Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 35


__ADS_3

Setelah mengantar maira gio kembali ke kantor menyelesaikan berkas sidangnya tadi. dia bertekad hari ini untuk memberitahukan ibunya, supaya pernikahannya secepatnya diresmikan.


Sedangkan di rumah sakit selesai visite maira mengerjakan pekerjaan seperti biasa tapi raut wajah tampak berbeda, Natalia melihat hal itu dia memberanikan diri berjalan ke meja maira;


" dok!! maaf boleh saya berbicara sebentar?" sambil meremas jari tangannya karena ada rasa gugup, karena jujur maira di saat bekerja sama di luar sebagai ipar sangatlah berbeda., di saat bekerja aura keseriusan selalu terlihat dan tidak segan-segan memarahi mereka yang kerja selalu main-main dan hasil tidak selalu bagus., lain lagi kalu sudah selesai jam kerja ia nya sangat care antar sesama. itu lah maira.


" silakan Lia ada apa?" sambil menatap iparnya.


"maaf pertanyaan melenceng dari pekerjaan dok" Natalia lagi-lagi menunduk,


" kalau gitu jam makan siang saja boleh??"


" oke dok, terima kasih "


Natalia pun berlalu, dia berpikir ibunya akan membuat masalah lagi, semoga mas bisa tetep pada pendiriannya, faktanya dokter terlalu baik..aku menyesal pernah melukai hati orang sebaik mbak maira..


Tiba-tiba Suster Ica masuk dengan nafas ngos-ngosan, tolong dok ada pasien butuh penanganan segera.


Maira berlari sekuat tenaga keruangan pasien pemulihan pasca operasi, di sana ada dua suster yang hanya berdiri, maira langsung meriksa pasien,dia emosi melihat para suster hanya berdiri " suster saya minta defibrillator segera!!!!"


" tapi dok" para suster kebingungan,

__ADS_1


" kalian mau berdiri disitu sampai tunggu pasiennya Dead.


maira sampai nafasnya tidak beraturan karena memberikan tekanan untuk mengembalikan detak jantung pasien. butuh berapa waktu pernapasan dan detak jantungnya kembali normal.


" Tolong tingkatkan lagi kinerja kalian"


Maira pun berlalu pergi dengan segudang kekesalan.sesampai di ruangan suster Ica memberi kode ke lima mahasiswa agar kerja dalam diam, karena suster Ica tau siapapun akan kena semburan maira kali ini bila ada salah.


sampai jam makan tiba mereka mengajak dokter, tetapi dia berkata kalau hari ini dia ada bicara penting dengan Natalia.


Maira dan Natalia pergi ke cafe samping rumah sakit hanya berjalan kaki.mereka masuk memilih tempat dan memesan makanan.


" mbak saya mint maaf atas nama ibu, saya tidak tahu kalau hari ini dia ada di jakarta." sambil menatap kakak iparnya,


" ngak mbak ibu pasti punya rencana lagi buat mas, ibu memang sudah sangat keterlaluan" . maira hanya tersenyum sendu.


" tidak apa Lia ini juga cobaan untuk saya dan masmu, katanya orang rumah tangga itu harus punya sedikit roller coaster supaya terasa asik tertantang, selagi ibu Masih dalam hal wajar kita hanya perlu memberikan pemahaman kepada beliau". pelan datang membawa pesanan mereka, mereka Pun makan dalam diam.


Selesai makan Natalia berbicara lagi, " mbak saya hanya takut ibu membuat hal yang akan membuat mbak dan mas akan ribut." lagi-lagi maira hanya tersenyum.?


" doa yang baik-baik saja semoga ibu tidak seperti itu, bagaimana dengan PKL mu apa ada kendala?" sambil meminum kopinya yang dia pesan,

__ADS_1


" sejauh ini tidak ada mbak"


" syukurlah, apa kamu mau bertemu dengan ibu?, biar kita pulangnya sama-sama nanti Abang antar balik lagi ke mes.


Natalia hanya mengeleng kepalanya,


" kalau saya jumpa ibu pasti ujungnya ribut, dan mas ngak suka ribut sama ibu."


Maira hanya mengangguk paham. selesai makan mereka balik keruangan tak lupa dia mengirim pesan buat suaminya mengingatkan jangan lupa makan.tetapi hanya centang dua tidak di baca.


Sampai waktunya pulang maira tidak mendapat balasan dari gio .


Sedangkan gio sudah menceritakan semua kepada ibunya, dan ibunya menolak mentah-mentah maira sebagai istrinya. malahan ibunya menyuruh gio untuk menjemput anak temannya yang ingin dia jodohkan dengan gio. gio sendiri pusing sampai seharian dia tidak memberikan kabar kepada istrinya, Dia tidak membantah ucapan ibunya


tetapi dia ikut kemauan ibu untuk menjemput anak teman ibunya di bandara.dan lebihnya lagi dia akan tingal bersama ibu di rumahnya gio.


Maira pulang menaiki taksi, hari ini dia sangat letih, sesampai di di depan rumah maira sudah melihat mobil gio terparkir disana. dia pun mengucapkan salam dan masuk. dan pemandangan pertama di lihat adalah tiga orang yang sedang makan tanpa membalas ucapan nya, dalam hati maira apa-apaan bang baru satu hari nikah udah kaya gini, Uda lupa istri, maira dengan suara agak keras mengucapkan salam seketika gio kaget bukan main hampir seharian lupa istrinya tanpa memberi kabar, maira hanya mengembangkan senyumnya tapi hatinya jangan di tanya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


yuuk kita naik rollercoaster sedikit ya😅🙏

__ADS_1


jangan lupa like komen ya 🙏


__ADS_2