Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 37


__ADS_3

 Gio terkejut , dia pikir dengan memberi peringatan dengan kata-kata seperti itu. maira akan mengurungkan niatnya untuk pergi dari rumah, tetapi yang keluar dari mulut Gio adalah luka buat maira..gio menatap ibunya yang masih asik sarapan sambil terkekeh..dan ibunya balik menatap gio;


 " kenapa tu muka di tekuk aja, biar kan perempuan itu pergi"


" yaa ibu benar saya akan biarkan dia pergi demi membuat ibu bahagia!! gio menekan Kata bahagia.. dia menyesal telah membuat maira terluka.


Maira menelpon Melisa untuk menjemputnya dia ingin sembunyi,


"assalamualaikum Mel jemput gue huhuhu" seketika Melisa terperanjat dari tidurnya.


" kamu kenapa, kamu di mana Mai...Mai.. Humaira. handphone nya dimatikan, maira mengirim alamat dia sekarang. seketika Melisa dengan baju tidur masuk ke dalam mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi tidak sampai dua puluh menit melisa sudah di tempatnya maira, tiba-tiba maira langsung memeluk Melisa dia menangis sejadi-jadinya.


" jangan tanyakan pada saya sekarang,saya janji saya akan cerita tapi untuk sementara saya mau tinggal di rumah kamu." Melisa hanya mengangguk, dan menjalankan mobil kerumah orang tua Melisa. selama perjalanan mereka hanya diam, maira saja yang selalu nangis.


Sesampai di d sana Melisa membawa maira ke kamar tamu. Melisa membiarkan maira beristirahat. "mudah-mudahan bangun tidur dia bisa bercerita. Melisa Baru mau ke dapur tetapi terdengar suara telepon berdering, ternyata Gio yang menelepon.


" hallooo...assalamualaikum Mel sorry pagi-pagi saya ganggu!!"


" its oke ngak masalah, apa yang bisa saya bantu?"


" oh itu saya cuman pengen tanya apa maira di rumah kamu,


"iya tadi saya ketemu,tetapi dia meminta saya untuk mengantarnya ke bandara"


"Kalian kenapa sih, Baru juga selesai sidang nikah dan maira sangat happy,. tolong jangan kecewakan dia. maaf saya mau ke rumah sakit, melisa menutup telepon nya.

__ADS_1


"Saya tau kamu yang sudah buat maira seperti ini,"melisa berbicara sendiri.


setelah menelpon Melisa, gio terlihat sangat kacau dan uring-uringan mencari keberadaan istrinya, rasa bersalah menyelimuti hatinya." aku tau pasti Melisa berbohong pasti dia tau keberadaan kamu sayang" gio bermonolog sendiri.


Maira bangun sudah pukul sebelas siang, perut nya terasa lapar dia bangun dan membersihkan badanya, dia keluar hanya ada pembantu rumah Melisa, papa dan maminya Melisa tinggal Manado.


" bik Melisa sudah berangkat kerja?"


"iya, sarapan dulu non"


" makasih bik" maira duduk dan makan nasi goreng begitu lahapnya.selesai makan maira membawa piring kosong ke wastafel untu di cuci.


" non biar aja nanti bibi yang bersihin piringnya." maira hanya tersenyum,


" ngak apa-apa, bibi masak apa buat siang, biar saya bantu."


" kalau begitu saya yang masak aja bik, bibi buatkan saya sambal, saya mau tumis kangkung sama ikan masak kuning."


" biar bibi yang masak aja non bibi tau kok,non melisa juga suka bibi masak seperti itu.. "


"kalau gitu masak ikan sama sambal agak banyak bik."


" siap non" si bibi sambil mengangkat tangan ala-ala hormat.


Gio sekarang sedang menuju ke rumah sakit untuk mencari keberadaan istrinya, sesampai di sana tepat jam makan siang dengan langkah lebar dia mendatangi ruangan maira, belum sampai d depan pintu Natalia sudah menarik lengannya dengan sangat kasar,

__ADS_1


" sudah puas?? mas sama ibu puas sekarang hah?, apa salah mbak maira sama mas hah apa?, saran saya lebih baik mas tinggalkan mbak maira, orang sebaik dia tidak pantas buat mas yang nggak punya pendirian... dan ingat masih ada adik perempuan yaitu saya, karma itu tak semanis buah kurma mas." setelah meluapkan emosinya Natalia berlalu menyusul teman-teman ke kantin.


Sedangkan Melisa baru mau ke kantin dia sudah di tahan oleh gio;


" kenapa lagi pak Gio" Melisa memandangnya dengan wajah sinis,


" istri saya di mana? beritahu saya" gio berharap dengan wajah memalasnya


" dari awal ya saya sudah tidak menyetujui maira itu menikah dengan anda pak Gio, tetapi karena sahabat saya terlalu bucin sampai dia butaaa,...dia tida mau mendengar perkataan saya. saran saya lebih baik anda tinggalkan sahabat saya..!! permisi". gio frustasi tak tau mau cari istrinya dimana.


Dirumah Melisa, maira sedang membantu bibi memasak, tiba-tiba telpon bibi berdering, si bibi pun mengangkat ternyata dari Melisa ingin berbicara dengan maira.karena handphone maira di matikan sejak ia keluar dari rumah Gio.


" eh saripe perempuan kebelet kawin tadi suami Lo datang ke rumah sakit nyari lo, tau ngak mukanya kusam banget.." Melisa sambil terkekeh.


" biarin aja gitu tinggal dibawah ketek Mak nya hahaha, astaghfirullah ampunilah hamba."


" Mel tapi gue rindu dia" Melisa sudah dengan suara tangisannya.


" eh manusia P_A pake otak dikit di pake Napa! jangan jadi budak cinta Mulu begini jadinya kan, tau ah terserah lo, capek deh gue." maira hanya terisak pelan mendengar cerocosnya Melisa.


"semoga kamu bisa bersikap layaknya seorang suami setelah aku pergi dari rumah " maira berbicara sendiri. maira di kejutkan dengan panggilan bibi,


"non maira kita makan yuk, kalau udah dingin ngak enak." Maira mengangguk kemudian tersenyum ke si bibi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan lupa bom like nya 😅


__ADS_2