Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 17


__ADS_3

Pagi ini Gio menerima surat dari dinas


kesehatan untuk membantu tenaga medis


relawan yang akan datang dua bulan, dengan


membangun tenda tenda untuk tempat tingal


mereka untuk sementara... karena akan ada


pemeriksaan dan pengobatan ke seluruh


wilayah pelosok yang belum terjangkau oleh


para dokter. gio mengumpulkan semua


anggota nya untuk merencanakan


pembangunan tenda mulai sekarang... Gio


menginformasikan kepada tetua adat dan


perangkat desa setempat untuk bergotong


royong membangun tempat tingl untuk


paramedis..


Di Jakarta tepatnya di rumah sakit maira,


Melisa ,suster Ica dan suster Hera sebagai


asisten dokter melisa, hari ini mereka


merencanakan belanja keperluan untuk ke


Papua,


"kita akan berangkat pakai mobil Melisa,"tutur


maira,


" oke kalau gitu kita jalan sekarang!"


" Mai lo udah buat list apa yg mau Lo beli??


"Suster Ica ntar bantu ya" Maira berbicara


sambil tersenyum melihat suster Ica.


begitu pun dengan Melisa dan suster Hera.


"siap dok,asal ntar di traktir ya".


sampai depan mall Meraka berempat menuju


supermarket.


setelah belanjaan semua selesai mereka pun


pulang..mobil Melisa penuh dengan barang


mereka sepakat akan Peking semua barang d


tempat maira..


"Hari berganti minggu berganti bulan, tiba


saatnya besok hari Dokter Humaira dan


dokter-dokter serta tenaga lainnya akan


diberangkatkan ke provinsi Papua.


Hari ini maira mengecek ulang barang pribadi


yang akan dia bawakan ke Papua, tak lupa


mengabarkan keluarga bahwasanya dia akan


ke Papua..


Seketika terlintas nama orang yang sudah


bersemayam di dalam hati,yang tidak tahu


keberadaannya " dia tidak ada


perjuangan,kalau iya memang betul-betul


sayang dan cinta kenapa menghilang? selalu


saja maira berucap dalam hati.. tak terasa


jatuh lagi air bening dari matanya ...


" gue jangan gini, gue harus bisa


melupakannya, dengan gue pergi mungkin


akan bisa sedikit melupakannya..."


Hari keberangkatan pun tiba, semua telah


berada di bandara, mereka mengunakan


pesawat Herkules milik TNI.


"Waaaah Dok rambut barunih" goda suster Ica


"iya dong sus, supaya jangan ribet dengan


perawatannya di sana ngak ada waktu, maira


berkata sambil tersenyum.


Perjalanan dari Bandara internasional


Soekarno-Hatta Jakarta ke Papua kurang lebi


memakan waktu lima jam dua puluh menit..


Selama dalam perjalanan maira hanya tidur


apalagi cuaca saat ini kurang baik , pesawat


selalu mengalami turbulensi kecil selama


dalam perjalanan...

__ADS_1


Lima jam lebih perjalanan terdengar awak


pesawat telah menginformasikan sesat lagi


akan pendaratan..


Setiba di bandara semua berkumpul karna


ada penjemputan dari Gubernur dan kepala


dinas kesehatan setempat dan perwakilan


dari TNI dan Polri karna mereka akan menjadi


partner kerja.


Sebelum keluar dari bandara para Dokter di


briefing karna kita akan di bagi menjadi dua


kelompok, begitu paramedis yang lai. setelah


semua selesai kita pun keluar menuju area


penjemputan....


Setelah penjemputan oleh bapak gubernur


kita di persilahkan untuk makan, setelah


makan, istirahat sejenak, lanjut mendengar


pembagian oleh kepala dinas kesehatan,


bersyukur karna maira sama Melisa tidak


dipisahkan sama juga dengan suster Ica dan


suster Hera.. setiap Daerah saran adalah


Tujuh dokter dan delapan sepuluh tenaga


medis lainnya...dan sore ini akan di antarkan


ke daerah masing-masing.


Di tempat lain dari seminggu ketibaan tim


medis semua telah di persiapkan dari tempat


tinggal sampai ruang penanganan pasien...


gio tidak mau dapat komplain dari dokter dan


para tenaga medis.


dari kota menuju daerah memakan waktu


sekitar 3 jam..


