Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 22


__ADS_3

Mendengar perkataan Juan, seketika jantung Gio seakan berhenti,"astaghfirullah hala'azim," sontak gio melafalkan kalimat istighfar.


" jangan bilang dia melihat gue" Gio berkata sambil memandang kedua sahabatnya.


"Emangnya kenapa sih kalau dia liat, ada-ada aja Lo, kok kayak Lo ada buat kesalahan" kata Aron.


" y..ya gue tadi makan sama Vina di situ juga." dan gue juga ngak cakap klu Uda balik dari Papua"


kedua sahabatnya langsung kompak melotot kearah Gio


"astaghfirullah Gio kok tega banget sama ibu dokter" spontan Juan memukul tangan Gio,


"Gimana kalau tadi dia liat Lo",


Ngak sengaja juga gue sama Aron tadi pas ketemu sama dokter Humaira kita nanya ke dia kenapa pagi tadi pacarnya ngak di jemput dan dia kelihatan bingung gitu."


Gio tidak bisa berkata apa-apa sekarang.


" emang kenapa sih ngak kasih kabar ke pacar ini malah Nerima ajakan mantan"... Aron menyerocos ke Gio.


" Lo mau balik sama Vina?" tanya Juan.


" Lo udah merasakan gimananya dikhianati, gimana sakit hati..lo mau coba juga


hal itu dirasakan dokter Humaira dan lo tega


gitu" kata Aron lagi.


Gio hanya menggeleng lemah, dia belum bisa berpikir.dia berdoa semoga maira belum melihat dia tadi sewaktu di rumah makan.


Lain lagi dengan maira semenjak dalam perjalanan pulang Mereka terus diam hanya ada suara musik yang ada di dalam mobil. sampai tepatnya depan kosan Maira pun turun,;


Makasih hari ini ya BESTie perutku sangat kenyang, sering-sering ya gue di traktir" Maira sambil terkekeh,akan tetapi Melisa masih bisa melihat kesedihan di mata dokter cantik tersebut, Melisa hanya membalas dengan senyuman." lo baik-baik ya kalau apa-apa telepon gue." maira hanya mengangkat ibu jarinya sambil tersenyum menampilkan lesung pipinya.


Setelah mobilnya Melisa berlalu, maira pun masuk ke dalam kamarnya, maira membersihkan badan setelah beraktivitas seharian.setelah mandi maira melakukan solat isya..


Sedangkan Melisa membelah jalan dengan mobilnya menuju rumah kontrakan Gio, Melisa tidak mau menunggu sampai maira tau...dia mengumpat gio sejadi-jadinya.

__ADS_1


Sesampai di sana Melisa pun mengetok pintu dan mengucapkan Salam, Aron membuka pintu dia melihat Melisa di depan pintu Aron sedikit kaget,


"saya mau ketemu pak Gio bisa!!!!?" kata Melisa dengan wajah tanpa ekspresi.


"I...iya saya panggil sebentar" Aron pun masuk dan memanggil Gio. setelah beberapa saat gio pun keluar;


Melisa melihat gio seakan dia ingin sekali menelan orang yang bernama pembohong.


Tidak tahan Melisa pun memuntahkan kata-kata yang sudah hampir meledak di otaknya;


" pak Gio kalu anda mau berniat untuk membucin sahabat saya habis itu kamu tinggalkan lebih baik kamu pergi dan jangan menapakkan batang hidungmu di depannya."


Saya heran ya sama bapak ada pacar,pulang nggak di beri kabar malah hang out bareng perempuan lain!!! bapak,tau pusingnya maira gimana ngak ada kabar dari bapak,gimana kalau dia tau atau dia liat, hancur ngak tu anak???? TEGA yaa ngak nyangka saya teryata anda sama aja kau mantannya.. selesai mengeluarkan unek-unek Melisa pun berlalu dengan napas yang memburu.tanpa mendengar perkataan dari gio.


