
Natalia terperangah melihat dan mendengar langsung suara merdu sang kakak iparnya, Natalia yang sedang live lansung trending topik di Instagram miliknya, Raka yang sedang nonton live Natalia awalnya dia biasa saja tetapi saat perempuan yang bernyanyi pas wajah nya di kamera Natali, Raka lansung berteriak heboh sampai Juan memukul kepala Raka dengan botol plastik kosong,
" harus ya sampai jingkrak-jingkrak gitu baru afdol nontonnya" tanya Juan sinis. Raka langsung memperlihatkan seorang ibu hamil yang sedang bernyanyi " bang perhatikan sang penyanyi pasti kenal siapa dia." terpaksa Juan pun ikut memperhatikan penyanyi tersebut matanya seketika melebar "Masya Allah istrinya Gio Sastro ternyata suaranya enak banget"..
Sedangkan masih gedung maira menyapa rekan-rekan kerjanya dulu, bertukar kabar mereka pun tidak terlalu banyak tanya tentang kehidupan maira, tiba-tiba ada yang memeluk tangan maira, ia nya pun menoleh ternyata sang adik ipar yang matanya sudah berkaca-kaca, maira senyum merekah tanpa beban. dia balik merang kul sang adik ipar dan menanyakan kabar maira.
Setelah selesai acara maira pamit pada kedua pasangan dan orang tua Melisa, maira dan suster Ica pun keluar. untuk memesan taksi, disaat maira sedang menunggu ada yang memangil namanya;
" Humaira" maira pun berbalik melihat siapa yang memangil namanya, dan ternyata mantan maira dulu Mario Sanjaya ternyata Mario satu kesatuan dengan suaminya Melisa.
" apa kabar, lama tak bertemu ternya kamu juga sudah menika dan sedang mengandung" maira memaksakan senyumnya
" Alhamdulillah kabar saya baik, semoga kamu juga baik". maira tidak mau basa basi bertepatan dengan datangnya taksi pesanan mereka, maira langsung menarik tangan suster Ica masuk k6 dalam taksi..
Taksi melaju menuju hotel, maira mengajak suster Ica menemani saat berada di jakarta.
Gio yang dari kantor hendak pulang karena badannya tidak fit,di hadang oleh Aron, " bro kamu tau ngak seharian ini satu asrama sedang rame menonton istri Lo yang lagi viral, ternyata suara istri Lo bak penyanyi profesional."
" bicara apa Lo ngawur wae" Aron kesal dan menunjukkan sebuah fido yang lagi viral, awal dia cuek sampai maira berjalan dan menghadap kamera jelas terlihat wajah chubby maira terlihat sangat cantik dengan makeup minimalis, seketika matanya melebar dan menarik handphone dari tangan Aron. dia sendiri juga baru tau kalau suara istrinya sebagus ini.
Tiba-tiba handphone gio berdering, ternyata dari sang adik,
" bang di mana sekarang?, aku lagi jakarta, Abang dang ke hotel xx mbak Maira bermalam d sana jangan sampai dia pergi lagi" Natalia lansung menutup telepon. gio tak jadi pulang kerumahnya. dia langsung melajukn mobilnya ke hotel xx di mana sang istri berada, sesampai di sana, gio langsung menanyakan kamar atas nama sang istri, tidak terlalu sulit sebab gio masih berseragam. setelah mendapatkan nomor kamar sang istri gio langsung dengan cepat menuju ke lantai sepuluh. tepat di depan pintu kamar gio la langsung masuk tanpa mengetok pintu ternya di sana hanya suster Ica," ngapain Pak gio ke sini?" sedangkan maira sedang di kamar mandi, membersihkan dii
__ADS_1
" kamu ke restoran tunggu di sana saya ingin berbicara dengan istri saya,pesan apapun makan yang kamu suka atas nama kamar maira tempati, saya akan membayarnya" dengan polosnya suster Ica langsung mengiyakan..
