
Hari ini kepulangan Gio dari Papua,tanpa sepengetahuan maira.Di Bandara Halim Perdanakusuma Gio dan rombongan satgas di Papua telah mendarat dengan pesawat Hercules milik TNI AU.. Setelah penjemputan selesai Gio segera pulang ke rumah untuk istirahatkan badannya, kepulangan ke Bandung di undur satu Minggu ke depan..
Sedangkan maira tampak sedikit gelisah karena semenjak pulang dari Papua nomor handphone Gio tidak pernah aktif.
Maira berada di rumah sakit seperti biasa banyak pasien hari ini di tambah lagi ada rapat dengan pemilik rumah sakit...
membuat dokter cantik tersebut terlihat sangat letih. seperti biasa sang dokter dengan asistennya berbicara ringan tentang pekerjaan,
"dok gimana pak Gio udah kasih kabar??"
suster Ica bertanya ke maira.
maira menggeleng kepalanya, " aku ngak tau di mana jejaknya sekarang sus, semenjak pulang sampai hari sekarang, aku lelah sus, tapi aku kangen dia", maira berbicara sambil berkaca-kaca.
" sabar ya dok ntar lagi kan udah penarikan."
Maira hanya mengangguk lemah.
Senja kini hampir menutupi kota jakarta, sambil menatap jarum jam maira, maira membereskan pekerjaan yang telah selesai hari ini,
tiba-tiba Melisa muncul diruang kerjanya.;
" Mai makan di luar ya ntar gue antar pulang tadi pagi kan kamu naik taksi kan?"
"Lo mau traktir gue makan!! hayoooo, maira bertanya balik ke Melisa, Melisa hanya merotasi matanya," Lo ya kalau perkara gratis saja Lo paling terdepan.." "lah Lo kan yang nawarin gue gimana sich.."maira bicara sambil terkekeh." oke....oke..gue traktir puas lo..maira hanya terkekeh geli melihat tingkah kesal Melisa.
mereka memilih makan dekat pasar malam,
singkat cerita mereka telah berada di rumah makan yang cukup terkenal, dua dokter cantik itu memilih tempat duduk di pojokan, waiters pun datang untuk mencatat pesanan mereka memesan bebek bakar dan gurame bakar ditambah nasi dan sayur asam.. makanan yang sangat menggugah selera.. setelah memesan sambil menunggu makanan,mereka berdua bercerita ringan,
__ADS_1
"Mel Lo kapan nikah udah tunangan mau hampir satu tahun kan?" maira bertanya ke Melisa.
" ya tunggu tunangan gue balik satgas di perbatasan mungkin tiga bulan lagi udah penarikan"
" ngomong ngomong ayang beb Lo apa kabarnya,?"
"jangan Lo tanya ke gue sampai saat ini gue hilang jejak dia,,dia marah ke gue yang waktu itu, gue capek tau ngak sih... maira dengan nada kesalnya.makaban pun datang dan mereka makan sesekali bercanda..
Dalam keadaan makan Melisa seketika melihat Gio dengan seorang wanita, matanya langsung membulat sedangkan maira asik dengan makanannya,sempat Melisa mengambil gambar mereka dengan handphone nya yang kebetulan dia pegang,
maira membatin dalam hati dia tidak mau mengacaukan makan malam Maira, pelan-pelan dia akan memberi tahukan hal ini kepada maira, tapi sepertinya harus di tanyakan langsung kepada Gio ya gue harus nanya,maira mengeram kesal, awas aja Lo.
maira melihat raut wajah Melisa tidak seperti biasanya Maira pun bertanya;
" kenapa tu wajah suntuk amat, kayak di kasih tulang ikan" Maira berkata sambil terkekeh..
"udah Yoo balik"
Mereka berdua pun balik, tetapi di depan parkir maira melihat Aron dan juan, maira pun mendekat dan say hallo ke dua lelaki tersebut;
"Hay "
"Hay ibu dokter apa kabar?"
"cukup baik"maira berkata sambil tersenyum..
" tadi pagi ngak jemput Gio?" mereka fikir maira tau kepulangan Gio.
"ha'a apa kamu bilang Gio udah balik?,ko aku nga tau"
__ADS_1
"mereka berdua pun bingung"
"oke kalau begitu aku pulang dulu ya" maira berkata kepada mereka.
dia lalu masuk dengan wajah yang hampir menangis dia berkesimpulan kalau Gio benar-benar marah..
Melisa melihat Maira seperti sekarang dia hanya bisa mengelus punggung maira memberi kekuatan,maira bermonolog dalam hati " gini aja udah sedih kayak gini apalagi kalau tadi dia liat gio sama cewek, aduuuh ngak kebayang deh hancur lagi hatinya." Melisa sambil menggeleng kepalanya.
" gue antar pulang ya"
maira hanya mengangguk.
disisi lain Gio baru sampai rumah kontrakan, seketika mendapat telpon dari Juan;
"bro gue sama Aron ke rumah Lo ambil oleh-oleh dari Papua,"
" ya gue tunggu " gio langsung mematikan handphonenya,
sewaktu pagi baru tiba dari Papua dia mendapat telpon dari nomor baru. dan ternyata mantan tunangan sekaligus saudara jauh bapak gio, dia baru datang dari luar negeri.. dia mengajak ketemuan.
Beberapa menit kemudian dua orang sahabatnya Gio pun datang.
Mereka mengucapkan salam KK alu masuk kedalam rumah Gio;
" mana oleh-olehnya"tanya Juan.
" bro tadi kita ketemu Dokter Humaira dirumah makan serba rasa"
deg.....
__ADS_1