Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 23


__ADS_3

Malam ini Gio akan ke tempat Maira, seharian gio berpikir untuk menemui maira dan meminta maaf, gio akan bersiap siap selesai solat Isya gio segera meluncur ke kontrakan maira.


Sedangkan maira hari ini sangat melelahkan baginya, maira sengaja menyibukkan dirinya agar dia lupa dengan hatinya yang sedang nelangsa. tidak ada kabar atau penjelasan yang pasti. sebesar itukah kesalahan yang dia lakukan, sampai gio begitu tega kepadanya.


Sesampai dirumah, maira langsung membersihkan badanya dia tidak solat hari ini karena tamu bulanannya lagi mampir.. setelah itu dia pun berbaring mengistirahatkan tubuhnya.. akan tetapi samar-samar dia mendengar ketukan pintu berulangkali, maira pun bangkit dari rebahannya untuk melihat siapa yang datang, ketika dia membuka pintu dia pun mematung dengan mata berkaca-kaca, laki-laki yang selama beberapa hari ini membuat hati terasa hambar, kini sekarang ada di hadapannya tp sekarang pun dia tidak mau berharap lebih. biasanya tiap kali bertemu Gio maira minta di peluk tapi tidak dengan sekarang, dia hanya bergeser dan mempersilahkan Gio untuk masuk, sesampai di dalam gio langsung menarik maira ke dalam pelukannya dan meminta maaf berulang ulang, maira hanya berdiri tanpa membalas pelukan gio.


" sayang kenapa nggak seneng Abang datang?"tanya gio.


maira hanya mengeleng.


"kamu marah sama abang?.


Maira hanya menggeleng seketika tangisnya pecah;


"kenapa sih laki-laki sukanya bikin sakit hati perempuan"


"kalau datang dan buat sakit hati lalu pergi, lebih baik ngak usa datang tega kamu bang" maira meronta dalam pelukan gio...dia memukuli gio semampu dia melepaskan semua tekan yang ada beberapa hari ini di dalam dirinya.


Ucapan yang keluar dari mulut Gio hanya kata maaf.. setelah tenang maira pun menatap gio maira dengan Masi ada sisa-sisa air mata,


" sebesar apa kesalahanku bang?"


" tolong jangan bicara lagi Abang minta maaf, ngaku salah sayang." maira pun terdiam..


" aku bagi Abang kesempatan satu kali Abang buat saya macam ni. lebih baik Abang ngak usah datang ke tempat saya"


" Sabtu sore sama Abang ke Bandung.. maira hanya mengangguk... setelah hampir dua jam mereka mereka bercerita, Gio pun pamit pulang.. dengan hati yang terasa plong masalah dengan maira baik-baik saja, malam ini bisa tidur dengan nyenyak.. gio memacu motor kesayangannya menuju rumah kontrakannya.


Pagi seperti biasa,hari ini maira membuat sarapan lebih karna Gio mau Sandwich buatan maira.. sekalian dia mengantar maira ke rumah sakit.


setengah jam gio sudah ada depan rumah maira keluar dengan kotak makan berukuran mungil berisi sandwich dan satu botol tahan panas yg berisi susu hangat. dia menyerahkan ke Gio " jangan lupa di makan sampai di kantor." gio hanya tersenyum.


" tiap hari kayak gini ya sayang"


" bagus juga bang tapi haru bayar" maira berkata sambil terkekeh." bercanda aku bang"


" bang" gio pun melirik ke maira,

__ADS_1


" kita ke bandung bawa apa ibunya Abang suka makan apa?.".." ngak usah dek, nanti di sana kita ajak mereka jalan baru kita tanya mereka."


" okelah" maira pun terdiam.dalam pikirannya apa ibu bang Gio mau terima maira ?


Tak terasa mobil Gio sudah sampai di depan rumah sakit.,maira pun turun..setelah mobil Gio keluar maira pun masuk ke dalam rumah sakit.


"dokter Maira baru datang" tanya suster Hera yang baru masuk juga.


"iya sus" maira sambil tersenyum. maira pun menuju ruangannya,setelah setengah jam,suster Ica masuk untuk siap-siap visite pasien.seperti biasa maira selalu tersenyum pada pasien-pasiennya,


Setelah selesai visite mereka kembali keruangannya;


"Dok satu jam lagi ada operasi," kata Suter Ica


maira hanya mengangguk" oke kalau sudah siap panggil saya diruang."


Setelah itu suster Ica pun keluar dan maira melanjutkan pemeriksaan rekaman medis pasien.


Di tempat lain Gio sedang menerima telepon dari Vina,dia mengajak gio ke acara ulang tahun temannya..


πŸ“±" wallaikumsalam.... maaf ya saya sudah janjian,saya tidak bisa. kata gio datar..


πŸ“±"Gio please temani aku la..


πŸ“±"ngak bisa janji saya jauh lebih penting..


maaf saya tutup " gio langsung menutup telponnya.


Sedangkan Vina mengerang kesal lagi-lagi tidak bisa berhasil membujuk gio. padahal dia sudah menyusun rencana untuk menjebak Gio supaya gio bersama dia lagi.


Di ruangan operasi maira bersama tim lagi fokus dengan operasi besar, harapan mereka adalah semoga berhasil. selang berapa jam operasi pun selesai, tarikan nafas lega dari para dokter yang menangani operasi transplantasi hati kali ini, begitu pula dengan maira...


maira kembali keruangan letih menderanya, seketika dia membuka pintu ternya gio sudah menunggu ,dengan perlahan dia menutup pintu,


Gio suda tau kebiasaan maira ,dia pun berjalan ke arah maira langsung memeluk sang pujaan hati, dengan mengecup kening berkali-kali,maira pun mengelakkan kepalanya dan menghirup bau parfum khas Gio.


"bang Maira capek"

__ADS_1


"iya, Abang ada bawa kamu Thai tea sama cake Abang kurang tau apa namanya semoga kamu suka" sambil mengusap kepala maira.


" thanks you Abang" maira sambil mengeratkan pelukannya..


mereka berdua pun duduk di sofa,


"sayang nanti Abang akan cerita sesuatu ke kamu ya"


" cerita apa bang, maira menatap gio


" nanti sampai di rumah Abang cerita, kita ke rumah Abang." Maira hanya mengangguk..


Setelah itu Maira membereskan meja kerjanya, setelah itu mereka berdua segera keluar dari rumah sakit menuju mobil gio.


Maira mengikuti keinginan gio untuk kerumahnya;


" mau makan apa dek" tanya gio


" makan sate aja bang" jawab Maira.


" besok sore kita jadi ke bandung kan sayang?"


gio memastikan kalau maira akan pergi besok,


" Lo Abang nanya d Maira sih!!! kan Abang yg ajak Maira."


iya sayang Abang cuma pastikan aja, gio sambil mencium tangan Maira..


" bang sampai di tempat Abang maira tidur sekejap ya..!!


" iya!!! kelihatannya sangat letih hari ni dek."


" iya bang, tadi habis operasi besar. transplantasi hati, nah kalau Abang macam-macam maira akan transplantasi hati Abang ke buaya." Gio langsung terbahak,


" mana berani Abang mendua dari kamu sayang.


" makanya Abang ajak sayang ke bandung cepat-cepat, supaya kita segera halalkan hubungan kita dek, abang ngak mau kita gini terus Abang udah ngak bisa lama-lama berjauhan dengan kamu sayang. seketika mata maira mengembun, dalam hatinya berdoa semoga yang di katakan Gio akan menjadi nyata. beberapa saat sampai di rumah gio mereka pun turun dan masuk kedalam rumah Gio.

__ADS_1


__ADS_2