
Pagi ini Gio menerima surat dari dinas
kesehatan untuk membantu tenaga medis
relawan yang akan datang dua bulan, dengan
membangun tenda tenda untuk tempat tingal
mereka untuk sementara... karena akan ada
pemeriksaan dan pengobatan ke seluruh
wilayah pelosok yang belum terjangkau oleh
para dokter. gio mengumpulkan semua
anggota nya untuk merencanakan
pembangunan tenda mulai sekarang... Gio
menginformasikan kepada tetua adat dan
perangkat desa setempat untuk bergotong
royong membangun tempat tingl untuk
paramedis..
Di Jakarta tepatnya di rumah sakit maira,
Melisa ,suster Ica dan suster Hera sebagai
asisten dokter melisa, hari ini mereka
merencanakan belanja keperluan untuk ke
Papua,
"kita akan berangkat pakai mobil Melisa,"tutur
maira,
" oke kalau gitu kita jalan sekarang!"
" Mai lo udah buat list apa yg mau Lo beli??
"Suster Ica ntar bantu ya" Maira berbicara
sambil tersenyum melihat suster Ica.
begitu pun dengan Melisa dan suster Hera.
"siap dok,asal ntar di traktir ya".
sampai depan mall Meraka berempat menuju
supermarket.
setelah belanjaan semua selesai mereka pun
pulang..mobil Melisa penuh dengan barang
mereka sepakat akan Peking semua barang d
tempat maira..
"Hari berganti minggu berganti bulan, tiba
saatnya besok hari Dokter Humaira dan
dokter-dokter serta tenaga lainnya akan
diberangkatkan ke provinsi Papua.
Hari ini maira mengecek ulang barang pribadi
yang akan dia bawakan ke Papua, tak lupa
mengabarkan keluarga bahwasanya dia akan
ke Papua..
Seketika terlintas nama orang yang sudah
bersemayam di dalam hati,yang tidak tahu
keberadaannya " dia tidak ada
perjuangan,kalau iya memang betul-betul
sayang dan cinta kenapa menghilang? selalu
saja maira berucap dalam hati.. tak terasa
jatuh lagi air bening dari matanya ...
" gue jangan gini, gue harus bisa
melupakannya, dengan gue pergi mungkin
akan bisa sedikit melupakannya..."
Hari keberangkatan pun tiba, semua telah
berada di bandara, mereka mengunakan
pesawat Herkules milik TNI.
"Waaaah Dok rambut barunih" goda suster Ica
"iya dong sus, supaya jangan ribet dengan
perawatannya di sana ngak ada waktu, maira
berkata sambil tersenyum.
Perjalanan dari Bandara internasional
Soekarno-Hatta Jakarta ke Papua kurang lebi
memakan waktu lima jam dua puluh menit..
Selama dalam perjalanan maira hanya tidur
apalagi cuaca saat ini kurang baik , pesawat
selalu mengalami turbulensi kecil selama
dalam perjalanan...
__ADS_1
Lima jam lebih perjalanan terdengar awak
pesawat telah menginformasikan sesat lagi
akan pendaratan..
Setiba di bandara semua berkumpul karna
ada penjemputan dari Gubernur dan kepala
dinas kesehatan setempat dan perwakilan
dari TNI dan Polri karna mereka akan menjadi
partner kerja.
Sebelum keluar dari bandara para Dokter di
briefing karna kita akan di bagi menjadi dua
kelompok, begitu paramedis yang lai. setelah
semua selesai kita pun keluar menuju area
penjemputan....
Setelah penjemputan oleh bapak gubernur
kita di persilahkan untuk makan, setelah
makan, istirahat sejenak, lanjut mendengar
pembagian oleh kepala dinas kesehatan,
bersyukur karna maira sama Melisa tidak
dipisahkan sama juga dengan suster Ica dan
suster Hera.. setiap Daerah saran adalah
Tujuh dokter dan delapan sepuluh tenaga
medis lainnya...dan sore ini akan di antarkan
ke daerah masing-masing.
Di tempat lain dari seminggu ketibaan tim
medis semua telah di persiapkan dari tempat
tinggal sampai ruang penanganan pasien...
gio tidak mau dapat komplain dari dokter dan
para tenaga medis.
dari kota menuju daerah memakan waktu
sekitar 3 jam..
