
Setelah sampai di tempat kostnya maira pun masuk begitu juga Gio, maira langsung menyusun barang belanjaannya di tempat masing-masing,sedang gio lansung duduk di sofa sambil memberikan kabar ke adiknya mengenai kedatangan sang ibu ke Jakarta.. selesai mengatur barang maira ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang terasa lengket, setelah seharian beraktivitas.. beberapa saat maira muncul dengan baju rumahan dan handuk yang melilit di kepalanya, sedari tadi dia Sudah memperhatikan tingkah laku gio, Maira mendekat ke Gio dan sedikit menunduk sambil mengelus rahang kokoh Gio,
" kenapa sih kayak gelisah gitu hmm" maira menatap Lamat sang kekasih, maira sudah bertekad Takan ada lagi waktu untuk dia mau mengalah..
gio menatap mata maira yang sangat dekat dengan wajahnya,gio pun menarik maira dan duduk di pangkuannya dengan tangan yang sama memegang wajah cantik alami tanpa make up,ayok kita ke penghulu malam ini juga,jangan biar Abang gelisah terus memikirkan kamu sayang." sambil menatap serius maira,
"Abang kenap sih tadi baik-baik saja.. mau cerita ke Maira? "
Gio menarik nafas kasar,
" ibu hari ni datang ke Jakarta tp dia tidak langsung ke rumah Abang,malah Abang yang di suruh jemput ke kafe, sayang Abang jadi curiga sama ibu, pasti ada rencananya lagi, Abang nga suka sayang ".
__ADS_1
" Abang jangan souzon dulu sama ibu, bisa saja ibu mamang ada ketemu sama temannya., dan Abang perlu dengar dan ingat Maira tidak akan lagi mau mengalah kalau sudah menyangkut hubungan kita,, tak perduli dia siapa". Gio tersenyum mendengar perkataan tegas maira.
" Abang pergi aja, ketemu sama ibu, maira percaya sama Abang, sebelum beranjak dari pangkuan gio,maira berkata " jangan lama seperti posisi ini nanti Kita khilaf ,maira terkekeh melihat sang pacar kesal.tak lama kemudian Gio pun pamit untuk pergi menemui ibunya. selama perjalanan gio berpikir semoga ibunya tidak melakukan hal-hal yang membuat dia marah. sesampai di cafe sesuai maps yang di kirim ibunya.gio pun masuk, disebuah meja terlihat ada sekitar enam orang. gio pun berjalan menuju dimana tempat ibunya duduk .
" ibu ayo pulang Gio ngak bisa lama soalnya masih ada kerjaan." ibu menatap gio kamu kenalan dulu ini teman ibu dan itu anaknya seorang bidan Gio hanya menakup tangan di dada dengan wajah yang super duper dingin. setelah perkenalan singkat Gio mengajak mamanya untuk pulang setelah sampai di mobil Gio,
" gio saya kecewa sama mama.,sampai kapan mama tidak menerima maira sebagai menantu mama, dan tanpa persetujuan ibu aku akan tetap menikah dengan maira."
" bang Uda jemput ibu? bagaimana?"
gio membaca dan mengusap wajah kasar. "udah sayang tapi abang rindu pengen peluk"
__ADS_1
" Abang kenapa? ada masalah?" maira sambil menatap gio serius,.
" besok Abang akan bicara sama kamu dan tidak ada penolakan sayang." gio langsung menyuruh maira untuk tidur. dia kembali ke rumahnya melihat sang ibu telah beristirahat. gio pun mengangkat hpnya dan menelpon salah satu temennya yang mengurus berkas agar secepatnya dia dan maira akan sidang BP4R salah satu syarat untuk menikah bagi anggota polisi. dan temannya menyetujui akan membantu agar cepat selesai dan mereka bisa langsung sidang.
keesokan harinya maira membuat nasi goreng spesial dia meletakan di tiga kota makan.... setelah selesai maira makan sarapannya lalu bergegas untuk mempersiapkan diri pergi ke rumah sakit, hari ini gio tidak mengantarnya, dia sendiri pergi menggunakan motor kesayangannya..sesampai d rumah sakit ia sudah melihat para mahasiswa sedang di kasih arahan oleh Melisa dan satu dua dokter lainya. mereka pun menyapa maira dan maira pun berlalu karena akan. melakukan visit ke ruangan pasien.kali ini suster Ica tidak terlalu melakukan visit bersama dokter Humaira karena dia akan di dampingi oleh lima orang mahasiswa... berselang beberapa waktu pintu di ketok. tok...tok ..tok.. "masuk"
Di depan pintu ada suster Ica dan ke lima mahasiswa PKL termasuk Natalia. maira melepas kacamatanya dan menatap mereka satu per satu, maira berusaha seprofesional mungkin.
" berikan data kalian" sambil menjulurkan tangannya, mereka memberikan kepada maira.
" kalian berlima dengar perkataan saya, saya akan visit pagi ini dengan dua orang dan sorenya lagi dengan tiga orang, kalian akan saya rolling selama seminggu bersama saya., kalian bertiga suster Ica akan mengajar kalian bagaimana mana menyelesaikan pekerjaan sebagai tenaga medis yang profesional. kalian perhatikan cara kerja dan kecepatannya kerja. jangan lelet dan jangan sampai salah, dan untuk kalian berdua ikut saya ambil buku pasien minta sama suster Ica. maira pun melangkah ke luar dan diikuti dua orang mahasiswa tersebut.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, ibunya gio bersiap akan kembali ke bandung hari ini atas permintaan Gio,dan gio telah memesan mobil untuk menjemput ibunya. sedangkan Gio seharian ini mengurus pengajuan nikah,dia bertekad dalam dua hari akan selesai..