
"Brengsek, rupanya ada yang menyelundup masuk rumah. Tapi siapa laki-laki ini ada motif apa dia sampai melakukan ini. Atau ada yang menyuruhnya? Tapi siapa? " gumam Bayu sembari meemikirkan siapa sekiranya orang yang bermasalh dengan dia.
Bayu kemudian melihat satu orang lagi masuk rumah. Laki-laki itu terlihat mengagumi rumah Bayu. Nampak dari Cctv itu jika laki-laki itu terus mengedar pandangan kestiap sudut rumah dengan tatapan kagum.
" Ini bukan maling, kalau dia maling pasti ada barang yang hilang. Dia cuma mengagumi rumahku. Loh loh loh ko dia naik keatas." heran Bayu melihat laki-laki itu menaiki tangga menuju kamarnya.
Mata Bayu membelalak saat melihat dua orang pria nampak berdiskusi didepan kamrnya. Kemudian mereka masuk dan salah satu diantara mereka terlihat mengamati Amel yang tengah tertidur pulas.
" Brengsek, bedebah! " dia menetap istriku saat tidur. Awas aja kalau udah ketemu. Aku colok mata dia pake piso! Berani-beraninya dia memandang istriku dengan begitu lama." Rutuk Bayu saat melihat laki-laki itu memprhatikan wajah Amel yang nampak sangat cantik saat tertidur.
****
Hingga malam tiba Amel tak bisa memejamkan matanya. Amel mengambil ponselnya dan menyalakan itu. Amel sengaja mematikan ponselnya agar tak ada yang menganggunya lagi.
Wajah Amel nampak lesu saat melihat tak ada satupun chat atau panggilan tak terjawab dari suaminya. Hanya ada bebrapa chat dari Laily, Fatimah dan teman-temanya.
" Dengan kamu tak menghubungi dan mencariku itu sudah membuktikan jika kamu memang berselingkuh mas." hiks hiks hiks
Amel terisak, dia terbayang saat pernikahanya dengan Bayu berlangsung dan apa saja yang sudah mereka lewati sampai pada titik saat ini.
" Jika kamu memang tak mencintaiku lalu apa artinya sikap kamu selama ini mas? Kamu bisa meminta pisah dariku, jangan menyakitiku seprti ini. Sakit mas sakit." Hiks hiks hiks
Amel terus saja menangis, baru saja dia merasakan kebahagiaannya bersama Bayu kini sudah harus dibuat menangis lagi.
" Apa aku minta pisah aja ya? Mumpung perasaanku belum terlalu dalam sama mas Bayu." hiks hiks
" Tapi apa aku bisa hidup tanpa dia setelah melewati semuanya. Berpisah sbentar saja sangat menyiksaku. Gumam Amel sembari menatap foto pernikahanya dengan Bayu yang ada diponselnya.
" Tapi jika mas Bayu memang tidak mencintaiku dan lebih memilih bersama wanita itu aku harus ihlas. Aku harus siap jika aku terpaksa harus berpisah dari mas Bayu. Aku pasti bisa! Ayo Amel semangat, dua tahun bersama Randi saja kamu bisa melupakanya apa lagi dengan Mas Bayu yang baru beberapa bulan. " Amel menyemangati dirinya sendri. Memberikan kekuatan pada dirinya sendri.
Stelah itu Amel memaksakan diri untuk memejamkan mata, kendati bayang-bayang kebersamaanya denyan Bayu terus menari-nari dipelupuk mata. Namun Amel berusaha mengalihkanya.
__ADS_1
******
Dikamarnya Fatimah nampak tengah berbicara dengan Bambang perihal Amel.
" Mamah jadi hawatir pah, mamah takut Amel kenapa-kenapa. Apa Bayu benar-benar menjaganya dengan baik ya pah? " Ucap fatimah stelah tadi dia menceritakan obrolanya dengan Amel.
" Maaah, mamah ini kenapa si gak percaya sama anak sendri. Bayu itu pasti menjaga istrinya dengan baik mah. Kan mamah bilang hubungan mereka sudah sanga baik. Mereka sudah dekat, bahkan mereka sudah.. "
Bambang menggantung ucapanya.
" Sudah apa pah?" tanya Fatimah belum faham apa yang dimaksud suaminya.
" Ck, mamah ini! Apa harus papah jelasin juga?" gerutu Bambang sambil mencubit dengan gemas pipi istrinya.
