
Hari ini di rumah sakit ada mahasiswa kebidanan yang akan PKL, maira dengan beberapa dokter akan di perkenalkan pada mereka, setela menyelesaikan operasi pagi ini,maira beristirahat sejenak untuk kemudiaan ke aula yang berada dirumah sakit untuk bergabung dengan dokter lainnya, seketika dokter melisa muncul;
" Mai kamu mau bareng ke aula ngak yuk sambil menatap sahabatnya.
" iya Mel ini juga aku mau siap-siap ke sana."
mereka berdua berjalan beriringan sambil tersenyum menyapa pasien-pasien yang mereka lewati..
tiba di aula sebagian dokter dan para mahasiswa kebidanan telah berada di dalam ruang, ternyata maira dan Melisa sedikit terlambat,
maira mengetok pintu sambil memberi alasan keterlambatan mereka,
" dan ini Dokter Melisa dari dokter umum dan dokter Humaira Saraswati dari dokter ahli bedah yang cukup terbaik di rumah sakit ini mereka lalu memperkenalkan diri dan di persilahkan untuk duduk bergabung dengan para dokter.
di satu sisi, di ruangan yang sama tepatnya barisan ketiga dari kursi yang diduduki oleh para mahasiswa,ada seorang perempuan yang sangat shock melihat siapa maira dan pentingnya dia dirumah sakit ini. tak mampu berkata-kata.
setelah selesai perkenalan dan membagi mereka dala tiga kelompok dan setiap satu Minggu akan di rolling,agar para mahasiswa dapat merasakan dan mengetahui sedikit pengalaman selama PKL di rumah sakit tersebut.,, selesai beramah tamah satu persatu mahasiswa menjabat tangan dokter yang berada di dalam ruangan..tapi berbeda dengan Natalia kegugupannya berhadapan dengan Maira sudah tidak bisa di bendung lagi tiba gilirannya maira hanya menatap sambil mengembangkan senyumnya ke arah Natalia.; Hay dek kita ketemu lagi."
" kak Mai maaf " Natalia berkata sambil menunduk,
" its oke " sambil tersenyum.
__ADS_1
setelah selesai mereka diizinkan pulang karena mereka mulai kegiatannya besok sampai satu bulan kedepannya.para dokter kembali keruangannya Masing-masing tiba-tiba ada yang mengikuti Maira,
" kak, maira berhenti dan menoleh ke arah sang pemanggil"
senyumnya mengembang menampilkan lesung pipinya.
" oh Lia kenapa dek? kamu tidak balik dengan teman-teman mu? maaf aku ngak tau kalau kamu juga PKL di rumah sakit ini, Abang juga ngak bilang" seketika badannya di tabrak oleh Natali, dia memeluk sambil menangis menyesali perbuatannya waktu itu kepada maira, dan seolah tidak terjadi apa-apa maira tampak welcome saja terhadap Natalia., dia mengusap punggung dan mengajak Natalia ke ruangan kerjanya,.
Maira mempersilahkan Natalia untuk duduk, dengan penuh kecanggungan dia duduk, maira berbalik mengambil satu botol minuman yang tersedia di kulkas mini yang tersedia di ruangan kerjanya..
"Lia ibu sehat? kamu PKL dia tinggal sama siapa? Mm Aira bertanya ke Natalia.
" maafkan saya dan ibu kak, ibu sehat dia tinggal sama ada anak kerja baru di rumah"
" Alhamdulillah,kamu sudah makan? kita ke kantin makan yok., tiba-tiba Gio masuk, langsung memeluk maira, "kok main peluk aja sih, malu tau"
" malu kenapa? " gio sambil mengangkat kening sebelah,
" tu ada adik Abang" maira mengisyaratkan dengan matanya." gio seketika berbalik matanya langsung membola,sedangkan Natalia takut mas nya berpikir yang bukan-bukan. belum Natalia berbicara,maira sudah berbicara;
" bang Natali PKL di rumah sakit ini."
__ADS_1
"Lia kenapa kamu ngak bilang sama mas"
" bang jangan ngoceh dulu maira sangat lapar,kita pergi makan dan antar Natalia ke mes tempat mereka tinggal."
Meraka pun pergi meninggalkan ruangan maira.
" bang habis makan antar Natalia lansung balik ya!! aku ada operasi jam tiga"
" oke "
Natalia hanya diam memperhatikan masnya dengan maira, setelah sampai d rumah makan mereka pun berjalan kebetulan ada teman-temannya Natalia yang pada makan di sana.. mereka melongo melihat Natalia begitu akrab dengan dokter maira... setelah makan Natali berbicara ke maira dan juga gio kalau dia akan ikut sama rombongannya,gio pun setuju dan merogok dompet untuk mengambil duit berwarna merah sebanyak sepuluh lembar dan menyerahkan kepada Natalia.
" Lia ambil ni untuk keperluanmu" Gio memberi uang tersebut kepada Natalia.
" ibu ada kasih Lia uang juga mas,"
" ambil dek mumpung masmu lagi baik hati maira berkata sambil tersenyum..
" oke, Lia kamu hati-hati ya."
Natalia pun Pamit lalu mengambil tangan gio untu Salim tapi saat di maira tidak memberikan tangannya akan tetapi dia membentang tangannya supaya dia memeluk Natalia, seketika mata Natalia berkaca-kaca baru sekarang dia merasakan pelukan dari seorang kakak perempuan, Gio pun ikut tersenyum dalam hatinya tidak salah memilih maira sebagai seorang istri..
__ADS_1
" kamu hati-hati ya, sampai ketemu besok Maira sambil tersenyum ke arah Natalia..