Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 18


__ADS_3

Menjelang sore para dokter dan tenaga media


lainnya terlihat santai mereka bercengkrama


dengan warga dan petugas keamanan yang


bertugas di daerah ini..


Maira tak tampak batang hidungnya, dia


masih punya kerjaan yang belum selesai


karna tanggung jawabnya adalah meneliti


semua persiapan yang ada di dalam ruang


tindakan...di bantu oleh beberapa tim medis


dan tak lupa suster Ica.. sebelum waktu


magrib pekerjaan mereka selesai ruangan


tindakan siap untuk di pakai. Ada rasa puas di


hati maira karena walaupun tempat cuman


darurat tapi layak untuk digunakan.. semua


yang kerja kembali ke tempat tinggal untuk


membersihkan badan setelah itu menunaikan


sholat magrib.


" Mai Uda selesai ruangan tindakannya?"


tanya Melisa setelah selesai magrib...


"Uda Mel Alhamdulilla cukup puas."


" suster Ica kalu jam makan tolong ambilkan


 saya, " kata maira


" Ok dok "


" kenapa sih mau ngak bergabung aja!!!?


lo mau menghindar dari pak Gio!!sampai


kapan!!!!? sedangkan dia yang mengkoordinir


kita semua menjaga keamanan kita di sini."


Melisa kesal dengan sikap maira yang


kekanak-kanakan..


maira sedikit tercubit dengan kata-kata


sahabatnya, setelah selesai solat Isa, maira


terpaksa keluar dengan menggandeng tangan


suster Ica ke meja yang sudah di siapkan


oleh petugas masak .. semua pada ambil


makan masing-masing. mereka berbaur


menjadi satu. setelah ambil makan perlahan


makan dengan tenang sekali mendengar


candaan dan tawa dari pos keamanan yg


berdampingan dengan posko kesehatan.


Gio dari tadi memperhatikan maira yang


terlihat murung..


gio memberanikan diri untuk mendekat dan


berbicara.


" selesai makan saya ingin berbicara Dokter


Humaira " gio berucap dengan ekspresi wajah


datar. maira mendongak ke atas dengan mata


sudah mengembun. maira hanya manggut


kepalanya.


Suster Ica yang lihat wajah gio pun ngeri


sendiri... melihat tatapannya ke sang dokter,


Gio pergi ke ketua tim untuk meminjamkan


ruangan untuk berbicara dengan maira...dan


ketua tim pun menyetujuinya.. setelah melihat


maira selesai makan, gio pun langsung ke


arah sang dokter dan


menyuruhnya untuk ikut.


Maira hanya mengekor di belakang gio,

__ADS_1


sampai di depan ruangan gio pun masuk ,


tapi maira tetap berdiri di depan pintu.


"kamu masuk atau saya yang menyeret mu


untuk masuk, " mendengar suara bas yang


menyeramkan,maira pun dengan cepat


masuk, dengan gerak cepat Gio menarik


tangan maira masuk dalam pelukannya, maira


kaget bukan main...


" Abang sangat rindu dek, kenapa kamu jahat


sama Abang..." maira tidak dapat


membendung lagi rasa kangen,rasa hangat


rasa nyaman dalam pelukan seorang Gio


Sastro, air bening dari pelupuk mata yang


jatuh tanpa permisi..


" kalau sayang kenapa nggak nyari maira??


" Abang yang selalu patahkan semangat


maira,Abang pergi yang jauh jangan muncul


untuk membuat maira sakit hati lagi.


maira ngak kuat bang"


" Abang nga akan melepaskan kamu lagi dek"


Abang akan mendengarkan penjelasanmu


dek tapi tidak sekarang,Abang pun akan


memperjelas semua ke kamu dek...,"


Gio memegang kedua pipi maira,


" lihat Abang mulai sekarang jangan lagi


menghindar dari pantauan Abang, paham!!!!!?


lagi-lagi maira hanya mengangguk kepalanya.


