Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 24


__ADS_3

Malam ini maira ketiduran di rumah Gio. Gio pun tak tega membangunkannya melihat dari wajahnya saja dia sangat keletihan,gio memakainya selimut,gio pun melanjutkan pekerjaannya..


Jam tiga dini hari Maira terbangun, seketika matanya melebar " kok gue ketiduran di rumahnya Abang diruang TV lagi," dia mengetok kepalanya " gara-gara gue keletihan ini!!! tapi abang tidur di mana? mana gue lapar lagi!!! maira berbicara pada dirinya sendiri, dia pun bergegas mencari keberadaan Gio, ternyata gio tidur meringkuk di kursi ruang tamu...maira kembali mengambil selimut yang dia pakai untuk menyelimuti Gio.


Dia pun melangkah kembali untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan.


maira menuju ke dapur gio, dia mengambil satu bungkus kopi instan dan membuat untuk dirinya...dia malas memanaskan makan yang sudah dingin, asik mencari makanan tiba-tiba tangan kekar melingkar di pinggang rampingnya,maira terkejut bukan main,


" ih abang bikin aku jantungan, "


" kamu cari apa dek!!!! kamu lapar?"


" iyaa bang maira lapar banget, Abang jangan peluk-peluk maira dari kemarin belum mandi, bau keringat dari kemarin Masi menempel.


"tapi abang suka" sambil mengedukasi hidungnya di leher maira...


"Abang Ken semalam ngak bangunin aku??"


" Abang ngak tega bangunin adek." wajah kamu terlihat sangat lelah..., Abang ingin peluk saat kamu tidur tapi abang takut khilaf" gio berbicara sambil terkekeh, maira jangan di tanya wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


Pukul Lima Gio ke masjid dekat tempat tinggal nya untuk melaksanakan shalat, sedangkan maira d rumah karena dia masi ada tamu bulanannya.. maira membuat sarapan nasi goreng spesial untuk mereka.. sebelum berangkat kerja,


 Maira hari ini akan minta izin pulang awal karena gio mengajak dia ke bandung menemui ibunya Gio.


Gio mengantar maira ke kamar kosnya,untuk menggantikan baju ke rumah sakit, Gio pun setia menunggu untuk mengantarnya ke tempat kerja.. maira membawa berapa baju serta perlengkapan lain untuk kebutuhannya selama sehari di bandung.


Setelah siap maira masuk ke mobil Gio untuk di antara kan lagi ke rumah sakit.


"dek kok bawah dua bag?" gio bertanya dengan kening berkerut,


"iya bang nanti maira titip di mobil Abang aja ya,!! supaya nga bolak balik lagi kalau mau jalan ke bandung."


" okelah, ntar jam tiga Abang jemput."


gio pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan menuju rumah sakit,,,


Sesampai di rumah sakit Maira pun turun,


" semangat kerja sayang jangan lupa makan nanti Abang Gofood" sambil mengecup kening maira sekilas tanda memberi semangat.. maira pun masuk kedalam rumah sakit dan Gio pergi belanja pesanan ibu dan adiknya., sebenarnya Gio ingin mengajak Maira tapi dia nggak tega lihat sang pacar kelelahan.


Maira masuk keruangan nya tidak lama suster Ica muncul;


" pagi dokter cantik, suster Ica sambil tersenyum..


maira ikut tersenyum dan menjawab


 " pagi juga sus"


tiba-tiba seorang perawat menerobos masuk ke ruangan Maira;


" maaf.. maaf dok tapi di UGD lagi butuh dokter ada korban kecelakaan,soal di UGD belum ada Dokter jaga yang datang,maira pun dengan segera berlari ke UGD untuk melihat korban.dulu maira juga dokter jaga di UGD sebelum ia mengambil spesialisasi.


setelah memeriksa dan membersihkan luka-luka pada tubuh korban, setelah selesai maira pun keluar, dia kembali ke ruangan untuk melanjutkan kerjanya... pukul dua belas suster Ica masuk dengan membawa kotak makan yg di bungkus plastik yang berlogo sebuah restoran cepat saji;


"dok ada mas kurir bawakan makanan" suster Ica sambi menaruh makan di meja maira.


" makasih ya sus! sambil tersenyum.dok nanti jam satu kita visit lagi,


oke sus.


Setelah selesai makan maira mengistirahatkan matanya sejenak,,

__ADS_1


pukul satu maira dan suster berjalan menuju ruangan pasien untuk diperiksa.


" ada berapa pasien sus,?"


" ada sekitar empat orang dok,dua diruang VIP dan ruangan di melati juga ada dua" kata suster Ica sambil berjalan di belakang dokter Humaira.


" dok kita ke ruangan VIP terlebih dahulu?" tanya suster Ica.


" Ok sus"


Mereka pun berjalan menuju ruang vip, sampai depan pintu suster Ica mengetok pintu lalu mendorongnya lalu masuk;


" selamat pagi " sambil tersenyum ke pasien,


" pagi juga dok" jawab pasien tersebut.


" saya periksa dulu ya Bu!! "


maira langsung memeriksa dengan Stetoskop ke area tubuh pasien dan juga memeriksa tekan darah.


