
Waktu terus berlalu, semua tugas mereka
selesaikan dengan baik, sehingga angka
penyakit terus berkurang, bukan dalam hal
pengobatan saja tapi banyak hal yang mereka
ajarkan kepada masyarakat setempat,,,
bagaimana cara pola hidup sehat.. salah satu
cara untuk menjauh dari Penyakit.
seminggu lagi mereka akan meninggalkan
Tanah Papua, saat ini maira lagi bersama Gio.
"bang Minggu depan Maira udah balik ke
Jakarta, pasti maira akan kangen lagi".
"ngak apa-apa bulan depan Abang di jakarta."
Gio bercakap sambil mengelus kepala maira.
" jangan pernah meragukan cinta Abang,
jujur Abang udah ngak sanggup berjauhan
sama kamu dek.
Para relawan sudah mulai membereskan
barang untuk di bawa pulang ada rasa sedih
meninggalkan tempat ini. malam ini Mereka
acara perpisahan dengan warga setempat.
" dek jaga hati selama Abang ngak ada sama
kamu."
"iya bang." sambil memeluk manja lengan
kekar sang komandan.
Malam kian larut para penghuni bumi telah
terlelap untuk menjemput hari esok.
Setelah selesai solat subuh semua telah
bersiap-siap untuk berangkat menuju
bandara.
Sejak tadi Maira hanya menempel dengan Gio
ada rasa tak rela berjauhan dengan sang
kekasih.
"Abang antar sampai di bandara kan?"
" kita pulang sama-sama yuk bang "
maira berbicara dengan mata yang sudah
berkaca-kaca.
"kok jadi cengeng, ngak lama Abang juga Uda
penarikan sayang" kata gio sambil mencium
singkat pucuk kepala maira.
Dalam perjalanan menuju bandara ada rasa
haru meninggalkan warga yang suda terbiasa
bersama relawan. Sampai di bandara
setengah jam untuk naik ke atas
pesawat.. Maira terus memeluk gio.
" bang jangan lama-lama di sini ya, maira
tunggu Abang di jakarta, kalau Abang ngak
balik bulan depan, maira akan pulang ke
Ternate. sambil memanyunkan bibirnya.
" pasti sayangnya Abang."
Setelah semua siap mereka pun naik ke
dalam pesawat yang akan membawah para
relawan menuju Jakarta.
Pukul duabelas tengah hari Gio dan berapa
__ADS_1
anggota balik ke tempat tugas, sesampai di
sana mereka membantu yang lain untuk
melepaskan tenda dan membersihkan area
sekitarnya.
Selama lima jam dalam perjalanan akhirnya
mereka sampai d bandar udara internasional
Soekarno-Hatta Cengkareng -Jakarta.
Masing-masing mengambil barang dan
pulang kerumah. tetapi sebelum pulang ada
arahan dari ketua tim kalau para relawan di
izinkan untuk tiga hari boleh beristirahat
dirumah.
Setelah perjalanan sekitar tigapuluh menit
maira sampai di tempat kostnya,.. hal
pertama yang dia lakuin adalah
membersihkan dirinya, setelah itu
membersikan kamar tidur,karna sudah enam
bulan tidak berpenghuni, maira mengantikan
sarung tempat tidur, agar tidurnya lebih
nyaman..
Setelah etela selesai beres-beres,maira pun
meregangkan ototnya yang terasah pegal, dia
ingin istirahat sejenak, maira pun terlelap
sampai dia lupa mengabari sang pacarnya.
Pukul Lima sore maira bangun, dia bergegas
karna sudah telat solat Dzuhur... Selesai dia
pergi ke supermarket untuk membeli bahan
melompong...
Setelah dari supermarket maira singgah di
depan jalan penjual sate dan gado-gado
untuk makan malamnya. dari situ Maira
melajukan motor ke tempat kostnya karena
sebentar lagi waktu solat magrib.
Lain halnya dengan Gio dia gelisah tak
menentu di karenakan nomor handphone
sang dokter tidak aktif sedari pagi..." kenapa
sih handphonenya nggak aktif-aktif, kemana
sih dia ngak biasanya.." Gio kesal berbicara
sendiri.
Sesampai di rumah maira meletakkan barang
belanjaannya, dia segera mengambil air
wudhu untuk menghadap sang pencipta
untuk bersimpuh memohon ampunan setiap
dosa yang di perbuat.
Selesai solat maira menyusun barang
belanjaannya, setelah itu dia pun makan
malam..
Baru hendak duduk dia teringat dengan
handphone yang dari pagi sebelum berangkat
dia matikan, panik itulah yg dirasakan maira
pasti sang komandannya kesal karena tidak
memberi kabar setelah sampai d jakarta.
" 29 panggilan tak terjawab 📱 Gio Sastro.
__ADS_1
Suster Ica "Dokter kemana aja, hp ngak
aktif,tu pacarnya lagi nyari katanya
handphone kalau ngak mau
di aktifkan lebih baik buang aja."
Dokter Melisa" KENAPA HP NGGAK AKTIF LO
TIDUR APA PINGSAN HUMAIRA SARASWATI
NO KOMANDAN KESAYANGAN LO NANYAIN
GUE TEROS 🤪"
ya ampun ko aku bisa lupa aktifkan
handphone sih..
mana chat masuk banyak, panggilan tak
terjawab pun banyak semoga abang nga
marah. belum sempat telpon balik, Gio udah
telepon duluan;" mati kau mairaaaaa" maira
berteriak dalam hati,
📱" assalamualaikum bang, maaf maira lupa
aktifkan handphone. maira berkata jujur ke
Gio.
wajah gio sekarang jangan di tanya... lalat
yang lewat pun mungkin bisa pingsan.
" bang maaf, jangan marah"
"Kamu ya kalau ngak mau orang ganggu atau
nga mau aktifkan lagi buang aja tu
handphone, kamu suka buat saya marah ia.
gio langsung mematikan.
Maira tercengang mendengar bentakan dari
Gio, airmata tak bisa di tahan selama ini baru
pernah dia di bentak seperti sekarang..
dia mencoba menelpon gio balik, tapi
nomornya suda tidak aktif, berkali-kali di
telpon tetapi hasilnya sama tidak aktif.,
Malam ini maira hanya menangis dan
menangis untung besok belum masuk kerja..
gio pun tida lagi menelpon.
Sedangkan di i Papua Gio menyesal telah
membentak Maira. Sebenarnya gio tadi
menelpon maira untuk mengabarkan kalau
penarikan pasukan lebih cepat dari tanggal
yang sudah di tetapkan.. Gio lagi bahagia
mendengar tersebut tetapi maira yang di
hubungi sedari tadi nomornya tidak pernah
aktif. Selesai membentak maira Gio pun
menonaktifkan handphone nya,
biarkan dia terkejut dengan kepulangan Gio.
Sama halnya dengan maira dia pun telah
menonaktifkan handphone nya.. Selama tiga
hari Maira tidak sedikit pun keluar dari tempat
kostnya. "kenapa sih harus marah-marah,aku
tau aku salah tapi nggak gini juga kali..... huuf,
sudah cape raga,hati pun ikutan capek, dasar
manusia kulkas sekali marah bisa kena
penyakit jantung akunya, maira sedang
menyetrika sambil misu-misu tak jelas..
__ADS_1