Gio mematung tidak bisa berkata apa-apa,semua yang Melisa katakan ada benarnya...dia haru meminta maaf kepada maira..dia juga akan berbicara dengan Melisa supaya jangan sampai Maira tau.


Setelah sekian lama di depan Gio pun masuk menemui dua sahabatnya,


"mungkin tadi sewaktu di rumah makan Melisa melihat Lo" kata Aron.


"mungkin,dan mudah-mudahan dia tidak sampai memberitahukan hal ini ke dokter Humaira",timpal juan.


Malam ini Gio benar-benar seperti orang bodoh,tidak dapat berbuat apapun..


Beberapa saat kedua sahabatnya pamit pulang.. gio pun langsung masuk ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya yang terlalu lelah, dia menatap langit-langit kamar tak sengaja dia suda menyakiti hati kekasihnya.


Maira tidak bisa tidur semalaman, pukul Lima pagi dia membuka jendela kamarnya dia terpaku melihat indahnya pagi membuat hatinya menghangat.


Dia termenung "senja memang indah tapi mengantarkan diri ini kedalam kegelapan yang seram,aku lebih suka pagi karena pagi mengantarkanku pada hal yang baru dan membuatku lupa akan beratnya malam yang kujalani. tak terasa air matanya pun turun tanpa di minta.." kenapa sih aku selalu baper kenapa juga harus cengeng.. maira tersenyum masam memikirkan dirinya sendiri.


Puas dengan pemikiran sendiri maira bergegas membersihkan dirinya untuk solat subuh sebelum waktu habis, setelah selesai subuh maira berberes kamarnya sambil menunggu waktu ke rumah sakit...


Maira baru tiba di rumah sakit, tiba-tiba dari ruang UGD minta bantuan nya karn kurang dokter hari ini,maira pun bergegas ke sana maira masuk ke dalam ruang UGD dan dia melihat berapa pasien yang terluka tetapi sebagian sudah di tangani.dia melihat salah satu pasien terluka di beberapa bagian tubuh dan pasien tersebut tidak sadarkan diri.


Maira menatap suster yg sedang membersikan luka-luka pasien, suster pun paham dan menceritakan singkat kejadian.


" tadi ada kecelakaan dok di simpang lapu merah, ada sekitar enam korban terluka, dan dilarikan ke rumah sakit,"

__ADS_1


" apa pihak keluarga sudah diberitahu?" tanya maira.


"sudah dok sementara ada dalam perjalanan ke mari."


Maira hanya mengangguk, kemudian mendekat dan memeriksa pasien yang berbaring lemah.


" pasangkan infus Ringer laktat pada pasien, nanti saya periksa lagi." titah maira ke suster,


" Baik Dok " setelah itu maira langsung keluar.


Setelah beberapa saat maira kembali memeriksa pasien dan pasien sudah siuman, keluarganya pun sudah ada.


Maira kembali' keruangannya, karna akan ada operasi lagi,belum masuk dia suda di panggil namanya.


"Dokter Humaira,"panggil seorang perawat,


maira pun menoleh


" dokter sudah di tunggu operasi akan segera di mulai.ujar perawat itu." oke sekejap lagi saya akan masuk" timpal maira kepada perawat, perawat pun langsung menuju ruang operasi.


Beberapa jam berlalu oprasi pun selesai, kali ini maira mendampingi dokter senior.


" kerja kamu memang tidak dapat diragukan lagi Dokter Humaira,


" terimakasih Dokter Made" maira berkata sambil tersenyum.


" kamu dokter yang hebat,pertahankan prestasi mu."


Dokter Made adalah Dokter terbaik di rumah sakit ini dia sering mendapat penghargaan.


"terimakasih Dokter atas supportnya "


mereka pun keluar dari ruangan operasi,tepat dengan jam makan siang,


" maira,...mai !!!!" maira pun menengok arah siapa yang pangil namanya.


" makan siang bareng yuk,"

__ADS_1


"ayok gue yang traktir kali ini" kata maira, mereka pun berjalan ke arah kantin.


__ADS_2