Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 14


__ADS_3

" Kamu mau kan, ikut sama abang ke


bandung? ini salah satu cara supaya maira


percaya kalau abang benar-benar serius


dengan hubungan kita, umur abang tidak


mudah lagi,akan terus bertambah, Abang


ingin hubungan kita bukan hanya cukup


sampai pada tingkat pacaran, tapi abang ingin


sampai tingkat selanjutnya Bakan sampai kita


menua, abang akan mengenalkan ade ke


ibu...! kalau Humaira Saraswati adalah


 wanita yang bisa mendampingi Abang,


satu-satunya wanita yang bisa buat abang


jatuh cinta." Gio berucap dengan wajah


serius.


Setelah dari bandung Abang akan cari


kontrakan dekat tempat tinggal kamu."


maira hanya mendengar dia tak bisa berkata


apa-apa lagi.. dengan mata berkaca-kaca


maira hanya mengangguk kepalanya.


" Jangan nangis lagi, abang balik udah sangat


larut, nanti penilaian tetangga tidak bagus.


"Ade istirahat capek kan nangis dari td


sampai mata bengkak gitu, abang minta maaf


sayang,.satu kecupan mesra di jidat maira...


"Oke abang pulang ya, istirahat jangan pikir


yang bikin kamu sedih, nanti abang kabarin


kalu udah nyampe di rumah." maira hanya


mengangguk patuh.


Gio pun keluar dari tempat kost maira dengan


mobilnya melaju menuju rumah kontrakan..


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Malam berlalu, pagi pun telah menjemput.


setelah selesai solat subuh dering


handphone maira berbunyi,teryata panggilan


dari rumah sakit, maira menatap jam di


dinding teryata udah setengah enam, maira


pun memencet tombol hijau;


📱" assalamualaikum, Iya hallo kenapa sus?


📱" dok!! ada pasien yang jadwal operasi pagi


ini, kira-kira setengah jam lagi dok, tapi dokter


Arif tiba-tiba tidak dapat melakukan operasi


karna menemani istrinya melahirkan."


📱"Ok sus siapkan semuanya saya akan tiba


dua puluh menit lagi." setelah menutup


telepon maira bergegas mencari makan yg


bisa mengganjal perut nya, beruntung


semalam gio sempat bawakan maira roti, jadi


tinggal di panaskan dengan segelas susu


hangat. maira pun segera menyiapkan dirinya


untuk ke rumah sakit .


Singkat cerita maira suda berada d rumah


sakit, bersiap untuk Menganti dokter Arif d


ruang operasi pagi ini ;


" Pagi dok,,! tumben ni pakai kacamata" goda


suster jaga sambil tersenyum"


" biasa la sus mataku masih ngantuk jelek di


lihat" jawab maira Sabil berjalan menuju


ruang operasi.. selama 1 jam akhirnya


operasi usus buntu ( phlegmon ) akhirnya


selesai.


Maira pun berlalu ke ruangannya, dia


mengambil handphone untuk menghubungi


Gio, maira menekan tombol panggilan dan


tersambung...


📱Gio Sastro " hallo" terdengar suara bariton


khas baru bangun tidur ,


📱 dokter Humaira " Abaaaaaaang !!!!!!! ko


bolom bangun... semalam kemana lagi


sampai jam segini bolom bangun jugaaaa!!!


📱 Gio Sastro "astaga sayang.. kenapa sih


teriak teriak, Abang semalam tu ada kerjaan


jadi tidur udah jam tiga,..


📱Dokter Humaira" nggak ngantor bang..?


📱 Gio Sastro" ini mau pergi ntar habis telpon


sama yayang," gio sambi terkekeh-kekeh


" Abang ngak bisa ajak makan siang ntar

__ADS_1


Abang kirim makanan aja ya, habis magrib


kita keluar makan.


📱 Dokter Humaira " ok!! ditunggu ya Abang..


kalu gitu maira tutup telponnya. maira


berucap sambil tersenyum..


Tiba-tiba suster Ica mendorong pintu spontan


 nafas yang memburu," dokter!!!! UGD pasien


membludak korban kecelakaan bus,.. seketika


maira menarik Stetoskop dan berlari menuju


UGD diikuti suster Ica., suasana masih pagi


dokterlain belum pada datang tenaga medis


yg dinas pagi pun baru sebagian yang


datang .


Sebagai dokter dan tenaga medis lainnya kita


tidak tau pasien seperti apa yang akan


datang ,mau dia luka ringan sampai kritis


tetap akan kami terima.


Maira masuk di UGD yang ruangannya cukup


luas, semua pasien sekitar enam belas orang


yang terbaring .


Seorang dokter dan tenaga medis dalam


waktu singkat mereka sudah harus


mengetahui keadaan umum pasien..


maira terpaksa menangani sopir bus yang


cukup parah;


 " dok sebelum ke sini dia sudah muntah


darah,tensi seratus per enam puluh. napas


pendek sahut suster yg membawa pasien.


Bersiap untuk memudahkan pasien ke


brankar IGD.


" bantu saya memindahkan,


satu.....dua......tiga...angkat, sesuai instruksi


dengan hati, mengangkat pasien tersebut.


Suster menggunting baju pasien agar bisa


memeriksa dengan baik


pak..pak.. boleh dengar suara saya? maira


bertanya pada pasien, maira memeriksa fisik


pasien dengan stetoskop,membuka pupil


mata .. untuk pemeriksaan,


Tolong oksigennya, sama infus RL, ada dua


dinyatakan sangat kritis..


