Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 20


__ADS_3

Waktu terus berlalu, semua tugas mereka


selesaikan dengan baik, sehingga angka


penyakit terus berkurang, bukan dalam hal


pengobatan saja tapi banyak hal yang mereka


ajarkan kepada masyarakat setempat,,,


bagaimana cara pola hidup sehat.. salah satu


cara untuk menjauh dari Penyakit.


seminggu lagi mereka akan meninggalkan


Tanah Papua, saat ini maira lagi bersama Gio.


"bang Minggu depan Maira udah balik ke


Jakarta, pasti maira akan kangen lagi".


"ngak apa-apa bulan depan Abang di jakarta."


Gio bercakap sambil mengelus kepala maira.


" jangan pernah meragukan cinta Abang,


jujur Abang udah ngak sanggup berjauhan


sama kamu dek.


Para relawan sudah mulai membereskan


barang untuk di bawa pulang ada rasa sedih


meninggalkan tempat ini. malam ini Mereka


acara perpisahan dengan warga setempat.


" dek jaga hati selama Abang ngak ada sama


kamu."


"iya bang." sambil memeluk manja lengan


kekar sang komandan.


Malam kian larut para penghuni bumi telah


terlelap untuk menjemput hari esok.


Setelah selesai solat subuh semua telah


bersiap-siap untuk berangkat menuju


bandara.


Sejak tadi Maira hanya menempel dengan Gio


ada rasa tak rela berjauhan dengan sang


kekasih.


"Abang antar sampai di bandara kan?"


" kita pulang sama-sama yuk bang "


maira berbicara dengan mata yang sudah


berkaca-kaca.


"kok jadi cengeng, ngak lama Abang juga Uda


penarikan sayang" kata gio sambil mencium


singkat pucuk kepala maira.


Dalam perjalanan menuju bandara ada rasa


haru meninggalkan warga yang suda terbiasa


bersama relawan. Sampai di bandara


setengah jam untuk naik ke atas


pesawat.. Maira terus memeluk gio.


" bang jangan lama-lama di sini ya, maira


tunggu Abang di jakarta, kalau Abang ngak


balik bulan depan, maira akan pulang ke


Ternate. sambil memanyunkan bibirnya.


" pasti sayangnya Abang."


Setelah semua siap mereka pun naik ke


dalam pesawat yang akan membawah para


relawan menuju Jakarta.


Pukul duabelas tengah hari Gio dan berapa

__ADS_1


anggota balik ke tempat tugas, sesampai di


sana mereka membantu yang lain untuk


melepaskan tenda dan membersihkan area


sekitarnya.


Selama lima jam dalam perjalanan akhirnya


mereka sampai d bandar udara internasional


Soekarno-Hatta Cengkareng -Jakarta.


Masing-masing mengambil barang dan


pulang kerumah. tetapi sebelum pulang ada


arahan dari ketua tim kalau para relawan di


izinkan untuk tiga hari boleh beristirahat


dirumah.


Setelah perjalanan sekitar tigapuluh menit


maira sampai di tempat kostnya,.. hal


pertama yang dia lakuin adalah


membersihkan dirinya, setelah itu


membersikan kamar tidur,karna sudah enam


bulan tidak berpenghuni, maira mengantikan


sarung tempat tidur, agar tidurnya lebih


nyaman..


Setelah etela selesai beres-beres,maira pun


meregangkan ototnya yang terasah pegal, dia


ingin istirahat sejenak, maira pun terlelap


sampai dia lupa mengabari sang pacarnya.


Pukul Lima sore maira bangun, dia bergegas


karna sudah telat solat Dzuhur... Selesai dia


pergi ke supermarket untuk membeli bahan


melompong...


Setelah dari supermarket maira singgah di


depan jalan penjual sate dan gado-gado


untuk makan malamnya. dari situ Maira


melajukan motor ke tempat kostnya karena


sebentar lagi waktu solat magrib.


Lain halnya dengan Gio dia gelisah tak


menentu di karenakan nomor handphone


sang dokter tidak aktif sedari pagi..." kenapa


sih handphonenya nggak aktif-aktif, kemana


sih dia ngak biasanya.." Gio kesal berbicara


sendiri.


Sesampai di rumah maira meletakkan barang


belanjaannya, dia segera mengambil air


wudhu untuk menghadap sang pencipta


untuk bersimpuh memohon ampunan setiap


dosa yang di perbuat.


Selesai solat maira menyusun barang


belanjaannya, setelah itu dia pun makan


malam..


Baru hendak duduk dia teringat dengan


handphone yang dari pagi sebelum berangkat


dia matikan, panik itulah yg dirasakan maira


pasti sang komandannya kesal karena tidak


memberi kabar setelah sampai d jakarta.


" 29 panggilan tak terjawab 📱 Gio Sastro.

__ADS_1


Suster Ica "Dokter kemana aja, hp ngak


aktif,tu pacarnya lagi nyari katanya


handphone kalau ngak mau


di aktifkan lebih baik buang aja."


Dokter Melisa" KENAPA HP NGGAK AKTIF LO


TIDUR APA PINGSAN HUMAIRA SARASWATI


NO KOMANDAN KESAYANGAN LO NANYAIN


GUE TEROS 🤪"


ya ampun ko aku bisa lupa aktifkan


handphone sih..


mana chat masuk banyak, panggilan tak


terjawab pun banyak semoga abang nga


marah. belum sempat telpon balik, Gio udah


telepon duluan;" mati kau mairaaaaa" maira


berteriak dalam hati,


📱" assalamualaikum bang, maaf maira lupa


aktifkan handphone. maira berkata jujur ke


Gio.


wajah gio sekarang jangan di tanya... lalat


yang lewat pun mungkin bisa pingsan.


" bang maaf, jangan marah"


"Kamu ya kalau ngak mau orang ganggu atau


nga mau aktifkan lagi buang aja tu


handphone, kamu suka buat saya marah ia.


gio langsung mematikan.


Maira tercengang mendengar bentakan dari


Gio, airmata tak bisa di tahan selama ini baru


pernah dia di bentak seperti sekarang..


dia mencoba menelpon gio balik, tapi


nomornya suda tidak aktif, berkali-kali di


telpon tetapi hasilnya sama tidak aktif.,


Malam ini maira hanya menangis dan


menangis untung besok belum masuk kerja..


gio pun tida lagi menelpon.


Sedangkan di i Papua Gio menyesal telah


membentak Maira. Sebenarnya gio tadi


menelpon maira untuk mengabarkan kalau


penarikan pasukan lebih cepat dari tanggal


yang sudah di tetapkan.. Gio lagi bahagia


mendengar tersebut tetapi maira yang di


hubungi sedari tadi nomornya tidak pernah


aktif. Selesai membentak maira Gio pun


menonaktifkan handphone nya,


biarkan dia terkejut dengan kepulangan Gio.


Sama halnya dengan maira dia pun telah


menonaktifkan handphone nya.. Selama tiga


hari Maira tidak sedikit pun keluar dari tempat


kostnya. "kenapa sih harus marah-marah,aku


tau aku salah tapi nggak gini juga kali..... huuf,


sudah cape raga,hati pun ikutan capek, dasar


manusia kulkas sekali marah bisa kena


penyakit jantung akunya, maira sedang


menyetrika sambil misu-misu tak jelas..

__ADS_1


__ADS_2