
Pukul empat sore Gio memacu motor kesayangannya menuju tempat kerja sang kekasih untuk menjemput, sampai di depan rumah sakit gio menelpon maira tapi tidak diangkat, sudah ke Lima kali dia menelpon tetap saja tidak diangkat,membuat gio kesal, akhirnya dia dia putuskan untuk menemui maira di ruangannya, sampai di depan ruangan gio mengetuk pintu,
"Tok
"Tok
"Tok
Tak ada tanda-tanda pintunya dibuka, terpaksa gio memutar gagang pintu untuk mengecek sang kekasih apa masih di dalam atau sudah pulang..
Dan ternyata dokter chantik lagi tidur manis di sofa,gio menghembus nafas kasar.
" Kok malah tidur sih "
Tiba-tiba pintu terbuka tampaknya suster Ica yang datang,
"Eh ada pak polisi, jemput dokter yaa?"
"Iya sus ,ini tidurnya dari tadi ya su?"
" Iya pak dari lepas operasi, karna tadi pasien membludak sampai-sampai dokter letih"
" Boleh saya bangunkan?"
"I iya tapi pak Gio jangan kaget ya soalnya
kalau lagi letih gini manja minta ampun"
sambil terkekeh suster mencoba
menjelaskan ke Gio.
"Pak Gio bole tanya ngak"
Gio pun mengagukan kepala,
" Pak Gio sama dokter maira pacaran ya?"
" Maaf saya kepo "
" Iya sus, ok kalau gitu saya bangunkan maira"
" Baik kalau begitu saya permisi pulang"
Sambil senyam-senyum suster pun berlalu.
" Mai...mai...maira ko nggak bangun"
__ADS_1
Gio pun jongkok sejajar dengan maira sambil mengelus pucuk kepala dokter cantik,
"Mai...hey... sayang bangun udah lewat jam pulang, ayo Abang antar pulang"
Maira mulai menggeliat untuk bangun ,dia Mala melingkar tangannya di tangan kekarnya gio,
"Abang lima menit lagi maira masih ngantuk"
" Kok abang datang lambat sih maira nunggu sampai ketiduran,maira letih bang"
Gio sangat senang melihat tingkah maira yang manja ke dirinya,dia gemas sendiri.
" Ya Uda ayok bangun dulu terus cuci muka, baru abang antar pulang ok"
Maira pun mengikuti apa yang dikatakan sang
pacar,setelah lima menit maira keluar
menemui Gio dengan wajah yang sudah
segar, tapi masih kelihatan wajah letihnya.
Gio sudah mulai terbiasa dengan sifat maira..
padahal mereka baru jadian, apa mungkin
dari segi faktor usia? mungkin hanya author
Gio maju ke depan maira, mengusap
kepalanya, maira mungkin karna efek letih
maira lansung melingkar tangannya di
pinggang kokoh Gio,
Gio sempat kaget, tapi dengan cepat dia
menetralisir tubuh nya agar maira bisa bersandar.
"Bang maira sangat letih hari ini,maaf maira sangat manja"
"Nggak apa manja sama abang, abang senang
maira mau jadikan abang sebagai
sandaran,keluh kesah maira abang siap"
__ADS_1
Tanpa sadar Gio mendarat ciuman singkat di
pucuk kepala maira.
Dalam hati maira semoga abang selalu ada di
...sisiku,semoga abang tetap seperti ini, jangan...
pernah berubah, meskipun baru sehari tapi
maira merasa sangat nyaman bersama
abang.
" Uda peluknya ayo abng antar pulang.."
" Bang kita cari tempat makan ya,maira lapar"
"Iya"
Setelah dengan drama manja-manjaan,
dua sejoli itupun berlalu dari ruang kerja
maira, sepanjang koridor rumah sakit semua
mata tertuju kepada mereka,
" Dek abng bawah motor, ngak apa-apakan"?
" Ih abang ko ngomongnya kaya gitu sih,
maira tiap hari ke mana-mana pake motor"
Sampai di parkiran motor maira dipasangkan
helm oleh gio.
"Dek mau makan apa?"
"Maira mau makan berat bang"
" Ok sayang"
mereka berdua pun berlalu dari parkiran
rumah sakit, dengan senyum yang tak pernah pudar.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon maaf bila masih ada susunan kata-kata author yang belum pas atau tidak beraturan..🙏😌