
Keesokan harinya setelah selesai mengikuti
apel pagi, Gio melangkah menuju ruangannya,
tak lama Juan pun masuk, Juan pun
berbicara setelah ia memberi sikap hormat ke
Gio selaku komandan meskipun gio adalah
sahabatnya.
" Komandan, ini berkas yang anda minta, satu
jam lagi rapat akan d mulai,gio pun mengaku
dan Juan kembali keluar dari ruangan gio.
Namun saat gio sibuk membaca berkas,
tiba-tiba notifikasi pesan masuk di
handphonenya, dengan cepat gio melihat
pikirnya dari pujaan hati, tetapi bukan ,
melainkan nomor telepon yang tidak dikenal.
dia pun membiarkan begitu saja tetapi sesaat
kemudian handphonenya berbunyi tanda
panggilan masuk, "drrt...drrt...drrt.., Gio ingin
sekali memasukan handphonenya kedalam
gelas di depan yang berisi air. Gio seorang
polisi yang menjunjung tinggi kedisiplinan
dalam pekerjaannya. Dengan kesalnya gio
lansung menggesek tombol hijau,dengan
suara datar
gio mulai berbicara;
" Hallo siapa?"
" Mas Gio ini Septi, mas ada waktu ngak
tolong,temani Septi cari tempat kost "
sambil menutup mata gio pun berkata ;
maaf Septi kerjaan saya hari ini sangat
banyak."
" Tapi mas saya sudah di depan kantor mas,
saya tidak tau daerah disini".
"Septi jangan bercanda saya lagi banyak
kerjaan mungkin sampai malam bisa dan
tidak bisa ditinggal ,tidak mungkin juga kamu
nga punya teman di Jakarta" gio benar-benar
kesal..
" saya ngak punya teman mas, kalu gitu saya
cari hotel untuk istirahat sambil menunggu
mas, please mas tolong yah.." Septi tetap
kekeuh terhadap gio..
Gio mau tidak mau hanya mengiyakan, akan
membantu mencari tempat tinggal untuk
__ADS_1
Septi.setelah menutup sambungan telepon ia
melanjutkan kerjanya dan bersiap untuk
mengikuti rapat .
Dirumah sakit maira baru keluar dari ruangan
operasi , tetapi tiba-tiba seorang suster
berjalan di dekatnya dan berkata," dok pasien
pagi tadi masih membutuhkan darah O"
ucapnya kepada maira. "coba konfirmasi ke
bagian penyediaan mungkin masih ada"
" oke dok nanti saya kabari kalau sudah
tersedia golongan darah", kata suster ke
maira. Baru masuk di ruangannya terdengar
ketukan pintu; tok....tok...tok,, maira
mempersilahkan untuk masuk ternyata suster
Ica.."dok!!!" suster Ica sedikit berteriak,
" kenapa sih sus"
" itu dok pasien yg di ICU sudah siuman" kata
suster Ica.
"Bagus dong, suster Ica buat saya kaget tau
ngak, nanti kita observasi apa dia boleh plng
atau istirahat di rumah sakit beberapa hari".
Setelah pekerjaanku selesai , tiba-tiba maira
memberinya kabar, maira berpikir mungkin
gio sangat sibuk hari ini, dan maira berinsiatif
untuk mengirim pesan ke gio..
Dokter Humaira: " assalamualaikum bang
sangat sibuk ya hari ini sampai nggak kasih
kabar ke maira.,,,sand..
dan ternyata nomor nya tidak aktif, " mungkin
benar sibuk" kata maira dalam hati...
Di saat maira sedang melamun tiba-tiba
handphone berdering ternyata sahabatnya
Melisa yang menelepon, seketika maira
menyemprotnya dengan suara yang
menggelegar;
" Lo ya... kalau mau cuti bisa
ngak bagi tau gue, tiba-tiba kau hilang bak di
telan buayaaaaa!!!!!!!!, kesal gue sama lo,
mana cutinya lama lagi,.
" sorry menyorry stroberi swety, maafkan
sahabatmu ini.,Melisa sambil terkekeh di
sebrang telepon.
"gue traktir deh sebagai permintaan maaf
__ADS_1
gue.Pulang dari rumah sakit gue jemput,."
" Oke gue tunggu beli makanan yang sangat
mahal,gue nga mau tau." Maira bicara dengan
muka juteknya.
Lain halnya dengan Gio, terpaksa selesai
rapat gio mau tidak mau harus menemani
Septi mencari tempat kost, yang dengan
tempatnya gio,dalam hati seperti senang
bukan main. tiba-tiba gio membuka suara;
"Septi tempat kost kamu Uda dapat kan? saya
pamit pulang"
"mas sebagai ucapan terimakasih, saya traktir
mas Gio makan ya,,,mau ya mas please."
"ok."kata gio singkat.
gio pun menjalankan mobil menuju restoran
seafood atas permintaan Septi...
Sama halnya dengan maira yang telah di
jemput sahabatnya, dalam perjalanan hanya
maira yang mengoceh,dia tak habis pikir
dengan Melisa, yang tiba-tiba menghilang
sampai sebulan lebih Baru muncul di
permukaan.
" Jadi kita makan di restoran mana dokter
cantik." Melisa bertanya sambil terkekeh.
" Restoran seafood, gue ingin makan yang
enak hari ini'''''",maira berbicara tapi pikirannya
terus ke laki-laki yang telah mengacaukan
hatinya akhir-akhir ini. Sesampai di restoran
mereka mengambil tempat duduk di dekat
jendela, mereka pun memesan makanan yang
mereka suka, dalam restoran sangat banyak
pengunjung yang berdatangan..akan tetapi
mata Melisa sangat jeli mengenal seseorang.
Dengan wajah bingung Melisa bertanya ke
maira; " mai lo masih ingat sama pasien
kamu yang polisi?"
" Iya' kenapa emang, kok tiba-tiba Lo tanya
dia, Mira menjawab sambil menyungging
senyum.
"Kenapa Lo senyum-senyum gitu??? no liat
sana sama pacarnya"
,,,,deg,,seketika mata maira mengembun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1