
Setelah selesai semua pekerjaan, maira pun
bersiap untuk pulang, sebelum plng dia
mengiri pesan ke gio.....!
Selang lima belas menit orang yang di tunggu
sudah berdiri di depan pintu masih dengan
seragam lengkap, seketika maira berjalan
cepat kerah gio dan... grepp tangannya maira
lansung melingkar di tubuh gio.." gio sudah
mulai terbiasa dengan sedikit sikap manjanya
maira..
" ya Allah gini amat ya mahluk kasat mata,
lebih baik saya pulang, ...dok...!!! saya izin
pulang yaa... byeeee.."
"Maira hanya mengangkat ibu jarinya, dia asik
bergelut manja dalam pelukannya sang
komandan..menghirup aroma parfum yang
bikin rindu.
" Bang maira rindu...," gio hanya mengusap
rambut dan mencium pucuk kepala sesekali..
" bang maira rindu"
"iya". mendengar kata singkat dari bibir Gio,
maira pun mendongak menatap gio, " abang
ngak rindu?" maira berbicara dengan mata
berkaca-kaca.Melihat maira hampir nangis,
gio langsung mendekap erat penuh kasih
" Abang suda bilang kan jangan berpikiran
yang membuat hati maira sedih, Abang yang
sangat rindu ke maira sampai tidak bisa
diungkapkan dengan kata-kata.!
Abang orang ya paling beruntung mengenal
maira...
"dek mau ikut Abang ngak...!?"
"kemana bang!"
" ke KUA, ayo" gio langsung terkekeh..
maira hanya memanyunkan bibirnya..
Jangan marah restu orang tua di tangan
Abang langsung bawa ke KUA.. maira
mendengar perkataan Gio mampu membuat
maira seperti kepiting rebus.
hatinya bahagia bukan main.
" ayo kita pulang, de capek ngak?"
kalau nggak capek kita beli makanan dan
makan dirumah temani Abang ada
sedikit kerjaan."
" ok,bang maira baru dapat vitamin jadi udah
nggak cape, ayo pulang.." gio bingung
" vitamin naon..??"
" ini vitaminnya maira." sambil memeluk
kekarnya gio., gio hanya tersenyum melihat
maira. mereka pun berlalu menuju motor gio.
setelah mereka memakai helm, gio pun
menjalankan motor membelah jalan yang
padat di sore hari.
" bang kita beli makanan di pinggir jalan aja
ya !" gio pun menurutinya, dan
memberhentikan motor di dekat warung
penjual ayam goreng... maira dan gio pun
turun dari motor dan menuju ke sala satu
mas yang sedang mengoreng..
Mas ayam gorengnya tiga, nasinya dua
sambalnya di pisah, dibungkus aja mas. "Oke
__ADS_1
mbak di tunggu pesanannya". sedangkan dua
orang laki-laki dalam warung kaget melihat
mereka berdua, siapa lagi kalau bukan Juan
dan Aron. Ditambah lagi dengan sikap
manjanya maira membuat mereka tambah
membelalakkan mata, suda tidak tahan,jiwa
kepo sudah meronta-ronta, akhirnya mereka
muncul," Juan meniru perkataan Gio sebelum
menjemput maira," Juan, Aron kalian lanjut
kerjanya tinggal dikit kan gue ada urusan
penting..." cepat-cepat ada tugas penting
ternyata ini tooo. " pada diam Bae nga ada
yang mau klarifikasi atau gimana dan" .
"mending Lo pulang bini Lo pada
nunggu, ngak usa kepoooo ok!!
sudah sana...sana.. pulang!!! Gio sengaja
mengusir mereka.
Dengan berat hati terpaksa mereka pun kabur
dari sana.. Maira hanya tersenyum melihat
laku mereka... setelah tnggu cukup lama
makanan siap gio membayar dan mereka
berlalu dari warung ayam goreng tersebut .
sesampai di rumah Gio mereka pun masuk,
rumah nya sederhana tapi maira kagum
dengan kerapian dan kebersihan gio..
" bang tempat kamu lebih rapih di banding
kamar kos aku," gio menyiapkan semuanya
maira tinggal makan, " dalam keadaan makan
tiba-tiba pintu rumah di ketok;
Tok .....
Tok .....
