Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 11


__ADS_3

Lain halnya dengan maira, sedari bangun dia


dia terus melihat handphone yang sedari pagi


tidak ada telepon atau chat dari sang pujaan


hati,maira berharap di hari libur mereka bisa


meluangkan waktu bersama.... Lelah


menunggu maira pun bangkit dari


tempat tidur, hari ini dia belanja bulanan stok


makanannya hampir habis,dia berniat untuk


mengajak gio tapi sampai sekarang tak ada


kabar berita. Setelah selesai bersihkan


dirinya, maira memakai baju yang cocok,


sedikit makeup natural , ambil tas dan


keluar dari kamar langsung menuju motor


kesayangannya.


Setelah dua puluh menit di atas motor,maira


pun sampai di sebuah supermarket untuk


berbelanja. Maira sebenarnya sedikit kesal


dengan Gio, sambil jalan masu ke


supermarket dia terus menggerutu dalam


hati." Baru pacaran satu hari sudah hilang


kabar saja. Ngak tau lah bisa di percaya atau


tidak. Awas aja kalau dia telepon ngak aku


angkat benar-benar nyebelin..


Setelah semua sudah dia beli, dia segera


pulang, maira tidak mau lama di tempat ini,


lihat orang bergandengan tangan sama


pasangan mereka, buat aku jadi semakin


kesal.


Sedangkan di kota bandung tepatnya, gio


terpaksa mengikuti kemauan ibunya untuk


makan bersama keluarga Septi.


Lewat pertemuan ini keluarga Septi tidak mau


membuang waktu mumpung gio ada di sini


ayah seperti mau menyampaikan maksudnya


ke gio.


Selesai acara makan benar saja ayah Septi


langsung menyampaikan maksudnya,


" nak gio ibumu sudah memberitahu kamu,


kalau kamu ingin menjodohkan kamu dan


seperti." Bagaimana menurutmu.


Umur kamu suda pantas untuk mempunyai


keluarga kecil,Septi pun sudah selesai kuliah"


ayah Septi dengan kepedean tingkat tinggi


berbicara ke gio.


Gio menarik nafas kasar,


" paman, ibu..gio punya pacar dan gio sangat


sayang sama dia.Dan gio juga tidak mau di


jodohkan seperti ini"


" Gio kamu sudah tau bebet bobot pacar


kamu?" ibu Septi bicara ke gio,


"nak setidaknya kalian berdua coba mengenal


sama lain dulu apa salahnya "


"Intinya gio tidak mau Bu, terserah kalian mau


nilai Gio seperti apa."


" Saya pembicaraan cukup jelas ya, masih


banyak laki-laki di luaran sana yang baik hati


bisa jatuh cinta sama Septi paman,jangan


membuat seolah Septi tidak laku"


" ibu Gio mau balik sebelum sore, jaga

__ADS_1


kesehatan ibu. Setelah itu gio menyalami satu


kemudian dia keluar menuju mobil dan


menjalankan mobilnya menuju Jakarta.


Setelah kepergian gio ibunya pun minta maaf


atas ucapan-ucapan gio,k keluarga seperti..


akan tetapi dalam tekat Septi dia harus


bersama gio apapun caranya.. merekapun


pamit pulang, dalam mobil Septi berbicara


sama ayahnya kalau dia tetep akan


meyakinkan gio untukku menjadikan dia


sebagai pendamping hidup, dengan cara


Septi harus bekerja di Jakarta supaya dekat


deng gio,dengan begitu dengan seiring


berjalannya waktu pasti hati gio akan luluh,


dan mau menerima Septi. ayahnya berucap


"yang terbaik untukmu ayah sama ibu pasti


mendukung"


Ada raut kecewa di wajah ke dua orang tua


seperti,maka dari itu Septi bertekad untuk


membuat gio berpaling dari kekasihnya.


dalam hatinya terus berkata;


"secantik apa sih, kerjaannya apa coba,


sampai-sampai gue cantik gini, lulusan luar


negeri pula kamu tolak, gue ngak terima di


tolak mentah-mentah lihat aja, apa kamu bisa


terus bersama pacar mas Gio Sastro,


dengan seringai licik di wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dalam perjalanan Gio hatinya begitu gusar,


dia tidak tahu kalau dari tadi handphone mati.


