
" Mamah mana Amel mah, kenapa dia gak dibawa lagi kesini mah? " randi melongok lagi kebelang ibunya.
" Amel pulang bersama suaminya, s-u-a-m-i-Nya." fatimah bahkan sampai mengeja kata suami berharap putranua paham, jika wanita yang ia nantikan adalah istri orang.
" Ck, pasti si sontoloyo itu yang menyuruhnya pulang kan! " Gerutu randi yang membuat bambang semakin berang.
" Randiii! Kamu ingat betul-betul ya, amel sudah menikah dan menjadi istri kakamu. Jangan salahkan mereka apa lagi kami jika Amel tidak menjadi istrimu. Itu murni kesalahan kamu sendri! " suara bambang terdengar sangat menyeramkan ditelinga fatimah namun tidak bagi randi.
" Selalu saja kau membelanya. Aku hanya ingin melepas rindu dengan melihat wajahnya! " sentak randi yang langsung membuat fatimah berdiri seketika.
" Kamu tidak faham juga rupanya ran, kami tidak perduli dengan rasa rindu yang kamu rasakan. Dia kaka ipar kamu, kamu paham! Kamu berdosa merindukan istri orang, apa lagi dia istri dari kakamu. Harus seprti apa lagi mama menasehatimu ran, mama cape ran cape! " fatimah menyeka air matanya yang sudah menetes kemudian pergi meninggalkan ruangan itu dengan rasa kecewa, marah, sedih yang bercampur aduk menjadi 1.
Bambang berdiri menghampiri randi, tatapan matanaya bukan lagi menatap dengan kasian, namun tatapan kemarahan. " Berani kamu mengusik hubungan mereka, kamu akan berhadapan dengan saya! "
Bambang pergi meninggalkan randi dan menyusul istrinya. " Maafkan papah nak, papah hanya ingin kamu sadar dan mengrti jika apa yang kamu lakukan salah. " gumamnya sebelum benar-benar meninggalkan randi.
Randi tertawa tanpa humor, dia merasa semua orang tak ada yang mau berpihak sama sekali denganya.
" kalian sama sekali tak ada yang mengerti apa yang aku rasakan! "
Randi merasa usahanya hanya sia-sia, kemudian dia berteriak dari dalam dan meminta petugas untuk kembali membawanya kesel. Kendati tubuhnya memang masih belum sembuh dan masih demam, randi memakasa untuk rawat jalan saja disel tahanan.
*****
Amel dan bayu sudah sampai dirumahnya. Polisi menelfon dan membritahukan perihal hasil itrogasinya pada jesica sama sekali tak membuahkan hasil, namun untuk sementara jesica dimasukan kesel tahanan.
" Ahirnya maaas, masalah kita satu persatu slesai ya! " Amel mengucap syukur karna mereka berhasil melewati ujian dalam rumah tangganya.
Dari situ mereka dapat belajar jika pondasi yang sebenarnya dalam sebuah hubungan adalah kejujuran dan kepercayaan.
" Apa kita bisa rencanakan bulan madu kita sayang? " bayu memang sudah lama ingin menyampaikan ini pada amel. Namun dia sama sekali belum ada waktu untuk membicarakannya.
" Seprtinya jangan dulu mas, aku merasa kurang enak badan ahir-ahir ini." Refleks tangan bayu terulur kejidat Amel.
" Eem kamu tidak demam, lantas apanya yang sakit hem? " Bayu mulai terlihat hawatir.
" aku pusing mas, badanku lemes. Mungkin aku masuk angin mas. " Amel mencoba bersikap biasa saja, ia tak mau suaminya hawatir berlebihan.
__ADS_1
" Kita kedokter sayang? "
" Jangan dulu mas, aku butuh istirahat aja nanti juga baikan ko. " Amel mengajak suaminya langsung pulang kerumah stelahnya.
******
Jenazah oca sudah berhasil diautopsi dan pihak kepolisian sama sekali belum menemukan keluarga oca lantaran tak menemukan satu identitaspun yang oca bawa. Namun kasusnya sudah menemui sedikit titik temu lantaran saat penyelidikan diTKP petugas menemukan salah satu ponsel yang diduga milik para pembunuh oca.
" Paaak, pak tolong izinkan saya melihat sbentar saja jazad perempuan itu! " teriak bastian dari dalam sel.
Sipir menghampiri dan berusaha mngorek informasi seputar oca dari bastian.