Sepeninggalan suster Ica dari dalam kamar,gio langsung menutup pintu kamar, ia berjalan dan menunggu sang istri keluar dari kamar mandi, tidak lama pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan maira yang sedang mengikat tali bathing suit yang dia kenakan. maira berteriak suster Ica iya Masi dalam mode menunduk,tetapi saat dia mengangkat kepala dan melihat orang yang telah menggoreskan luka didalam hatinya, badannya langsung kaku di tempat, kakinya seperti terinjak perekat, kata-kata sulit untuk keluar, hanya airmata yang mewakili segala rasa.spontan Gio langsung memeluk tubuh berisi sang istri, maira tak dapat mengelak pelukan gio, tapi dia menahan agar tidak membalas, dengan suara dingin maira berucap " kenapa datang?" gio tak bisa berucap apa-apa dia hanya diam, maira merasa sesak karena pelukan gio,
" tolong permisi saya mau ganti baju." gio mendengar perkataan maira langsung melepaskan pelukannya, di saat maira akan melangkah; " maaf... maafkan aku,."
Sebelum pulang dari kantor tadi, gio sempat dirawat di klinik polres, karena penyakit maag nya kambuh, dari kepergian maira gio seringkali lupa makan,, sempat di larikan ke rumah sakit juga karena penyakit yang sama, dan hari ini dia menahan rasa sakitnya karena tidak mau lagi kehilangan istrinya.,
Disaat maira sedang mengantikan bajunya dia dengar benda jatuh dari arah balkon, di mencari keberadaan gio, maira sudah berpikir yang tidak-tidak, maira dengan cepat membuka pintu balkon ternyata gio sudah meringkuk menahan rasa sakit di perutnya, keringat bercucuran.maira berlutut dengan susah payah meraih pipi suaminya,
" bang...bang... kenapa? jangan buat Maira takut,"gio hanya mengerang kesakitan." astaghfirullah bang kenapa Abang sakit apa...?" dengan susah payah maira membopong masuk ke tempat tidur, maira mengambil peralatan medis yang biasa dia bawa ke mana-mana, maira dengan segera menyibak baju sang suami dan menekan bagian perut " aaaa jangan tekan di situ sangat sakit, "kamu kena penyakit maag bang?, kamu tidak pernah makan?, kamu tidak menjaga kesehatan kamu? maira tidak sadar ia menyerocos pada sang suami.. gio senang meskipun perutnya sangat terasa sakit...
Maira menelpon suster Ica Mita tolong untuk membelikan berapa obat d apotik,, dengan segera suster Ica pergi ke apotik yang tak jauh dari tempat mereka.
"sus maaf saya merepotkan kamu" maira berbicara dengan wajah sendu,
" saya senang membantu dokter," suster Ica berkata sambil membantu memasang infus ke tangan gio,maira juga menyuntikkan sedikit obat tidur dalam infus agar suaminya bisa istirahat,maira yakin semenjak dia pergi past hidup sang suami tidak beraturan.
" sus kamu sudah makan?" maira bertanya.
" sudah dok tadi di bawah "
" kalau begitu saya mau pesan makan kamu mau juga? saya pesankan cemilan buat kita, ayo ke balkon biarkan dia istirahat."
__ADS_1
" sus kenapa saya tidak bisa marah saat dia datang kepada saya, padahal dia sudah menyakiti saya," mairah mengeluh kepada suster Ica,
" menurut saya ya dok sebaiknya setelah pak gio bangun, dokter sama pak gio bicarakan secara baik-baik, ingat twins di dalam sana, pasti dia juga sudah rindu sama papanya."suster Ica menatap wajah maira seiring dengan bel kamar berbunyi,
" kayanya itu makan sus," maira pun bangkit dari duduknya begitu juga maira.
Maira memilih makan Salad buah, sama dengan suster Ica, selesai makan, maira mengecek infus.
"sus kamu turun pesan satu kamar yang di sebelah kamu pasti sangat ngantuk " maira lalu menyodorkan dompet ke arah sang Suster, suster Ica dengan cepat turun karena dia jug sangat ingin untuk istirahatkan badannya. taklama suster pun muncul untuk mengembalikan ATM maira dan mengucapkan selamat malam kepada sang dokter.
Maira masuk dan menutup pintu, dia naik dan berbaring di samping suaminya sambil memegang tangan suaminya,
" kenapa saya tidak bisa marah kamu bang, maira berbicara sendiri sampai dia tertidur dengan memeluk tangan sang suami.
☘️☘️ kadang, kita mencintai seseorang begitu lupa,sampai tidak menyisakan tempat bagi yang lain.
Membuat kita lupa untuk sekedar bertanya,
Inikah sebenarnya cinta?.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
like... like jangan lupa ya. author sangat bersemangat kalau banyak like😅.
__ADS_1
terimakasih kasih juga karena sudah mensupport cerita ini.