
Gio masih duduk d teras rumahnya rencananya sore akan balik ke Jakarta.
" mas persiapan pernikahannya gimana?? Natali belum bisa bantu banyak mas, "
Gio tersenyum kearah adik semata wayang,
" kamu sudah mau terima maira aja, mas sangat bersyukur, hanya mas inginkan dari kamu fokus ke kuliah agar cepat selesai," gio menjawab adiknya. " mas Natali udah ngak bolak balik kampus lagi, skarang tesis juga Uda d ACC tingal ujian aja kira-kira bulan depan karna belum ada jadwal yang keluar, jadi sore ini Natali berangkat aja ke Jakarta bareng mas ya" Natali memohon kepada gio.
" tapi bagaimana dengan ibu?" gio menatap sang adik,
" mas tau gak kenapa saya bicara ke ibu kayak tadi?, dari waktu Natalia pulang dari Jakarta, Natali ngak ibu bicara baik-baik eh malah Natali di marahin, dikatain yang bukan-bukan hampir tiap hari berantem, dari situ maira selalu di cafe mas sampai selesai solat magrib baru balik ke rumah, gitu tiap hari,..jadi sore ini saya ikut mas Gio ke Jakarta." tiba-tiba terdengar prung prang dengar bunyi gaduh dari dala rumah, ternyata ibu nya mendengar percakapan ke dua anaknya.
" kalian berdua anak-anak yang tak tau diri pergi kalian dan jangan balik lagi ke sini." dengan suara yang melengking.
" mas tuh tiap hari ibu macam tu ke saya"
__ADS_1
Gio hanya mengakuk paham ke adiknya.
" siap-siap habis solat ashar kita berangkat, mas mau tidur sejenak nanti kamu bangunin ya" iGO pun berlalu dari adiknya menuju kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Sedangkan Natalia sangat antusias untuk ke Jakarta bertemu dengan kakak iparnya, dia mengambil koper sedang untuk mengisi pakaian dan semua keperluan selama di Jakarta, tak lupa juga dia membawa laptopnya.
Jam tepat pukul empat sore, Natalia membangunkan masnya untuk solat, Natalia mengambil kunci mobil Gio lalu membawa kopernya untuk di masukan ke dalam mobil tersebut. selesai sholat, gio ke kamar ibunya dia masuk dan memohon maaf dan pamit kembali ke Jakarta, tetapi ibunya hanya diam seribu bahasa. gio mengucapkan salam lalu keluar dari kamar sang ibu. ada rasa sedih yang menyelimuti hati karena tak kunjung ibunya memberikan Restu... tapi dia selalu berpikir positif suatu saat ibunya akan menerima maira sebagai menantunya sebagai mana selalu di katakan sang istri sebagai penenang untuk diri. Gio keluar dari dalam rumah menuju mobilnya yang suda ada Natalia di dalamnya.
" Kita singah sebentar dirumah paman" kata gio ke adiknya, gio pun menjalankan mobilnya sebelum keluar dari halaman rumah gio menekan klakson sebagai tanda ke ibunya kalau gio pamit pulang ke jakarta.
Sedangkan maira masih tertidur lelap sepulang kerja,.. sampai lampu pun tak dinyalakan. gio sampai tepat pukul tujuh,rumah dalam keadaan gelap gulita. dia pun masuk dengan memakai penerang dari handphone untuk mencari stop kontak untuk menyalakan lampu, ketika lampu menyala Natalia pun masuk, dia terkejut ternyata kakak iparnya ketiduran tanpa menggantikan baju kerja. dia pergi menarik masnya dan membawa ke hadapan istrinya yang masih betah meringkuk tidur, gio menepuk jidatnya sendiri .
Gio pun mengangkat sang istri ke dalam kamar, sesampai di tempat tidur mata maira seketika terbuka, melihat siapa di depannya maira malah melingkar tangannya di leher sang suami
" maira kangen bang kangen banget" sambil mengendus di leher sang suami, gio terkekeh geli,
__ADS_1
"mandi dulu sayang setelah itu makan," sambil mengelus rambut coklat sang istri,.
maira pun beranjak dari pelukan gio langsung menuju kamar mandi, Gio ke depan menemui adiknya,
" Lia sudah mandi?" dia hanya mengangguk.
Tak lama maira pun keluar dari kamar dengan daster kaos sepaha, dia tidak tau kalau Natalia juga datang,
" Hay dek kamu juga datang Abang juga ngak bilang, maira merentangkan kedua tangannya meminta sang adik iparnya untuk di peluk, gio melihat sikap mairah tentu gio merasa sangat bahagia.
mbak makan dulu saya sama mas Uda makan di jalan tadi." maira hanya mengangguk. gio berdiri untuk mengambil makanan maira dan memangilnya untuk duduk disamping, gia memberikan makanan untuk maira, dan maira pun memakannya hingga tandas.
" mbak saya tidur di sini aja," maira pun berjalan ke kamar untuk mengambil selimut tebal buat Natalia.." jangan sungkan. kalu mau makan sesuatu boleh cari sendiri" maira sambil tersenyum. maira pun pamit untuk tidur karena besok masih kerja sebelum cuti tiga hari untuk nikah. malam ini dilewati deng indah di pelukan suami tercinta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa like jempolnya, supaya author semangat meng UP. oke 🙏😇