
Melisa mengajak maira untuk makan malam bersama. Melisa sengaja membawa maira heling keliling Jakarta.
" dalam rangka apa Lo ngajak gue makan di luar?" maira bertanya kepada sahabatnya.
" gue mau nyenengin hati bestie gue yang akhir-akhir ini lagi nelangsa" melisa sambil nyengir,
maira hanya merotasi matanya,
" ada kabarnya? tanya Melisa
" siapa?" maira bingung dengan pertanyaan Melisa.
" siapa lagi Humaira Saraswati, PAK SUAMI LO Oneng, astaga baru berapa hari Uda lupa suami... oh God, semoga gue ngak ketularan " Melisa sambil mengetok kepalanya dengan tangan.
" apaan sih, kan nomor Lo yang suruh gue blok, mana gue tau kabarnya huuu"
jam pulang maira dan Melisa bergegas keluar dari ruangan menuju parkiran mobil Melisa.
Melisa melajukan mobilnya di jalan dengan pelan.. mereka berdua sambil bercanda sesekali tertawa... setelah puas menikmati indahnya kota jakarta di waktu senja mereka berdua mencari stand makanan yang enak untuk Lida mereka.
Waktu terus berjalan hari ini gio kembali ke Jakarta, dia bertekad untuk menjelaskan semu masalah yang terjadi dan berusaha mendapatkan maaf dari sang istri.
__ADS_1
Pukul Lima sore keberangkatan dari Magelang menuju Jakarta, dalam hatinya tak sabar untuk menjelaskan semuanya.
Pukul enam lebih gio tela berada di jakarta menuju tempat tinggal sang isteri. tidak butuh waktu sejam gio kini tengah berada di depan pintu rumah maira dengan mengendong tas ranselnya.
gio mengetok pintu,
tok ...
tok...
tok...
pintu pun terbuka, maira dengan baju tidur yang sangat pendek berdiri mematung melihat sese orang yang hampir tiga Minggu maira menghilang dari darinya,
gio menangkup pipi maira "Abang minta maaf"
" Abang minta maaf tolong maafkan Abang, Abang yang salah tapi abang juga yang tersiksa. maira mencari kebohongan di mata gio, tapi sayangnya hanya ketulusan, maira hanya mengangguk tanda memaafkan gio,lalu memeluk erat sang suaminya,rasa sayang dan rindu terlalu besar sampai dia lupa rasa marahnya sendiri.
Hari-hari berlalu pasangan suami istri sudah hidup dalam kebahagiaan terlepas badai kecil yang mereka lalui. Mereka telah merencanakan pernikahan resmi mereka penghujung bulan secara sederhana.
Natalia pun sudah penarikan dari rumah sakit, dia pun menyambut antusias pernikahan mas nya..
__ADS_1
"Sayang besok kita ke butik ya, tadi temanku yang kerja di sana katanya baju yang di buat sudah jadi." gio baru pulang dari kantor dan mengatakan kepada maira.
" ya tapi maira pulang dari rumah sakit"jawab Maira
" iya sekalian nanya Abang jemput, sayang hari Sabtu abang ke bandung kamu mau ikutan ngak?, maira hanya mengeleng kepalanya, gio pun paham..
" nanti saja bang habis nikah"
maira sambil tersenyum manis ke arah sang suami.
" oo iya bang tadi ibu kos datang ke sini pas maira pulang dari rumah sakit, mungkin dia tengok Abang Uda tinggal di sini jadi dia tanya status kita, jadinya maira udah beritahu si ibu kost sama maira kasi lihat aja bukti pernikahan kita, kalau ngak besok saya jadi bahan ghibah mereka"
" iya ngak apa-apa sayang.., Abang mau mandi kamu uda mandi?, kalau belum ayok mandi bareng" seketika tawa gio pecah berhasil mengisengi sang istri, seketika pipi istrinya suda seperti kepiting rebus.
keesokan harinya setelah sarapan Maira di antara sang suami kerumah sakit, hari ini ada pasien yang akan operasi hernia,
Maira bersiap untuk ke ruang operasi sesampai di sana suda ada dokter anastesi dan tiga perawat, setelah semua siap dokter anastesi menyuntikkan
obat anastesi sebelum operasi, selang beberapa menit maira memberikan sayatan untuk membuka kulit dengan perlahan hernia didorong ke tempatnya.
setelah itu menutup sayatan dengan menjahitnya.
__ADS_1
Setelah selesai maira keluar dari ruang operasi dan sisanya di urus oleh yang lainnya.
agak sedikit letih tetapi ia haru tetap semangat untuk para pasien-pasiennya. dan tidak lupa dukungan dari sang suami.