Maira melanjutkan menulis hasil


pemeriksaan dan rencana lanjut untuk di


rekam medis.


Setelah semua periksaan selesai maira


kembali ke ruangannya,karna pasien tadi


sudah di tangani oleh dokter ortopedi,Karena


lengan tulangnya sedikit retak..


Maira pun kembali ke ruangannya dia melihat


jam yang melingkar di tangannya baru


menunjukan angka sembilan,satu jam lagi


baru visite ke kamar pasien, maira bisa


beristirahat sejenak..


Di Kantor polisi, Gio baru sampai ada


rapat dengan jajaran polres siang ini, sebelum


rapat di mulai gio memeriksa beberapa


berkas yang berkaitan dengan rapat. Tiba tiba


Juan masuk dan memberi hormat.


" komandan malam ni ada razia di klub malam


informasi malam ini ada transaksi di sana,apa


ada ingin ikut ?"


" iya saya akan ikut, jam berapa geraknya,?"


" jam satu malam dan."


" Ok ". kita keruangan rapat sekarang."


Mereka pun keluar bersama menuju ruang


untuk mengikuti rapat.


Setelah dua jam dalam ruangan, rapat pun


selesai para polisi segera keluar bersamaan


dengan jam makan siang akhirnya


masing-masing menuju kantin mengisi


perut ..


tak lupa gio memesan makanan lewat Gofood


buat maira .


Baru saja gio melangkah menuju kantin, polisi


piket jaga suda berlari ke arah gio dengan


membawa paper bag; " mohon izin

__ADS_1


komandan!! ini ada titipan makanan dari


pacarnya komandan.."


" pacar? alis Gio terangkat, ko maira ngak


bilang mengirim makanan ke gue! gio


bermonolog dalam hati, baru ingin menelpon


menayangkan perihal makanan, eee sudah


ada pesan masuk dari pujaan hati;


📱 Dokter Humaira"Abang ku


sayaaaaang!!!!!!!! makasih makannya enaknya


banget....!!!!"


📱 Gio "iya makan yang banyak ya"


"tak ada balasan lagi dari maira, dia pun


masih berdiri sambil melihat paper bag yang


ada d tangannya.. Dia terus berpikir siapa


yang mengirim makanan siang ini, tak lama


handphone pun berbunyi tanda panggilan


masuk, gio langsung menekan tombol hijau;


📱" hallo..... iya,


📱"mas sudah dapat makananya? enak ngak?


📱" kamu yang kirim? Septi jangan kirim Saya


makanan kaya gini lagi, saya bisa beli sendiri..


Jangan sibuk-sibuklah... oke saya tutup


teleponnya. Gio langsung mematikan


panggilannya, dia pun menuju ke kantin di


sana ada dua sahabatnya "nih buat kalian


tapi pesan saya bakso 1 porsi" kata gio..


"Waaaah ada makan enak ni, siapa yang kirim


dan? Aron berbicara sambil membuka paper


bag..


"Jangan banyak nanya makan aja ngak usa


kepo, cepat pesan gue bakso..., hari ni kalian


dapat makanan enak gratis pula."


Juan pun pergi memesan satu porsi bakso,


setelah itu ia membawa nya ke meja gio.


" bro kemarin gue salah lihat atau itu betul lo


yang ada di restoran?" tanya Aron sambil


mengunyah makanan;


" lihat saja, dilarang kepo... ntar juga kalian


tau kalau sudah waktunya" sambil


tersenyum samar .


lain lagi dengan Septi dia terus memandan


handphone yang di matikan sepihak oleh gio,


dia tersenyum kecut," ngak bisa ya kasih aku


kesempatan untuk mengenal kamu lebih


dekat, perempuan siapa sih yang mengambil


semua hatimu, padahal aku sedari dulu yang


jatuh hati padamu...


Aku harus bisa mengenal perempuan itu dan


memintanya untuk mundur, ya memang


seharusnya seperti itu. Septi berbica dalam


hati pada dirinya sendiri.


Dirumah sakit,maira mendapat kiriman


makanan, jangan di tanya Susana hatinya


saat ini. dan suster Ica mengoda dan terus


menggoda, senyuman maira terus saja


mengembang,


" huh beginilah kalau mahluk sedang jatuh


cinta, kita yang ada di sini hanya mahluk yang


kasat mata." dokter Ica terus menyindir.


" dok kalau dokter terus tersenyum habis


senyum dokter ngak bisa mingkem.."


" sus bilang aja sirik, jombomu kan ngak


ketulungan"..maira berkata sambil terkekeh,


suster Ica hanya memanyunkan bibirnya..


"dokter hari Minggu kita jalan yuk"


" ngak ah, kapan-kapan aja ya, Minggu ni mau


ketemu camer" maira sambil tersenyum.


"Waaaah..... dokter..... !!!! kemajuan mu sangat


cepat" suster Ica sambil menepuk tangan,


kemudian dia diam" tapi saya sangat


ketinggalan informasi tentang hubungan


asmara dokter Sama pak Gio, padahal saya


selalu bersama dokter.. kemudian dia


menepuk tangan lagi " ternyata dokter main


sangat halus ,seketika mereka berdua tertawa


terpingkal-pingkal melihat tingkah konyol

__ADS_1


suster.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2