" Apa kamu serius, kamu benar-benar mengenali wanita itu? " Bastian sudah berada diruang pemeriksaan untuk dimintai keterangan.
" Betul, saya sangat mengenaliny karna dia... "
" Dia siapa? " cecar petugas itu karna Bastian menjeda ucapanya.
" Dia kekasihku. " ucapnya dengan wajah tertunduk.
Bastian kemudian menceritakan tentang asal usul oca dan alamat tempat tinggal oca.
Bastian hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepala, namun bastian meminta keadilan untuk oca. Bastian berharap para pakunya cepat ditangkap dan mendekam dipenjara.
Stleah dirasa cukup, bastian dikembalikan lagi kesel.
Bastian ssngat terpukul atas kematian oca, mendadak dia jadi banyak diam dan tidak mau makan.
****
Hoek hoek hoek
" Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit, atau salah makan apa? " bayu lari kekamar mandi saat pagi-pagi istrinya sudah memutahkan isi perutnya.
" Gak tau mas hoeeekk, perutkuu seprti diaduk-aduk. Ini gak enak banget mas. Hoeek hooek " badan Amel sektika terlihat lemas dan wajahnya sangat pucat.
" Ayo sayang kita istirahat." Bayu tak sabar melhat istrinya tertatih hingga dengan sigap dia mengangkat Amel dan menidurkanya diranjang.
__ADS_1
" Maas perutku gak enak sekali rasyanya.. Emm makan rujak serut kayanya enak nih mas. " amel sampai menelan ludahnya kala membayangkan betapa segarnya serutan buah dengan bumbu kacang.
" A-apa mel, rujak serut? Sepagi ini! Mana ada penjual rujak jam empat pagi mel, yang ada penjualnya masih tidur mel. "
" hiks hiks, kamu jahat mas! Aku cuman pengin rujak serut tapi kamu memarahiku seprti aku minta dibelikan kapal pesiar. Hiks hiks. " Amel terisak hanya karna mendengar ucapan bayu. Menurut Amel itu sangat melukai perasaanya.
" Aduuuh aku salah ngomong ya sayang? Eng, maksudnya ini kan masih pagi sayang, belum ada pnjual rujak sepagi ini. " Bayu berbicara lebih hati-hati lagi kali ini. Bayu merasa heran dengan perubahan sikap Amel.
Amel terus terisak hingga membuat bayu kalang kabut, bahkan bayu sampai tak diizinkan mendekatinya.
" Pokonya kalau belum dapat rujak kamu gak boleh deket-deket aku mas! " amel mendorong tubuh bayu menjauh darinya.
" Astaga Ameel, perkara rujak saja buntutnya jadi panjang begini. " perlahan bayu mendekat kearah Amel, bermaksud ingin memeluknya dari belakang berharap istrinya luluh.
" Stoop sampai disitu mas! Jangan mendekat lagi atau aku akan menghukum kamu lebih dari ini. " Amel kali ini terlihat sungguh-sungguh.
" Maafin mas ya sayang, rujaknya nanti siang saja ya. " Bayu berusha negosiasi dengan istrinya.
" Gak mas, aku mau sekarang Titik! "
Bayu nampak menghela nafas panjang dan pergi dari kamar dengan langkah gontai.
" hmmm dari pada suruh menjauh mending aku keliling sampai dapat rujak. " gumam bayu sambil brsiap mencari rujak entah kemana.
Sementara Amel meringkuk dalam ranjangnya, dia juga merasa heran kenapa mendadak menjadi sensitif dan bersikap seprti orang yang sedang nyidam.
Bayu sudah berada dimobilnya dan menunggu satpam membuka gerbang.
" Boos, mau kemana pagi-pagi buta? " sapa sstpam itu.
" Lagi menjalani masa hukuman. " ucap bayu tanpa sadar.
" Hu-hukuman apa bos maksudnya? "
" Cari rujak, ah sudah buka gebrangnya sekarang. Aku buru-buru. " titah bayu, kemudia satpam itu membuka gerbang dan mobil bayu kini sudah keluar dan mulai menjauh dari rumah megah itu.
" Hukuman, cari rujak. Haaah rujak, pagi-pagi begini! Jangan-jangan bu Amel..
__ADS_1
Boooss bu amel ngidam yaa?
"Teriak satpam itu namun mobil yang bayu kendarai sudah jauh, jadi tak mungkin bayu mendengar teriakanya