"apa ada keluhan lain Bu? "


" nga ada dok cuma Masih agak lemas" pasien menjawab.


" oke Bu mungkn sampai besok ibu sudah segar lagi dan sudah bole pulang, maira berkata sambil tersenyum.


"kalau begitu saya permisi"


" makasih dokter"


maira pun keluar dari vip menuju ruang melati.setelah pemeriksaan pasien selesai mereka kembali ke ruangannya, membereskan sisa pekerjaan sambil menunggu Gio menjemput..


" ke rumah calon mertua" maira berbicara spontan langsung tersenyum lebar.


suster Ica langsung melotot;


" wooow peningkatan sangat pesat ya dok, sambil tersenyum ke arah sang dokter.


"ya makanya cepat cari calon jangan biasanya gantung cinta anaknya orang maira sambil terkekeh, suster Ica cuman bisa memanyunkan bibirnya;


" tau saya dok orang yang lagi kasmaran"..


"sus aku izin pulang awal, mau ke bandung sama bang Gio."


"sungguh dok ?..saya kira dokter cuman bercanda"


" ya pa nggak lah sus aku di ajak sama bang Gio " sambil tersenyum,


" hati-hati ya dok sampai tujuan,jangan lupa bawa balik oleh-olehnya dari bandung."


"makasih suster Ica,semoga cepat bertemu Jodi...maira sambil terkekeh. maira hanya memasang wajah cemberutnya.


Pukul tiga gio sudah di rumah sakit menjemput Maira,


Gio masuk di ruangannya Maira,


" sayang Uda siap? "


" udah bang sebentar maira beres meja dulu,"


maira mengambil handbag lalu melangkah ke arah Gio.

__ADS_1


Mereka pun melangkah ke luar menuju mobil Gio,


"Abang kok banyak bawaannya,?"


" iya itu titipan ibu sama adek Abang! "


" kok ngak ngajak maira.,takut ya maira minta di beliin juga?"


" astaghfirullah dek ko pikiran nya kayak gitu ke Abang?, Abang tu nggak mau kamu capek,"


gio berbicara sambil memegang tangan Maira.


" ya Uda jalan, " dengan nada yang masih cemberut.


Gio pun menjalankan mobil membela jalan kota menuju kota kembang Bandung.


Dalam perjalanan hanya diam maira masih kesal sama gio, dia memilih tidur dari pada nanti kekesalannya semakin menjadi...


Gio tau kalau sekarang kekasihnya dalam model cemberut,


" yang Abang minta maaf bukannya Abang ngak mau ajak, tapi abang nga mau adek tu capek, jangan pura-pura tidur,Abang tau kamu dengar.." sambil mengelus kepala maira.


seketika mata maira terbuka dan melihat ke arah Gio;


" Maira tu kesel..l..l..l banget sama Abang." sambil menutup matanya kembali.


" kita singah d kafe depan sayan mau beli apa??" kopi cappucino cake yang bikin mod maira membaik"


" cake apa tu" gio mendengar pun heran ko ada cake kayak gitu..


" Abang nanya aja ke kasir pasti dia tau.."


gio pun keluar dari mobil. dan masu ke dalam kafe.


Tak butuh lama gio suda datang dengan bebagai macam cake, dan juga minum.


" Abang kok banyak banget, abangak tau cake yang adek mau,jadi Abang beli semua ada enam macam cake semoga salah satunya bisa bikin mod kamu kembali.. tu juga Abang ada beli Boba dan minuman lain bisa kamu nanti minum juga sama adek Abang di rumah .


Gio melanjutkan perjalanan mereka, setelah hampir sampai gio mengajak maira untuk membeli buah. untuk d rumahnya nanti.


Setelah setengah jam mereka pun masuk pekarangan rumah minimalis dengan berbagai macam tanaman bunga di sana.mobil mereka pun berhenti di depan rumah tersebut..


Maira dan Gio keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, sebelumnya mereka mengucapkan salam , kesan pertama maira melihat adalah sangat rapih dan bersih,


Maira melihat perempuan paruh baya keluar dari dalam kamar, bersamaan dengan seorang wanita,


" mas kamu pulang ko ngak kasih kabar?"


" iya Bu " sambil mencium tangan ibunya.


" Bu..... ini maira "gio memperkenalkan maira , ibunya membetulkan posisi kacamata dan melihat maira, maira memberikan tangan kepada ibunya gio tapi tangannya tidak ada sambutan dari ibunya gio.


"ibu!!" gio bersuara ke ibunya"


" tidak apa-apa bang, maira sambil tersenyum sendu, adek gio melihat Mereka langsung berkenalan dengan maira sambi meminta maaf atas nama ibunya.


" kak maaf ibu ya, "


iya ngak apa-apa.


Gio pun menyuruh adek nya mengambil barang-barang yang mereka bawa kecuali tasnya maira. maira hanya diam semenjak mereka tiba di rumah gio,. gio merasakan suasana hati sang pacar kali ni tidak baik-baik saja, gio menyuruh adiknya membawa maira ke kamarnya untuk istirahat, sedangkan gio akan berbicara dengan sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2