Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 31


__ADS_3

Mereka semua pulang setelah selesai akad,maira dan gio berjalan ke arah mobil mereka pun balik ke rumah kontrakan Gio,sesampai di sana maira masih duduk di ruang tamu, sedikit melamun tiba-tiba gio memegang bahunya,


" kamu kenapa sayang? " sambil duduk di samping maira.


" maira hanya sedikit mikir tiba-tiba uda menyandang status baru, semoga abang selalu membimbing keluarga kita." sambil menatap manik mata suaminya,


" pasti sayang, kamu mandi Abang akan pesan makanan buat kita," maira hanya mengangguk sambil memeluk sang suami,lalu beranjak dia ke kamar gio membuka lemari untuk mencari baju yang bisa dia pakai, dia mengambil satu baju kaos over size milik gio untuk dipakai.setela mendapatkan kemudian dia menuju kamar mandi. dua puluh lima menit selesai mandi diapun bergabung dengan gio,


dia melihat pengambilan Gio,


" Abang udah mandi?"


" udah dong sayang, kalu tunggu kamu mandi terlalu lama" maira hanya memanyunkan bibirnya,


" ayo kita makan setelah itu istirahat, kamu. capek seharian kerja." mereka pun makan dalam diam. ada kecanggungan pada maira tapi tidak ada pada gio, setelah istirahat sejenak Gio dan maira berjalan ke kamar gio sudah naik ke atas tempat tidur Maira masih berdiri diam ditempat, dia berpikir akan ka malam ini malam pertama akan terjadi di antara mereka,

__ADS_1


" sayang kenapa berdiri terus di sana,kemari kita tidur aja, Abang janji ngak ngapa ngapain, cuman mau peluk aja,dosa loh kalau nolak suami." dengan berat hati terpaksa harus menuruti perkataan sang suami. malam ini mereka berdua dengan nyenyak meskipun awalnya maira nampak sedikit susah tidur.


Pagi menjelang,sepasang suami istri yang baru menikah semalam masih nyaman dalam selimut tebal, Gio menggeliat bangun karena merasakan tangannya kebas, semalaman istrinya menjadikan tangan gio sebagai bantal,gio tersenyum melihat wajah sang istri yang terlelap, perlahan gio menarik tangan dan membetulkan posisi kepala maira.gio lebih dulu bangun karena dia akan ke masjid untuk sholat subuh, ketika maira bangun sudah tak nampak sang suami di dalam kamar."kemana dia? mungkin ke masjid, maira bermonolog sendiri, dia segera mandi dan mengerjakan solat subuh, setelah itu Maira ke dapur untuk melihat bahan apa yang bisa dia masak untuk sarapan pagi mereka.. di kulkas ada roti tawar kemudian maira membuat sandwich dengan bahan seadanya dengan dua gelas susu hangat siap d sajikan sambil menunggu Gio pulang maira membersihkan ruangan ya tidak ada kotorannya, tak lama gio pulang dengan membawa kantong plastik yang berisi dua kota bubur ayam..


Maira mengambil tangan gio dan menciumnya..


" Abang pergi solat kok pulang jam segini?" maira melihat raut wajah ,


" tadinya Abang mau langsung pulang, tp Abang pikir sekalian Abang pergi belum bubur buat sarapan sayang " gio sambil memeluk maira gemas,


" iya bang "


" ya udah kita sarapan habis itu siap-siap Abang antar, hari ini Abang mau lihat tanggal berapa kita bisa sidang." maira hanya mengangguk dan berjalan ke meja makan.


" maira ada buat sandwich juga kalau nga mau makan biar maira bawa buat Natalia.., dia ngak tau kan kalau kita udah nikah?" maira bertanya ke Gio.

__ADS_1


" Abang Udah beritahu dia semalam,tapi kayaknya dia marah karena Baru beritahu setelah selesai kita akad semalam sayang"


" ya udah mau gimana lagi,Abang yang kebelet ngak sabaran sih terima ajah, biar maira bawa kan dia sandwich itu" mereka pun sarapan pagi dengan tenang, selesai semua gio bergegas untuk menggantikan baju dinasnya dan mengantar maira ke rumah sakit,


" bang ntar jemput ya, sekalian maira mau pulang dulu ke kosan, mau ambil baju"


" siap nyonya Gio Sastro "


Mereka pun menyiapkan diri untuk berangkat kerja,gio melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat kerja sang istri, sesampai d parkiran rumah sakit Maira mencium tangan suami begitu pun Gio mendekap sang istri penuh rasa cinta..


Maira pun pamit pada suami dan berjalan masuk kedalam rumah sakit.. di dalam sisa ada ke lima mahasiswa mereka menyapa dengan rasa hormat ke maira, maira fokus pada Natalia, karna gadis itu selalu menundukkan kepalanya.. maira meletak tas yang dia bawa dan berjalan menuju Natalia dan menarik tangannya menuju ruang istirahat sang dokter, sesampai di dalam maira lansung memeluk Natalia dan meminta maaf;


" maaf... maaf... maafkan saya Sama Abang yang tidak memberi tahu kamu" maira menatap Natalia yang sudah di banjiri air matanya..


" sebentar selesai kerja Abang akan datang menemui kamu.. jangan marah sama dia saya mohon, hapus Air mata kamu dan kita keluar." Natalia hanya mengangguk kepalanya, mereka pun keluar dan bergabung bersama yang lain, teman-teman Natalia menatap ke arah Natalia mereka ingin bertanya tetapi maira sudah duluan memangil tiga orang mahasiswa untu ikut visit pasien pagi ini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...


__ADS_2