" aduh Mai rasanya badan gue remuk semua,


sangking mulusnya jalan" Melisa membuka


suara ,maira hanya senyuman, dia juga


menikmati keindahan alam Papua,. setelah


cukup lama pejalan mereka pun turun dari


mobil.. di depan sana sudah ada para camat


dan perangkat serta personil dari Brimob.


maira berjalan dengan suster Ica tengah...,


saat ini dalam tiap langkah maira dia berdoa


sampai dengan selamat begitu pun


pulangnya.


seketika maira mendapat cubitan dari suster


Ica," kenapa sih sus" Suter Ica melotot kalau d


depan itu bukan Iptu Gio Sastro.


" kenapa sih" sambil melihat ke suster Ica,


" itu di depan dok" suster Ica sambil berbisik,


seketika maira menatap apa yang di tunjuk


suster Ica matanya terbelalak ,maira lansung


panas dingin " kenapa sih harus ketemu"


matanya sudah berkaca-kaca. Untung maira


memakai kacamata dan masker setidaknya


menghindar dulu sebelum bertemu... suster


Ica pun mengelus punggung maira.


Saatnya sesi perkenalan untung di giliran


Gio sudah tidak ada di tempatnya... maira


pun dengan cepat melajukan langkahnya


bergabung dengan yang lain.. selesai semua


penyambutan mereka di antara ke barak


darurat untuk mereka tinggal selama enam


bulan di Papua. cukup nyaman... maira


mengatur semua semua barang mereka


supaya terlihat rapih. setelah itu dia


membersihkan badan dan mengangkat baju


dengan baju santai, maira baru rebahan


sebentar tiba-tiba Melisa datang..

__ADS_1


"maira dokter Humaira, lo tadi lihat ngak ada


siapa?,"


"gue ngak lihat siapa-siapa Melisaaaaaa!


gue mau rehat 5 menit sebelum kita di


briefing lagi..


Maira tertidur Lima belas menit, suster Ica


membangunkannya;


"dok bangun semua udah pada ngumpul"


seketika dia bangun merapikan rambut


melihat wajahnya di cermin kecil pakai


kacamatanya. dia pun berjalan mengekor


suster Ica, dia tidak memperhatikan kalau


sepasang mata tajam tertuju padanya, ya dia


Gio Sastro, datang untuk mengambil


nama-nama dokter dan tenaga medis yang


menjadi relawan di daerah tempat tugasnya


maira belum sadar kalau di situ juga ada gio.


" dokter senior sekaligus ketua tim membuka


suara. dengan ucapan terimakasih,


"Saya selaku ketua tim mengucapkan ribuan


terimakasih kepada Iptu Gio Sastro karena


telah memberikan kami tempat tinggal


sementara yang cukup nyaman..."


Maira melotot mencari di mana orang yg


disebutkan namanya berada, seketika mata


tajamnya pun melihat ke arah maira. maira


hanya menunduk,tak berani menatap balik,


ada rasa rindu,ingin dipeluk... tapi maira harus


menekan rasa itu , air mata pun lolos tanpa


permisi.


Setelah selesai maira cepat balik untuk


menenangkan dirinya yang sedang shock,


sebelum meninggalkan tempat para dokter


Gio berbicara sedikit dengan suster dan


dokter Melisa. dia akan berbicara dengan


maira setelah dia suda sedikit tenang,


mungkin besok atau juga nanti Gio akan


mencari waktu yang tepat untuk mereka.


gio pun pamit kembali ke baraknya.


Keesokan harinya di bantu dengan tenaga


medis setempat menyiapkan segala sesuatu


untuk mulai pengobatan secara merata ke


pada masyarakat..dan memberikan makan


tambahan kepada balita-balita..


semua orang pada sibuk dengan kerjaan


masing-masing, tiba-tiba datang seorang ibu


memberi tahukan kalau ada ibu yang mau


melahirkan.


Dokter kandungan dan satu bidan menuju ke


rumah ibu tersebut di antar oleh seorang


petugas dari kepolisian..


sedangkan maira di bantu dengan tenaga


kesehatan setempat menyiapkan ruangan


tindakan sementara,dia menyuruh mereka


membantu mengetikkan ruangan puskesmas


yang baru di buat untuk ruangan tindakan


sementara.,.


sedangkan gio sedang bahagia karna dapat


melihat sang pujaan hatinya lagi.,


" saya tidak akan melepaskanmu sudah


cukup kamu bermain-main" dengan wajah


yang serius.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf masih banyak tipo☺️


jangan lupa like ya ☺️

__ADS_1


__ADS_2