
Setelah selesai visite maira kembali keruangan dengan kedua orang mahasiswa,, belum sampai masuk ruangan maira sudah di cegat oleh seorang suster mencegah maira,
" kenapa sus?"
" itu dok ada pasien yang harus di operasi karena luka tusuk tersebut"
" ada dari pihak kepolisian?"
",ada dok "
" oke kita ke UGD sekarang Taruh rekaman medis dimeja saya dan kalian berdua ikut saya., maira bergegas mengikuti lang suster tersebut, maira melihat pasien yang mengeluarkan banyak darah dari luka tusuk nya, segera memerintahkan suster untuk membantunya, untuk menstabilkan kondisi pasien, " kalian berdua pasangkan infus pada pasien segera" maira memerintahkan kepada kedua mahasiswa tak lain adalah Natalia dan temanya. maira dengan cekatan memasang alat bantu pernapasan, dua tenaga medis pun ikut membantu memasang kateter urin dan satunya memasang transfusi darah, setelah memasang alat bantu pernapasan maira juga dengan cepat memasang selang Nasogastrik karena luka tusuk agak besar dan dalam., setelah itu mereka menunggu pasien stabil untuk melakukan langkah selanjutnya, tiba-tiba maira mencari suster jaga UGD di situ juga ada mahasiswa yang tugasnya di UGD,
" sus dokter jaganya mana? dari tadi saya ngak lihat dan kenapa pula kamu memanggil saya, kayak sekarang saya bingung atau saya yang bego sih?" maira sambil menatap para suster yang ada di UGD.
" dokter lagi jemput anaknya dok, katanya sebentar,tadi saya bingung mau panggil dokter siapa pas saya lari ketemunya dokter jadi saya panggil aja dok."
" kamu bilang dokter mu pergi sebentar tapi sudah lama juga bagaimana dalam kondisi begini sampai diketahui direktur rumah sakit,oh tuhan ada-ada ajah ", maira pun beralih kepada pasien
__ADS_1
setelah pasien agak stabil, maira melakukan pertanyaan seputar penusukan pasien,sambil memeriksa fisiknya. maira menyuruh suster UGD untuk mengambil sampel darah pasien guna mendeteksi infeksi untuk data pasien bila ada tindakan operasi , Maira juga memberitahu suster agar segera menelpon dokter UGD agar segera kembali...untuk melanjutkan Rontgen dan CT scan, untuk mengetahui adanya kerusakan pada organ atau tidak. tak berapa lama dokter UGD kembali, maira pun kembali ke ruangannya.. jam makan maira mengeluarkan makan yang dia bawa untuk mereka makan bersama tanpa keluar ruangan. sedangkan gio d kantin polres bersama Juan ,dia sudah masuk berkas pengajuannya tunggu hasilnya keluar dan tentukan tanggal. gio akan berbicara dengan maira setelah pulang kerja gio meminta Juan untuk menjadi saksi kalau maira malam ini setuju mereka menikah secara siri, seperti pernah dilakukan Juan sebelum ia menika resmi. setelah berapa jab berlaku gio memacu kuda besinya membelah jalan menuju sang kekasih yang telah menunggu... sesampai di rumah sakit gio berjalan menuju ruangan maira belum sempat sampai dia sudah melihat Natali dan ke empat temannya keluar dari ruangan Maira.., Natalia berjalan menuju gio dan mengecup pungguk tangannya.
" mas mau jemput mbak maira!!" Natali sambil tersenyum,
"iya, balik langsung pulang jangan keluyuran tak jelas." setelah memberi peringatan ke adiknya gio melanjutkan langkahnya masuk ke ruangan maira,
" Abang mau peluk,, maira dengan Lanka gontai masuk dalam pelukan hangat gio yang membuat maira merasa nyaman,
" Abang pengen bicara soal apa sama maira?"
gio melepas pelukannya dan menangkap kedua pipi maira, keduanya saling menatap
" sayang dengar tadi Abang bicarakan?" maira hanya mengaku, gio pun menarik maira untuk ke sebuah butik,
" bang kenapa kita ke sini,"
" Maira ikut apa yang abang bicarakan, tolong pilih satu baju untuk maira pakai. maira lalu memiliki baju dengan warna putih tulang yang sederhana tp terlihat sangat elegan dengan pasmina berwarna coklat muda gio meminta maira langsung memakainya, di bantu dengan para penjual di butik tersebut.
__ADS_1
Sedangkan gio menelpon menyuruh Juan dan Raka mengurus semuanya..
setelah selesai solat ashar gio pun membawa maira di mushola terdekat dengan rumah kontrakan gio.. sudah ada lima orang di antaranya ada bapak imam dan para penghulu mushola dan pak RT sebagai saksi. sebelumnya Gio menelpon ayah dan ibunya maira guna memberikan wali nikah maira ke penghulu . maira menitihkan air mata karena melihat kesungguhan gio kepada diri. semua orang telah duduk termasuk Juan dan pak RT sebagai saksi nikah. di situ juga ada istri pak RT dan istri dari Juan sengaja dibawa untuk menemani maira.
"kamu siap nak" tanya pak penghulu.
" siap." jawab Gio tegas.
" kalau siap mari kita mulai, setelah membaca surah dalam Al-Qur'an, dan di lanjutkan dengan ijab kabul. " bismillahirrahmanirrahim, wahai Gio Sastro bin Sastro, Hardi Fadhillah memberikan wali Kepa saya untuk nikahkan engkau dengan anaknya Humaira Saraswati binti Hardi Fadhillah dengan maskawin cincin emas sebesar lima gram di bayar tunai "
" saya terima nikah dan kawinnya Humaira Saraswati binti Hardi Fadhillah dengan maskawin tersebut " gio menjawab dengan satu kali tarikan nafas dengan tegas, SAH SAH SAH Alhamdulillah semua orang yang ada di sana mengucapkan rasa syukurnya. seketika menitihkan Air mata kini status sudah sebagai seorang istri..
kemudian penghulu membacakan doa setelah ijab kabul. maira di minta maju untuk menyalami tangan suaminya, maira pun maju dan mengambil tangan suami dan mencium gio pun membalas mencium kening dan menaruh tangan di ubun-ubun maira untuk mendoakan kebaikan istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya SAH 😅.
__ADS_1
Jangan lupa like komen ya🙏.