Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 12


__ADS_3

Keesokan harinya setelah selesai mengikuti


apel pagi, Gio melangkah menuju ruangannya,


tak lama Juan pun masuk, Juan pun


berbicara setelah ia memberi sikap hormat ke


Gio selaku komandan meskipun gio adalah


sahabatnya.


" Komandan, ini berkas yang anda minta, satu


jam lagi rapat akan d mulai,gio pun mengaku


dan Juan kembali keluar dari ruangan gio.


Namun saat gio sibuk membaca berkas,


tiba-tiba notifikasi pesan masuk di


handphonenya, dengan cepat gio melihat


pikirnya dari pujaan hati, tetapi bukan ,


melainkan nomor telepon yang tidak dikenal.


dia pun membiarkan begitu saja tetapi sesaat


kemudian handphonenya berbunyi tanda


panggilan masuk, "drrt...drrt...drrt.., Gio ingin


sekali memasukan handphonenya kedalam


gelas di depan yang berisi air. Gio seorang


polisi yang menjunjung tinggi kedisiplinan


dalam pekerjaannya. Dengan kesalnya gio


lansung menggesek tombol hijau,dengan


suara datar


gio mulai berbicara;


" Hallo siapa?"


" Mas Gio ini Septi, mas ada waktu ngak


tolong,temani Septi cari tempat kost "


sambil menutup mata gio pun berkata ;


maaf Septi kerjaan saya hari ini sangat


banyak."


" Tapi mas saya sudah di depan kantor mas,


saya tidak tau daerah disini".


"Septi jangan bercanda saya lagi banyak


kerjaan mungkin sampai malam bisa dan


tidak bisa ditinggal ,tidak mungkin juga kamu


nga punya teman di Jakarta" gio benar-benar


kesal..


" saya ngak punya teman mas, kalu gitu saya


cari hotel untuk istirahat sambil menunggu


mas, please mas tolong yah.." Septi tetap


kekeuh terhadap gio..


Gio mau tidak mau hanya mengiyakan, akan


membantu mencari tempat tinggal untuk

__ADS_1


Septi.setelah menutup sambungan telepon ia


melanjutkan kerjanya dan bersiap untuk


mengikuti rapat .


Dirumah sakit maira baru keluar dari ruangan


operasi , tetapi tiba-tiba seorang suster


berjalan di dekatnya dan berkata," dok pasien


pagi tadi masih membutuhkan darah O"


ucapnya kepada maira. "coba konfirmasi ke


bagian penyediaan mungkin masih ada"


" oke dok nanti saya kabari kalau sudah


tersedia golongan darah", kata suster ke


maira. Baru masuk di ruangannya terdengar


ketukan pintu; tok....tok...tok,, maira


mempersilahkan untuk masuk ternyata suster


Ica.."dok!!!" suster Ica sedikit berteriak,


" kenapa sih sus"


" itu dok pasien yg di ICU sudah siuman" kata


suster Ica.


"Bagus dong, suster Ica buat saya kaget tau


ngak, nanti kita observasi apa dia boleh plng


atau istirahat di rumah sakit beberapa hari".


Setelah pekerjaanku selesai , tiba-tiba maira


memberinya kabar, maira berpikir mungkin


gio sangat sibuk hari ini, dan maira berinsiatif


untuk mengirim pesan ke gio..


Dokter Humaira: " assalamualaikum bang


sangat sibuk ya hari ini sampai nggak kasih


kabar ke maira.,,,sand..


dan ternyata nomor nya tidak aktif, " mungkin


benar sibuk" kata maira dalam hati...


Di saat maira sedang melamun tiba-tiba


handphone berdering ternyata sahabatnya


Melisa yang menelepon, seketika maira


menyemprotnya dengan suara yang


menggelegar;


" Lo ya... kalau mau cuti bisa


ngak bagi tau gue, tiba-tiba kau hilang bak di


telan buayaaaaa!!!!!!!!, kesal gue sama lo,


mana cutinya lama lagi,.


" sorry menyorry stroberi swety, maafkan


sahabatmu ini.,Melisa sambil terkekeh di


sebrang telepon.


"gue traktir deh sebagai permintaan maaf

__ADS_1


gue.Pulang dari rumah sakit gue jemput,."


" Oke gue tunggu beli makanan yang sangat


mahal,gue nga mau tau." Maira bicara dengan


muka juteknya.


Lain halnya dengan Gio, terpaksa selesai


rapat gio mau tidak mau harus menemani


Septi mencari tempat kost, yang dengan


tempatnya gio,dalam hati seperti senang


bukan main. tiba-tiba gio membuka suara;


"Septi tempat kost kamu Uda dapat kan? saya


pamit pulang"


"mas sebagai ucapan terimakasih, saya traktir


mas Gio makan ya,,,mau ya mas please."


"ok."kata gio singkat.


gio pun menjalankan mobil menuju restoran


seafood atas permintaan Septi...


Sama halnya dengan maira yang telah di


jemput sahabatnya, dalam perjalanan hanya


maira yang mengoceh,dia tak habis pikir


dengan Melisa, yang tiba-tiba menghilang


sampai sebulan lebih Baru muncul di


permukaan.


" Jadi kita makan di restoran mana dokter


cantik." Melisa bertanya sambil terkekeh.


" Restoran seafood, gue ingin makan yang


enak hari ini'''''",maira berbicara tapi pikirannya


terus ke laki-laki yang telah mengacaukan


hatinya akhir-akhir ini. Sesampai di restoran


mereka mengambil tempat duduk di dekat


jendela, mereka pun memesan makanan yang


mereka suka, dalam restoran sangat banyak


pengunjung yang berdatangan..akan tetapi


mata Melisa sangat jeli mengenal seseorang.


Dengan wajah bingung Melisa bertanya ke


maira; " mai lo masih ingat sama pasien


kamu yang polisi?"


" Iya' kenapa emang, kok tiba-tiba Lo tanya


dia, Mira menjawab sambil menyungging


senyum.


"Kenapa Lo senyum-senyum gitu??? no liat


sana sama pacarnya"


,,,,deg,,seketika mata maira mengembun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2