
Lain halnya dengan maira, sedari bangun dia
dia terus melihat handphone yang sedari pagi
tidak ada telepon atau chat dari sang pujaan
hati,maira berharap di hari libur mereka bisa
meluangkan waktu bersama.... Lelah
menunggu maira pun bangkit dari
tempat tidur, hari ini dia belanja bulanan stok
makanannya hampir habis,dia berniat untuk
mengajak gio tapi sampai sekarang tak ada
kabar berita. Setelah selesai bersihkan
dirinya, maira memakai baju yang cocok,
sedikit makeup natural , ambil tas dan
keluar dari kamar langsung menuju motor
kesayangannya.
Setelah dua puluh menit di atas motor,maira
pun sampai di sebuah supermarket untuk
berbelanja. Maira sebenarnya sedikit kesal
dengan Gio, sambil jalan masu ke
supermarket dia terus menggerutu dalam
hati." Baru pacaran satu hari sudah hilang
kabar saja. Ngak tau lah bisa di percaya atau
tidak. Awas aja kalau dia telepon ngak aku
angkat benar-benar nyebelin..
Setelah semua sudah dia beli, dia segera
pulang, maira tidak mau lama di tempat ini,
lihat orang bergandengan tangan sama
pasangan mereka, buat aku jadi semakin
kesal.
Sedangkan di kota bandung tepatnya, gio
terpaksa mengikuti kemauan ibunya untuk
makan bersama keluarga Septi.
Lewat pertemuan ini keluarga Septi tidak mau
membuang waktu mumpung gio ada di sini
ayah seperti mau menyampaikan maksudnya
ke gio.
Selesai acara makan benar saja ayah Septi
langsung menyampaikan maksudnya,
" nak gio ibumu sudah memberitahu kamu,
kalau kamu ingin menjodohkan kamu dan
seperti." Bagaimana menurutmu.
Umur kamu suda pantas untuk mempunyai
keluarga kecil,Septi pun sudah selesai kuliah"
ayah Septi dengan kepedean tingkat tinggi
berbicara ke gio.
Gio menarik nafas kasar,
" paman, ibu..gio punya pacar dan gio sangat
sayang sama dia.Dan gio juga tidak mau di
jodohkan seperti ini"
" Gio kamu sudah tau bebet bobot pacar
kamu?" ibu Septi bicara ke gio,
"nak setidaknya kalian berdua coba mengenal
sama lain dulu apa salahnya "
"Intinya gio tidak mau Bu, terserah kalian mau
nilai Gio seperti apa."
" Saya pembicaraan cukup jelas ya, masih
banyak laki-laki di luaran sana yang baik hati
bisa jatuh cinta sama Septi paman,jangan
membuat seolah Septi tidak laku"
" ibu Gio mau balik sebelum sore, jaga
__ADS_1
kesehatan ibu. Setelah itu gio menyalami satu
kemudian dia keluar menuju mobil dan
menjalankan mobilnya menuju Jakarta.
Setelah kepergian gio ibunya pun minta maaf
atas ucapan-ucapan gio,k keluarga seperti..
akan tetapi dalam tekat Septi dia harus
bersama gio apapun caranya.. merekapun
pamit pulang, dalam mobil Septi berbicara
sama ayahnya kalau dia tetep akan
meyakinkan gio untukku menjadikan dia
sebagai pendamping hidup, dengan cara
Septi harus bekerja di Jakarta supaya dekat
deng gio,dengan begitu dengan seiring
berjalannya waktu pasti hati gio akan luluh,
dan mau menerima Septi. ayahnya berucap
"yang terbaik untukmu ayah sama ibu pasti
mendukung"
Ada raut kecewa di wajah ke dua orang tua
seperti,maka dari itu Septi bertekad untuk
membuat gio berpaling dari kekasihnya.
dalam hatinya terus berkata;
"secantik apa sih, kerjaannya apa coba,
sampai-sampai gue cantik gini, lulusan luar
negeri pula kamu tolak, gue ngak terima di
tolak mentah-mentah lihat aja, apa kamu bisa
terus bersama pacar mas Gio Sastro,
dengan seringai licik di wajahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dalam perjalanan Gio hatinya begitu gusar,
dia tidak tahu kalau dari tadi handphone mati.