" Issh papah ini! Kebiasaan banget sih cubit-cubit pipi mamah." Fatimah mendengkus dan memegangi pipinya.
Cuup cup cup cup
" Habisnya mamah itu gak faham apa maksud papa. Apa harus papah jelasin sambil kita partek hem hem. " ucap Bambang sambil menaik turunkan alisnya menggoda sang istri.
" Apaan si pah, malu dah tua." ucap Fatimah sembari memalingkan wajahnya yang sudah seprti kepiting rebus.
Meskipun mereka sudah tua, namun rasa cinta dan sayang diantara mereka tak pernah pudar. Mereka nampak selalu mesra dan bahkan semakin mesra setiap harinya. Tak ada perdebatan atau perselisihan diantara mereka.
" Yaa udah tua juga masih kuat ko mah, tiga ronde juga papah kuat." goda bambang sembari menarik Fatimah kedalam dekapanya.
*****
Setelah memutar rekaman Cctv itu hingga lima kali Bayu kini semakin faham jika apa yang terjadi pada Amel dan dia benar-benar sebuah konspirasi. Bayu juga sudah meminta pihak Caffe untuk memprlihatkan rekaman Cctv dihiari Bayu datang kesana dan bertemu dengan wanita yang ada difoto bersamanya.
Bayu memang tadi sengaja mendatangi Caffe itu, awalnya pihak Caffe tak mau membrikan rekaman itu. Namun Bayu memaksa dan menceritakan prihal masalh yang menimpanya itu. Ahirnya pihak Caffe mau membrikan rekaman itu dan Bayu sudah mengcopy kedalam ponselnya.
__ADS_1
"Jadi benar ada yang berusaha main-main denganku? Aku pastikan siapapun yang sudah menjbaku akan menyesal seumur hidupnya." gumam Bayu dengan seringai diwajahnya.
" Amel maafkan mas sayang, mas sengaja tak menghubungimu atau mencarimu dulu. Mas ingin sengaja mencari kebenaranya dulu. Mas juga ingin kamu menenangkan pikiran dan hatimu dulu. Maafkan mas ya sayang." gumam Bayu seraya mengusap wajah Amel dalam bingkau foto yang terpajang dimeja riasnya.
Bayu berusha memejamkan mata namun nihil dia semakin kelimpungan. Ternyata terbiasa tidur memeluk Amel itu membuatnya tak bisa tidur saat Amel tak ada.
Karena Bayu sama sekali tak bisa tidur dia memutuskan untuk menghubungi Amel. Berharap saat Amel mengangkat telfonya dia bisa melacak kebradaan Amel melalu GPS.
Dret dret dret
Amel merasakan ponselnya bergetar disamping bantalnya.
Amel yang baru saja bisa memejamkan mata terpaksa mengangkat telfon itu tanpa melihat siapa yang menelfonya.
"Hallo! " sapa Amel
Bayu hanya diam, dia sengaja tak mengucapkan sepatah katapun. Bayu tak mau bertanya dimana Amel sebab percuma saja Amel saat ini tengah marah dan tak mungkin akan memberitahukan diaman dia berada. Bayu hanya ingin melacaj keberaeaan Amel.
" Hallo, hallo. " ucap Amel sengan mata terpejam
" Suara kamu serak mel, pasti kamu kelamaan nangis. Maafin mas ya sayang. " gumam Bayu dalam hati.
Tuut
stelah brhasil melacak kebradaan Amel Bayu mematikan sambungan telfonya.
" Huuh gak jelas banget sih ngerjain orang malem-malem." gerutu Amel stelah itu Amel meletakn ponselnya kembali dan melanjutkan tidurnya yang terganggu.
Bayu mengganti pakaian, menyiapkan koper dan memasukan beberapa pakaianya. Bayu memutuskan untuk menjemput Amel dan langsung membawanya pergi bulan madu. Tak lupa Bayu membawa Lingerie kado pemberian dari Fatimah dan Bambang yang belum sempat Amel buka.
" Heem untung aja aku buka dulu kado-kadonya. Aku bakal suruh Amel pake ini nanti pas kita bulan madu, mamah pengrtian banget beli beginian. " ucap bayu sembari cekikikan membayangkan Amel mengenakan itu.
__ADS_1
" Tunggu mas ya sayang, sbentar lagi mas datang jemput kamu." gumam Bayu