika bayu dan fatimah menoleh dan duduk mendekat pada bambang.
"Ide apa pah. Jangan aneh-aneh ya." ucap fatimah seraya melihat kearah suaminya.
" paaah, idenya apa buruan kita penasaran niih, 2 jam lagi sidang putusan jadi kita msty bisa memecahkan masalah ini sekarang juga." Ujar bayu mengingatkan orangtuanya.
"Begini mah. Bayu.. Kita adakan ijab kobul didalam lapas saja, atau kita izin membawa randi untuk melakanakan ijabkobulnya stelah itu randi dibawa lagi kesel.Bagaimana menurut kaliann?"
Bambang melihat kearah istri dan anaknya melihat ekspresi dari keduanya dan menunggu jawaban atas usulnya barusan.
" ide yang bagus siih, Tapi apa amel mau menikah dengan cara seprti itu dan stelah ijab kobul dia malah seprti janda hidup trpisah dengan suaminya. Lantas apa gunanya pernikahan itu?" ujar Bayu
" Apa itu tak membuatnya trsiksa dan trkurung dalam hubungan yang palsu, setahuku kasus pmbunuhan itu hukumanya tidak main-main loh pah mah."Bayu berpendapat lagi.
"Ooh iya yaa papah tak memikirkaan sejauh itu nak. " Kini wajah bambang kembali mendung.Begitpun dengan fatimah. Wanita itu nampak murung dan bahkan airmatanya sudah menetes begitu saja..
" Sudah mah, jangan nangis terus kita pasti bisa menemukan solusinya. " ucap bayu menenangkan ibunya mengusap lembut airmata sang ibu dengan jarinya kmudian membawa sang ibu kepelukanya.
__ADS_1
Fatimah trsedu dalam dekapan sang anak. "Apa keluarga jeng laily tak merasa terhina nanty?" Ucap Fatimah disela isak tangisnya.
"Apa mereka tidak akan merasa anaknya dipermainkan dengan kita menikahkan putri satu-satunya dengan seorang narapidana kasus pembunuhan.
Hiks hiks
Fatimah makin trisak dalam pelukan sang anak.
Bambang napak berfikir dan ia brulang kali mengetuk ngetukan jarinya diatas meja, pasalnya mereka kini masih duduk dimeja makan, stelah selesai sarapan mereka memang langsung membahas masalh ini.
"Tapi apa salahnya kita bicarakan hal ini dengan pak Aswatama dulu mah?"
Bambang membrikan pendapatnya lagi.
"Amel kan sangat mencintai randi, bgitpun randi. Mungkin amel akan brsedia menunggu randi bebas dari masa tahananya."
" Kita juga belum tau hukuman randi akan dijatuhkan berapa lama. "ujar Bambang lagi.
" huuuft terserah papah saja bagaimana baiknya.. Bayu pasrah karna dia sendri juga tak tau harus berbuat apa.
Dia masih ragu menibang dan memikirkannya baik-baik jika ide apa yang ia fikirkan itu akan berdampak sprti apa.
Bahkan fatimah sudah memikirkanya sejak semalam. Namun ia belum membritahukan pada siapapun.
******
Dirumah Aswatama
"Amel sayang,, ayo brsiap nak.. Kmu harus ikut keprsidangan sayang? "
Laily mendatangi sang anak yang masih trmenung dikamarnya.
Mama bantu brsiap ya sayaang
__ADS_1
"Amel menoleh sbentar kmudian menghdap kembaali keluar.Amel takut mah. " Ujarnya.
"Heiii,, anak gadis papa yang pemberani.. Kamu kan gadis yang kuat sayang, ada papa dan mama brsamamu." Laily memberi kekuatan pada Amel.
"Papa tau anak papa itu kuat dan tegar. Anak papa itu bijaksana dan tidak cengeng.. Ini apa hemm."Ucap Aswatama seraya mengusap airmata putrinya.
"Kenapa ada airmata nak? Kita hadapi brsama, kamu tak perlu takut sayang. Bukankan kamu butuh penjelasan dari Randi hem."Tangan Aswatama membelai kepala sang anak dengan penuh kasih sayang.
Laily menetskan airmatanya, ia tau betapa hancur hati sang putri karna pernikahanya yang tinggal menunggu kurang dari 24 jam kini trancam batal..
" papaa, Amel menangis sejadinya mengeluarkan rasa sesak dalam dada."
Aswatama membiarkan amel menangis dalam pelukanya. Ia memberikan sang anak waktu untuk ia menuntaskan tangisnya agar hatinya lega.
hampir 30 menit amel menangis dalam pelukan sang ayah,, kini ia jauh lebih baik. Bahkan sudah bisa menatap wajah ayahnya.
" Paaah, Ma'afkan aku, pasty keluarga kita akan dipermalukan besok." ucap Amel dengan suara serak karna terlalu lama menangis.
"Sudah jangan difikirkan nak."
Aswatama berusha tegar dan seolah ia baik-baik saja. Padahal dalam hatinya ia begitu hancur.
Pernikahan yang diimpikan sang putri batal, keluarganya akan dipermalukan bahkan ia juga akan rugi besar-besaran.
Namun satu hal yang membuatnya trlihat baik-baik saja.. Ia tak mau trlihat rapuh dihadapan sang putri..
Tak ada yang tau sehancur apa.. Perasaan seorang ayah mendapati putrinya terluka begitu dalam..
Rasa marah, kecewa, sedih dan trluka campur menjadi satu.. Menumpuk dalam dada. Bahkan sepanjang malam pria itu diam-diam menangisi nasib sang putri trcintanya.
Laily yang paham akan perasaan suaminya mendekat, mengusap pundaknyq menyalurkan kekuatan pada suaminya karn ia juga sama hancurnya.
Aswatama mengganguk seakan ia berkata lewt isyarat.. Aku baik-baik saja..
__ADS_1
Laily pun hanya menghela nafas kmudian meninggalkan sang suami besrta putri kesayangannya.. Ia tau bahwa hanya sang papa yang mampu membujuk amelianya..