" rindu ngak sama Abang" ,gio membuat


maira berkaca-kaca dan lagi dan lagi maira


adalah orang yang terlalu bucin, air mata


puncak kepala maira. mereka sedang


merasakan campur aduk sekarang..."sudah


malam balik ke barak ngak baik kita dilihat


orang.., mereka berdua pun keluar dan


kembali ke barak masing.. tiba di depan pintu


maira pun masuk tiga orang yang di dalam


kamar menatap maira tanpa berkedip,


" kalian kenapa sih liat gue macam itu???


" udah selesai masalahnya!!!!!!? udah


baikan!!!? maira dicecar dengan berbagai


pertanyaan.


"kalian lebih baik tidur nga usa kepoooo..."


maira berkata dengan kekehan melihat


tingkah para penghuni kamar....Malam


semakin larut para penghuni alam Papua


sedang berada dalam mimpi indah, terkecuali


petugas keamanan yang berjaga-jaga...


pukul tiga pagi, maira di bangun karena dari


dokter Obgyn meminta untuk mendampingi


melakukan operasi Caesar..dengan gerakan


cepat maira langsung mencuci memakai


sepatu kets nya dia pun berjalan dengan


cepat ke ruang tindakan, setelah memakai


 untuk operasi.. maira pun masuk di dalam


sudah ada dua dokter, dan Empat suster dan


bidan. sebelum melakukan mereka berdoa,


setela itu operasi berlangsung sela hampir

__ADS_1


satu jam,dan Alhamdulillah tida ada kendala


dalam operasi pertama dengan ruangan


darurat.


setelah selesai maira minta izinkan untuk


balik ke barak untuk menunggu sholat subuh.


sampai d barak maira lansung mandi


membersihkan diri.,membangunkan tiga


orang yang masih tidur supaya tidak antrian


menggunakan kamar mandi.dan menunggu


solat subuh..


selesai solat subuh maira membuat minuman


 untuk dirinya..


mereka ber empat keluar untuk makan pagi...


Gio yg selesai joging, menghampiri mereka...


"Abang kenapa kesini?"maira dengan suara


yang masih canggung.


" ngak boleh ya kalau datang pagi-pagi tengok


calon Bayangkari Abang!!? seketika membuat


tiga temannya membola seketika


"aduh...aduh . pagi,,pagi suda dikasih vitamin


ajah hadeeee... pak Gio jangan gini


lah,kasihani kita yang jomblo ini,kata suster


Ica sambil terkekeh..


" waaaa suster Ica sudah pandai merangkai


kata-kata ya," Melisa menimpali mereka


bertiga pun tergelak , sedangan dua


pasangan cuman senyum-senyum sambil


menggoyangkan kepala melihat tingkah


mereka bertiga..


Setelah sarapan pagi mereka mulai


melanjutkan kegiatan pengobatan.


masyarakat berbondong-bondong menuju


posko pengobatan, mereka datang dengan


berbagai keluhan dengan sabar para dokter


menghadapi mereka..


Di Papua ada beberapa penyakit yang sering


sekali di keluhkan oleh pasien ;


- Penyakit diare


- Demam berdarah


- Campaka


- TB


Para tim dokter dan tenaga medis lainnya,


dengan serius untuk menangani


penyakit-penyakit tersebut.


Setelah beberapa jam pemeriksaan, waktunya


mereka istirahat karena sudah saat jam


makan siang . Maira Balik ke barak sebentar.


belum sampai Gio sudah menghadang di


jalan,


" kenapa capek sayang?" Maira mengaku lesu,


" pengen peluk..." membuat gio terkekeh.


" makan yuk,ntar lagi jam istirahat habis loh"


" iya "mereka pun jalan menuju stad makanan.


semua mata tertuju pada mereka..., seketika


Melisa yang bersama-sama Para dokter


berucap kepada mereka" kita jangan baper ya


itu tunangannya dokter Humaira .

__ADS_1


.


__ADS_2