"Apes banget gue hari ini, siap-siap aja


dia maaf sayang." Sambil mengembangkan


senyum di wajah tampannya.


Gio berniat untuk lansung ke kosannya maira


ngajak makan di luar.


Sesampai di jakarta, masuk waktu shalat


magrib, Gio mencari mesjid untuk solat,


setelah itu baru kerumah sang pacar.


Lain lagi dengan maira,dia lagi libur solat


seharian dia d kamar lepas pulang dari


supermarket. dia sengaja matikan semua


lampu, dia filing pasti gio datang ke tempat


kostnya ." biar tau rasa" maira berucap sendiri.


Tak lama dengar salam dan ketokan di pintu


"assalamualaikum Mai, maira"


"assalamualaikum dek, dek,maira terus


menguping, Gio pergi bertanya di tetangga


kamar" mbak dokter Humaira keluar ya?"


" ngak tadi sempat keluar tapi udah balik


tu motornya ada, mungkin ketiduran"


"o iya makasih mbak.


Gio balik lagi ke pintu kamar kost maira,


" Mai abang tau Abang salah,abang tadi pagi


ke bandung tidak kabari kamu, abang coba


hubungi maira tapi handphone Abang mati,"


"Abang tau maira pasti dengar abang bicara,


buka pintunya sayang,Abang dari bandung


lansung kesini lo.Abang janji ini terakhir


kalinya please sayang.

__ADS_1


Didalam rumah maira terenyuh dengan


kata-kata Gio sampai menitihkan air mata


dalam hatinya berkata apa benar sesayang itu


dia sama maira?


Tak lama pintu terbuka maira langsung


menghambur memeluk badan tegap gio.


dengan penuh cinta Gio mengelus pucuk


kepala maira; "kenapa hmm, marah sama


abang?" gio membawa maira masuk ke dalam


" kenapa kok nangis, abang minta maaf"


dengan suara bergetar maira mulai berbicara;


"kenapa sih bang baru jadian kemarin kita,


Abang Uda bikin maira nangis seharian, klu


abng cuman mau mainin maira jangan


meyakinkan maira sepenuh hati, abang tau


ngak maira orangnya baperan. Maira udah


sayang banget sama Abang meskipun baru sehari"


tangis maira pun semakin menjadi.


Gio hanya bisa mengucapkan kata maaf rasa


bersalah menyelimuti hatinya.


setelah beberapa saat maira cukup tenang,


gio pun bertanya; " dek sudah makan belum?"


"Udah maira tadi masak, abang mau makan?


biar maira panaskan sebentar " sambil


tersenyum Gio mengaku, Abang lapar dek,"


oke maira panaskan sebentar"


lima belas menit maira suda datang dengan


ayam goreng Cili, nasi dan sup bayam


campur jagung, kalu mau pedas maira ambil


sambal"


"Ngak usah sayang abang ngak terlalu makan


pedas, dek boleh buatkan abang teh manis "


" Ok abang makanlah selagi masih hangat,


ntar dingin ngak enak".. Maira ke dapur


buatkan teh, sementara gio sudah melahap


makanannya.


maira datang dengan secangkir teh hangat ia


berikan ke gio. lalu dia duduk di samping


" Abang ke bandung buat apa,mairanya nga di


ajak, kan bete seharian dalam kamar"


" Abang cerita tapi tidak sekarang " gio sambil makan.


Selesai makan mereka bercerita ringan,


" Kalau nanti abang ngajak kamu ke rumah di


bandung Ade mau ngak?"


" Kapan bang? maira mau", sambil senyum


tapi seketika senyumnya meredup


"Abang ibu galak ngak bang?"


"ngak lah sayang"


"dek besok jam berapa ke rumah sakit?"


"Jam sepuluh bang "


" Ya udah kalau gitu abang balik, udah malam


nga baik dilihat orang"


"Iya bang hati-hati, sampai dirumah telepon


maira ,bang maira mau peluk" gio pun dengan


hati, sambil mencium pucuk kepala maira.


" Oke Abang pulang Jangan lupa tutup pintu,


good night sayang. Gio pun berlalu menuju


mobil dan melaju mobil nya membelah jalan


menuju rumahnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2