"Apes banget gue hari ini, siap-siap aja
dia maaf sayang." Sambil mengembangkan
senyum di wajah tampannya.
Gio berniat untuk lansung ke kosannya maira
ngajak makan di luar.
Sesampai di jakarta, masuk waktu shalat
magrib, Gio mencari mesjid untuk solat,
setelah itu baru kerumah sang pacar.
Lain lagi dengan maira,dia lagi libur solat
seharian dia d kamar lepas pulang dari
supermarket. dia sengaja matikan semua
lampu, dia filing pasti gio datang ke tempat
kostnya ." biar tau rasa" maira berucap sendiri.
Tak lama dengar salam dan ketokan di pintu
"assalamualaikum Mai, maira"
"assalamualaikum dek, dek,maira terus
menguping, Gio pergi bertanya di tetangga
kamar" mbak dokter Humaira keluar ya?"
" ngak tadi sempat keluar tapi udah balik
tu motornya ada, mungkin ketiduran"
"o iya makasih mbak.
Gio balik lagi ke pintu kamar kost maira,
" Mai abang tau Abang salah,abang tadi pagi
ke bandung tidak kabari kamu, abang coba
hubungi maira tapi handphone Abang mati,"
"Abang tau maira pasti dengar abang bicara,
buka pintunya sayang,Abang dari bandung
lansung kesini lo.Abang janji ini terakhir
kalinya please sayang.
__ADS_1
Didalam rumah maira terenyuh dengan
kata-kata Gio sampai menitihkan air mata
dalam hatinya berkata apa benar sesayang itu
dia sama maira?
Tak lama pintu terbuka maira langsung
menghambur memeluk badan tegap gio.
dengan penuh cinta Gio mengelus pucuk
kepala maira; "kenapa hmm, marah sama
abang?" gio membawa maira masuk ke dalam
" kenapa kok nangis, abang minta maaf"
dengan suara bergetar maira mulai berbicara;
"kenapa sih bang baru jadian kemarin kita,
Abang Uda bikin maira nangis seharian, klu
abng cuman mau mainin maira jangan
meyakinkan maira sepenuh hati, abang tau
ngak maira orangnya baperan. Maira udah
sayang banget sama Abang meskipun baru sehari"
tangis maira pun semakin menjadi.
Gio hanya bisa mengucapkan kata maaf rasa
bersalah menyelimuti hatinya.
setelah beberapa saat maira cukup tenang,
gio pun bertanya; " dek sudah makan belum?"
"Udah maira tadi masak, abang mau makan?
biar maira panaskan sebentar " sambil
tersenyum Gio mengaku, Abang lapar dek,"
oke maira panaskan sebentar"
lima belas menit maira suda datang dengan
ayam goreng Cili, nasi dan sup bayam
campur jagung, kalu mau pedas maira ambil
sambal"
"Ngak usah sayang abang ngak terlalu makan
pedas, dek boleh buatkan abang teh manis "
" Ok abang makanlah selagi masih hangat,
ntar dingin ngak enak".. Maira ke dapur
buatkan teh, sementara gio sudah melahap
makanannya.
maira datang dengan secangkir teh hangat ia
berikan ke gio. lalu dia duduk di samping
" Abang ke bandung buat apa,mairanya nga di
ajak, kan bete seharian dalam kamar"
" Abang cerita tapi tidak sekarang " gio sambil makan.
Selesai makan mereka bercerita ringan,
" Kalau nanti abang ngajak kamu ke rumah di
bandung Ade mau ngak?"
" Kapan bang? maira mau", sambil senyum
tapi seketika senyumnya meredup
"Abang ibu galak ngak bang?"
"ngak lah sayang"
"dek besok jam berapa ke rumah sakit?"
"Jam sepuluh bang "
" Ya udah kalau gitu abang balik, udah malam
nga baik dilihat orang"
"Iya bang hati-hati, sampai dirumah telepon
maira ,bang maira mau peluk" gio pun dengan
hati, sambil mencium pucuk kepala maira.
" Oke Abang pulang Jangan lupa tutup pintu,
good night sayang. Gio pun berlalu menuju
mobil dan melaju mobil nya membelah jalan
menuju rumahnya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...