Dokter Humaira

Dokter Humaira
28 episode


__ADS_3

Setelah selesai mengantar adiknya, Gio pun mengantar sang kekasih balik ke hospital karena masih ada operasi siang ini. hanya cerita ringan yang mereka obrolan selama perjalanan..


" pulang Abang jemput sayang" gio sambil melirik maira,


" siap Abangku " Maira tersenyum ke gio menampilkan lesung pipinya.


" senyummu bikin Abang candu dek."


" Abang bisa aja, Uda pintar ya menggobal "


" ngak gombal serius, jangan terlalu tampilkan senyummu sama laki-laki lain ntar mereka pada baper".


" iya...iya ." sampai di pelataran rumah sakit maira pun turun, pamit untuk bekerja..


maira dengan langkah lebar menuju ruangannya..dia ingin istirahat sejenak sebelum masuk ke ruang operasi. setelah berapa menit berlalu pintu ruangan Maira di ketok.. tok ....tok...tok...


" ya masuk.." sambil melihat ke arah pintu,


" maaf dok operasinya akan segera dimulai " kata seorang suster kepada maira.

__ADS_1


" ok sus saya akan ke ruangan operasi sekarang. sesampai d ruangan operasi mereka mulai melakukan tugasnya. terlihat wajah serius maira dan dua dokter lainnya.


beberapa jam berlalu,operasi berjalan lancar, wajah-wajah lega terlihat jelas dari para team. selesai menjawab pertanyaan kepada pihak keluarga, maira melanjutkan langkah menuju ruangannya, hari ini pekerjaan selesai dia merapikan meja sambil menunggu sang pacar datang menjemput.


setelah menunggu agak lama,gio pun dengan ngos-ngosan masuk ke ruang maira;


" sayang maaf nunggu lama ya!" sambil mendekap penuh cinta, maira hanya mengangguk, mereka berdua keluar menuju mobil, sampai di dalam mobil Gio membuka pembicaraan,


" sayang nanti bagi berkas untukmu pengajuan Minggu depan,!"


"apa-apa saja yang di perlukan bang," maira sambil memeluk tangan gio yang sedang nyetir.


" Abang jangan pernah berubah kepada maira meskipun kita sudah nikah dan punya anak, tetap seperti ini."


" jangan bicara seperti itu sayang kamu tetap nomer one". Gio sambil mencubit pipi maira.


" bang makan dulu sebelum pulang ya.. maira juga mau belanja sedikit kita nanti singgah sebentar di minimarket "


" siap, sayang kalau sudah nikah kamu maukan tinggal di asrama" Gio melirik ke maira sambil menunggu jawabannya.

__ADS_1


" hmm.... kemana pun Abang bawa Maira, maira akan ikut, asal jangan minta maira untuk resign dari pekerjaan maira," sambil menata gio, gio memberhentikan mobilnya d depan rumah makan, dia berbalik dan menangkup pipi maira dengan gemas;


" belum saatnya Abang meminta sayang untuk resign, Abang tidak akan melarang untuk pekerjaan kamu, asalkan" gio mengantungkan perkataannya, dan maira menunggu kata selanjutnya,


" asalkan apa??"


" jaga cintanya Abang, jaga hati buat Abang" sambil mengecup kening maira lama-lama. maira hanya memonyongkan bibirnya sebel dengan tingkah absurd pacarnya yang kadang-kadang muncul.


Gio melepas tangannya dari pipi maira,


"jangan buat bibir seperti itu nanti Abang beneran gigit" maira hanya merotasi matanya dan turun karena perutnya memang benar benar mau di isi.sepasang kekasih itu masuk dan memesan makanan yang mereka inginkan.


Sedangkan di tempat tinggal mahasiswa PKL, Natalia sedang menerima telepon dari ibunya, dia menceritakan semua yang dia lakukan selama di jakarta,tak lupa dia menceritakan tentang betapa kagetnya dia mengetahui fakta kalau Maira adalah seorang dokter spesialis ahli bedah di rumah sakit yang dia sedang PKL, Natalia juga memperingati ibunya agar segera menerima maira sebagai menantunya.. dan jangan lagi berniat untuk menjodohkan masnya dengan wanita yang ibunya mau, karna sekarang kebahagiaan masnya adalah hidup bersama maira.. ibunya hanya diam karena dia sudah janji sama temannya akan memperkenalkan Gio dengan anak temannya. setelah selesai menelpon Natalia menarik nafas panjang,. iya menyesal telah pernah melakukan hal yang tidak pantas kepada maira saat itu, berharap ibunya tidak melakukan hal-hal bodoh yang seperti sebelumnya.. benar kata orang bijak,jangan menilai sesuatu dari covenya saja, tetapi melihat dan mempelajari inti di dalamnya.


Selesai makan gio membayar dan mereka keluar karena masih ingin ke mini market. sesampai di sana gio mengambil keranjang untuk menaruh apa yang ingin maira beli, maira membeli bahan masakan agak banyak, dia ingin membuat bekal tiap saat untuk sang kekasih dan akan memberikan ke Natalia selama dua PKL di Jakarta,


" sayang ko tumben banyak banget belanjaannya," Gio sedikit heran dengan maira kali ini,


" iya bang, maira akan buat makan tiap hari buat Abang, supaya nggak jajan di luar terus., sambil tersenyum.

__ADS_1


" oke Abang juga lebih suka" sambil menatap sang pacar mereka menuju kasir untuk membayar belanja nya.. setelah membayar tiba-tiba ibunya menelpon, ibunya memberitahu kalau dia hari ini akan ke Jakarta... gio pun setuju karena dia akan membicarakan niat untuk menikahi maira selesai pengajian nikah kantor... dan gio tak ingin lagi ada penolakan dari sang ibu...


__ADS_2