Tok .....
seorang perempuan lumayan cantik dia
menenteng kotak makan;
" kamu siapa?" mas Gio nya ada?"
Maira belum jawab dia suda terobos masuk
dalam rumah.
" Mbak bisa sopan ngak masuk di rumah
orang? assalamualaikum itu harus mbak."
" Mas pulang ko ngak bilang,? saya sudah
siapkan makan untuk mas, saya tanya d ibu
makanan kesukaan mas.. Maira yang tadinya
ingin lanjut makannya, rasanya udah sangat
kenyang...maira mencuci tangannya
sedangkan Septi memindah makan yang tadi
dia bawa ke piring kosong dan memberikan
pada Gio. Sedangkan makan yang dimakan
bersama maira di pindahkan...
maira duduk di atas kursi dan memperhatikan
dua orang layaknya suami isteri, dia bingung
dengan sikap gio yang hanya menurut,
sedangkan gio sudah katakan kalau mereka
ngak ada hubungan apa-apa. tetapi sikapnya
menunjukkan demikian.
Maira hanya tersenyum miris....
maira pun melihat tasnya yang bisa iya
jangkau,dengan perlahan dia menarik tas dia
berjalan perlahan ambil sepatu maira pun
berjalan keluar meninggalkan rumah
kontrakan Gio.
Sakit hati, ya itu yang maira sedang ia
__ADS_1
rasakn...dia terus berjalan dengan airmata
yang tidak henti-hentinya... dia berpikir untuk
singgah sebentar di musholla untuk
melakukan
kewajibannya.. Selesai solat dia memesan
taksi untuk pulang ke tempat kostnya, dia
sudah janji Ke Dirinya ngak mau lagi
terhanyut dengan kata-kata gio.
Maira berniat besok dia akan ajukan cuti
untuk pulang ke Ternate..
Kontrakan Gio kaget bukan main kalau maira
Tidak ada di rumahnya. dia langsung
menyuruh Septi untuk pulang dia berkata
dengan wajah dingin yang tak pernah dia
lihat dia menciut tp dalam hatinya bersorak
bahagia.
Sedangkan gio panik bukan kepalang,duluan
langsung melajukn motornya menuju tempat
kostnya maira.
Sesampai di sana rumahnya gelap. Dia berdiri
beberapa saat dan dia kembali ke motornya
untuk pulang. Di berniat harus menyelesaikan
dengan maira secepat mungkin.
Besok pagi seperti biasanya selesai solat
Maira bergegas untuk membuat sarapan...
setelah jadi dia pun sarapan hari ini dia kn
ajukan cuti mudah mudahan lansung di ACC.
sampa d rumah sakit maira melayani pasien
pasien dengan serius. Setelah selesai visite
maira pun melangkah ke ruang direktur
utama rumah sakit guna menyampaikan izin
cutnya. dengan alasan yang kuat surat izin
langsung di ACC. selesai dari ruangan
direktur, maira akan pulang awal dia akan
packing barang yang akan dia bawa balik ke
kampung halamannya. sesampai di rumah
dia pun menyiapkan segalanya karna besok
pagi dia sudah terbang dengan pesawat ke
Ternate akan meninggalkan jakarta dan
kesedihannya..
selesai magrib dia sedang zikir, terdengar
ketukan pintu, dia pun bergegas membuka,
"abang"
"iya ini Abang, apa abang boleh masuk?"
" iya bang" maira berbicara seolah-olah
seperti biasanya.
" Mai ngak mau peluk Abang?" maira hanya
tersenyum sendu hatinya tidak baik-baik saja.
gio pun mendekat dan mendekap erat tubuh
mungil maira,"Abang minta maaf,,,Abang
Minta maaf... maira hanya mengangguk,..
Abang ada Rajia Mala ini Abang pamit,diapun
mendekat dan mencium pucuk kepala maira...
setelah lah itu dia melangka sebelum keluar
pintu maira memanggil gio.
"abang...!!!!!!, maira lansung memeluk gioo...
setelah cukup," Abang maira minta maaf ...
" Maira ngak ada salah sama Abang ."
" Abang jalan ya."maira hanya mengangguk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
selamat membaca kalau Masih ada kata yang
__ADS_1
kuran cocok dalam dialeknya tolong komen
ya,😌 jangan lupa like..