
Gio mengantar sang istri kerumah sakit, selanjutnya dia akan ke polres dan siang harus langsung ke bandung,
" bang bawa mobil jangan ngebut ya, hati-hati selama perjalanan, jangan lupa istrimu selalu menunggumu pulang,"
Gio mengaku dan mencium pucuk kepala istrinya., maira mengambil tangan suami lalu mencium tangannya maira pun pamit masuk sedangkan gio menjalankan mobilnya menuju tempat kerja.
Maira dengan langkah lebar menuju ruangannya, untuk menyiapkan diri akan mendampingi dokter senior melakukan operasi Ablasi jantung.
Ablasi jantung sendiri adalah operasi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan irama jantung.operasi dilakukan dengan cara sayatan pada paha atau leher untuk memasang kateter ke pembuluh darah yang menuju ke jantung.
Sebelum operasi di mulai maira membicarakan hal yang di hindari oleh pasien setelah operasi, maira juga memeriksa kondisi pasien, mengevaluasi agar operasi berjalan lancar.
Saat ini maira dan dokter senior serta dokter anastesi berapa perawatan sedang berdoa sebelum operasi berlangsung,
Selesai berdoa dokter anastesi melakukan pembiusan terhadap pasien,selang beberapa menit oprasi mulai berlangsung dokter senior mulai melakukan sayatan di bantu oleh maira, maira sesekali melihat ke monitor.maira menjahit sayatan yang sudah selesai di tangani oleh dokter senior tersebut,maira menjahit memperhatikan sedetail mungkin. setelah menutup semua dengan jahitan maka operasi jantung di katan berhasil tinggal memantau secara berkala kondisi pasien agar semua normal sampai pasien siuman. maira pun keluar dari ruangan ICU setelah mastikan pasien dalam keadaan normal.
Sesampai di ruangannya maira belum duduk pun, handphonenya sudah sudah berdering, ternyata sahabatnya
"hallo assalamualaikum kenapa Mel" maira bertanya.
" dok...!! saya suster di UGD dokter Melisa menyuruh saya untuk menelpon anda, dokter Melisa menyuruh anda untuk datang ke UGD sekarang!!!!"
lansung panggilan di matikan,
__ADS_1
" kenapa sih melisaaa, gue baru mau istirahat sejenak huff....!
maira pun bangkit dengan langkah gontai menuju ruang UGD di mana Melisa berada.
Maira berdiri di depan pintu dan mengatakan kenapa dia di telpon;
" kenapa ???" maira bertanya cuek.
" tolong bantu gue," Melisa dengan wajah khawatir sedang memeriksa pasien yang di baringkan di tempat tidur, maira merapat dengan tangan dimasukkan dalam saku jas putihnya,
maira lalu menatap seorang ibu paruh baya, " apa yang terjadi buk?" maira bertanya dengan santai kepada ibu tersebut,
" saya temukan dia sudah dalam keadaan lemas dok,"
Maira memasang handscoon yang di kasih perawat lalu menekan-nekan perut pasien lalu iya kembali membuka mulut pasien ternyata bau alkohol menyeruak dari dalam mulut pasien.
" dokter Melisa segera tangani pasien ini gejala keracunan alkohol. ambil daranya dan bawa ke laboratorium," Melisa mengikuti apa yang di katakan maira. maira bersikap tenang,
" suster tolong pasang infus agar menambah cairan dalam tubuh pasien."maira dengan sigap memasang slan oksigen ke pasien.
" Mel pasien harus di cuci lambungnya tolong suster siapkan peralatannya" maira dan Melisa pun menangani pasien tersebut dengan cepat.
Hari ini maira sangat letih sampai ketiduran di ruangannya, untung bunyi handphone mengejutkan dari tidurnya, dan ternyata sang suami lah yang menelpon;
__ADS_1
" assalamualaikum bang maira hari ini capek banget" gio hanya tersenyum mendengar keluhan dari sang istri.
" Abang peluk dari jauh aja ya " gio menatap sendu sang istri, dia tidak tega melihat sang istri kelelahan seperti ini. maira hanya mengerucut bibirnya.
" sayang Abang lagi sama keluarga ibu, nanti Abang telpon lagi kalau Uda selesai ya, pulang lansung ke rumah supaya bisa istirahat"
lagi-lagi maira hanya mengangguk.
" kalau gitu abang tutup teleponnya ya, assalamualaikum "
Maira pun bangun dan ke kamar kecil untuk mencuci wajahnya sebelum pulang agar terlihat segar.
Di Bandung tepatnya di rumah gio,
"ibu saya mau bicara, kenapa ya ibu harus membohongi gio? ibu tega ya demi ego ibu yang menggunung ibu rela anak ibu menderita. ibu apa salah maira? dia bahkan selalu belahin ibu di saat saya ingin marah sama ibu" gio berbicara dengan suara lirih,
" oh jadi kamu lebih memilih perempuan itu demi saya ibumu?" kata ibunya dengan wajah yang merah padam.
" ibu ngak usa drama lagi, natali eneg lihat ibu kayak gini terus ibu asal tau kita bukan anak kecil lagi, ibu buat seakan-akan kita ini bukan anaknya ibu," kata Natalia yang tiba-tiba muncul.
" kalian berdua kurang ajar ya., tidak tau berterima kasih," ibu gio berbicara dengan wajah merah padam,
" tutup mulut kau Narsih, tanpa kau saya yang akan hadir dalam pernikahan keponakan saya, kamu tu suda ngak waras ibu macam apa kau demi egomu kau korbankan kebahagiaan mereka " kata kakak laki-laki dari ibunya gio.
__ADS_1
Ibu gio langsung terdiam, dan berlalu pergi.
" terimakasih paman! saya harap paman dan keluarga bisa hadir mewakili ibu di pernikahan gio nanti" kata gio penuh harap.