" aduh Mai rasanya badan gue remuk semua,
sangking mulusnya jalan" Melisa membuka
suara ,maira hanya senyuman, dia juga
menikmati keindahan alam Papua,. setelah
cukup lama pejalan mereka pun turun dari
mobil.. di depan sana sudah ada para camat
dan perangkat serta personil dari Brimob.
maira berjalan dengan suster Ica tengah...,
saat ini dalam tiap langkah maira dia berdoa
sampai dengan selamat begitu pun
pulangnya.
seketika maira mendapat cubitan dari suster
Ica," kenapa sih sus" Suter Ica melotot kalau d
depan itu bukan Iptu Gio Sastro.
" kenapa sih" sambil melihat ke suster Ica,
" itu di depan dok" suster Ica sambil berbisik,
seketika maira menatap apa yang di tunjuk
suster Ica matanya terbelalak ,maira lansung
panas dingin " kenapa sih harus ketemu"
matanya sudah berkaca-kaca. Untung maira
memakai kacamata dan masker setidaknya
menghindar dulu sebelum bertemu... suster
Ica pun mengelus punggung maira.
Saatnya sesi perkenalan untung di giliran
Gio sudah tidak ada di tempatnya... maira
pun dengan cepat melajukan langkahnya
bergabung dengan yang lain.. selesai semua
penyambutan mereka di antara ke barak
darurat untuk mereka tinggal selama enam
bulan di Papua. cukup nyaman... maira
mengatur semua semua barang mereka
supaya terlihat rapih. setelah itu dia
membersihkan badan dan mengangkat baju
dengan baju santai, maira baru rebahan
sebentar tiba-tiba Melisa datang..
__ADS_1
"maira dokter Humaira, lo tadi lihat ngak ada
siapa?,"
"gue ngak lihat siapa-siapa Melisaaaaaa!
gue mau rehat 5 menit sebelum kita di
briefing lagi..
Maira tertidur Lima belas menit, suster Ica
membangunkannya;
"dok bangun semua udah pada ngumpul"
seketika dia bangun merapikan rambut
melihat wajahnya di cermin kecil pakai
kacamatanya. dia pun berjalan mengekor
suster Ica, dia tidak memperhatikan kalau
sepasang mata tajam tertuju padanya, ya dia
Gio Sastro, datang untuk mengambil
nama-nama dokter dan tenaga medis yang
menjadi relawan di daerah tempat tugasnya
maira belum sadar kalau di situ juga ada gio.
" dokter senior sekaligus ketua tim membuka
suara. dengan ucapan terimakasih,
"Saya selaku ketua tim mengucapkan ribuan
terimakasih kepada Iptu Gio Sastro karena
telah memberikan kami tempat tinggal
sementara yang cukup nyaman..."
Maira melotot mencari di mana orang yg
disebutkan namanya berada, seketika mata
tajamnya pun melihat ke arah maira. maira
hanya menunduk,tak berani menatap balik,
ada rasa rindu,ingin dipeluk... tapi maira harus
menekan rasa itu , air mata pun lolos tanpa
permisi.
Setelah selesai maira cepat balik untuk
menenangkan dirinya yang sedang shock,
sebelum meninggalkan tempat para dokter
Gio berbicara sedikit dengan suster dan
dokter Melisa. dia akan berbicara dengan
maira setelah dia suda sedikit tenang,
mungkin besok atau juga nanti Gio akan
mencari waktu yang tepat untuk mereka.
gio pun pamit kembali ke baraknya.
Keesokan harinya di bantu dengan tenaga
medis setempat menyiapkan segala sesuatu
untuk mulai pengobatan secara merata ke
pada masyarakat..dan memberikan makan
tambahan kepada balita-balita..
semua orang pada sibuk dengan kerjaan
masing-masing, tiba-tiba datang seorang ibu
memberi tahukan kalau ada ibu yang mau
melahirkan.
Dokter kandungan dan satu bidan menuju ke
rumah ibu tersebut di antar oleh seorang
petugas dari kepolisian..
sedangkan maira di bantu dengan tenaga
kesehatan setempat menyiapkan ruangan
tindakan sementara,dia menyuruh mereka
membantu mengetikkan ruangan puskesmas
yang baru di buat untuk ruangan tindakan
sementara.,.
sedangkan gio sedang bahagia karna dapat
melihat sang pujaan hatinya lagi.,
" saya tidak akan melepaskanmu sudah
cukup kamu bermain-main" dengan wajah
yang serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf masih banyak tipo☺️
jangan lupa like ya ☺️
__ADS_1